Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Rahasia Reza - Episode 43


__ADS_3

Ibu Kos pun langsung menghela nafas dan teridam selama beberapa detik.


"Adikmu sudah kembali." Ujar Ibu kos tidak berani menatap Reza.


"Reza punya adik!?" Evan, Raihan, Selly beserta Gina dan Ira pun langsung mengeluarkan ekspresi yang sama. Tentu saja kalian yang baru mengetahui itu juga m ngeluarkan ekspresi yang sama juga.


"Ternyata tidak ada yang bisa ku sembunyikan lagi. Karena kalian sudah mengetahui nya, iya aku memiliki adik. Tapi dia..." Reza pun langsung tidak berani melanjutkan perkataan nya.


"Kenapa? dia lumpuh?" Ujar Selly menebak.


"Bukan." Jawab Reza


"Sakit?" Raihan pun juga ikut menebak.


"Ikutlah dengan ku. Tapi bawakan aku garam." Ujar Reza.


"Untuk di masak?" Tanya Selly.


"Bukan, untuk di bakar. Sudah cepat saja ambilnya. Nanti juga tau." Ujar Reza.


Selly pun langsung segera ke dalam dapur dan mencari garam. Sesudah mendapatkan garam, mereka semua pun langsung dengan segera pergi menuju kos milik Reza.


"Kenapa kita ke kos ini?" Tanya Evan heran.


"Di sini lah adikku berada." Ujar Reza sambil menatap kos itu dengan tatapan yang penuh dengan kekosongan.


"Apa maksud mu?" Tanya Evan heran.


"Bagaimana bisa Adikmu tinggal di sini? seingat ku tidak ada siapapun selain kita di kos ini." Ujar Raihan.


"Yakin? apakah kamu sudah memeriksa bagian dalam gudang?" Ujar Reza.


"Belum, kamu juga tidak mengizinkan siapapun ke sana." Ujar Raihan.


"Kalo begitu apakah kamu ingin tau?" Tanya Reza.


Reza pun langsung segera menuju pagar yang akan menghubungkan bagian luar dengan Gudang atau bagian belakang Kos. Terlihat pintu itu terkunci cukup rapat.


"Kenapa kamu mengunci pagar itu dengan sangat rapat?" Tanya Selly.


Reza pun tidak menjawab pertanyaan Selalu dan malah langsung meminta garam yang Selly pegang.

__ADS_1


"Baiklah sekarang cepat berikan aku garam nya." Ujar Reza.


"Untuk apa?" Tanya Selly heran.


"Sudah berikan saja." Jawab Reza.


Selly pun langsung dengan segera memberikan garam itu ke Reza. Saat mereka masuk ke dalam, terlihat hanya ada gudang kecil dan terlihat sangat sempit.


"Di mana adikmu? tidak ada siapapun di sini." Ujar Selly.


Memang benar yang di katakan oleh Selly. Di sana terlihat normal dan tidak ada siapapun selain mereka saja. Tapi satu satunya hal aneh yang di sana adalah terdapat bau busuk dan menyengat. Sakin baunya sampai mengundang cukup banyak lalat dan cacing.


"Bau apa ini? menyengat sekali." Ujar Evan.


"Kita akan tau setelah pintu Gudang itu terbuka." Ujar Reza yang maju ke arah Gudang itu.


Bukannya membuka Pintu Gudang itu, Reza malah menaburkan banyak garam di sekitar Gudang itu. Selly yang mengira Reza meminta garam karena hanya ingin di buang pun langsung kesal kepada Reza.


"Kenapa kamu membuang garam itu! jika hanya untuk di buang, kenapa kamu meminjamnya!?" Ujar Selly sambil tubuhnya di tahan Gina dan Ira.


"Astaga tenaganya kuat sekali!" Ujar Gina yang kesusahan menahan tubuh Selly.


Meski sudah di tahan oleh 2 orang, tapi tenanga Selly jauh lebih kuat sehingga membuat Gina dan Ira kewalahan. Setelah menaburkan garam itu, Reza pun langsung meminta mereka untuk diam.


"Kalian semua diam dan jaga sikap kalian." Ujar Reza.


Semua pun langsung diam kecuali Selly. Mulut Selly pun langsung di berikan banyam garam oleh Raihan agar Selly tidak berbicara banyak.


"Bwekk!! untuk aoa kamu melakukan itu!? asin tau!" Ujar Selly.


"Harus bagaimana lagi? kamu ribut sekali soalnya." Ujar Raihan.


"Kalian diam lah dulu." Ujar Reza.


Setelah semuanya diam, Reza pun langsung segera mengucapkan salam sebelum membuka Pintu Gudang itu.


"Maaf ya dek, kakak akan membuka pintu ini dulu. Kamu jangan keluar ya." Ujar Reza sebelum membuka Pintu Gudang.


Saat pintu terbuka, terlihat sebuah boneka keramik yang bisa di gerakkan dan memiliki wujud yang sangat lucu.Tapi di saat semuanya heran, Evan dan Selly malah yang paling ketakutan.


Krekk!

__ADS_1


Tiba tiba saja kepala boneka itu mendongak ke arah mereka smeua dan membuka mulutnya. Evan yang merasa jika pernah melihat boneka itu pun langsung segera terjatuh ketakutan sedangkan Selly yang merasa jika wujud boneka itu mirip dengan anak kecil yang muncul di mimpinya juga sedikit takut dan mundur perlahan.


"Kalian kenapa heran seperti itu?" Tanya Reza heran.


"Kamu bercandanya tidak lucu deh, yang benar saja. Tidak mungkin boneka itu Adikmu." Ujar Raihan.


"Apakah wajah ku seperti sedang bermain main?" Tanya Reza.


Raihan pun hanya diam ketika mendengar Reza mengatakan itu. Ira dan Gina pun juga sama hanya diam dalam keheranan mereka sendiri.


"Ini memang tidak masuk akal, tapi inilah rahasia ku. Rahasia yang ku jaga dari kalian semua, yang ku tutupi dari banyak orang." Ujar Reza.


"Apakah itu termasuk tumpukan daging yang ada di bawah boneka itu?" Tanya Gina sambil menunjuk sesuatu di bawah boneka itu.


"Apa!? kamu tadi mengatakan tumpukan daging?" Ujar Reza heran.


Dengan cepat Reza pun langsung segera mendekati Gudang itu lebih dekat, tapi tidak sampai melewati batas garam itu. Entah apa alasannya, Reza terlihat sengaja tidak melewati batas garam itu. Bahkan dia tidak membiarkan bayangannya memasuki batas garam itu.


"Bau amis ini dari benda ini?.. jangan jangan..." Wajah Reza pun langsung menjadi panik dan dengan segera berjalan keluar halaman belakang kos miliknya.


"Reza ada apa?" Tanya Gina heran.


"Lebih baik kita mengikuti nya." Ujar Ira.


"L-lebih baik aku juga pergi. Aku tidak ingin berada di sini sendirian." Ujar Evan.


"Heii!! tunggu aku!" Ujar Selly.


"Astaga mereka berdua itu kenapa sih? hanya dengan boneka saja takut." Ujar Raihan sambil berjalan santai.


Selly dan Evan juga ikut pergi karena tidak menyukai wujud dan bentuk boneka itu. Raihan pun juga ikut bersama mereka. Akhirnya Pintu Gudang itu pun terbuka lebar. Meski sudah tidak ada siapapun di sana, tetapi dari mata boneka keramik itu, terlihat Reza, Evan dan lainnya sedang berada di luar Kos.


"Kenapa kamu berlari secepat itu?" Ujar Raihan lelah.


"Bukan apa apa. Kalian tunggu di sini saja dan jangan kemana mana. Aku akan segera kembali." Ujar Reza panik.


Mereka semua pun langsung terlihat herab dengan sifat Reza yang langsung berubah menjadi seratus delapan puluh derajat. Reza yang awalnya tenang dan kalem, sekarang malah panik. Evan dan Selly juga sedikit merasa tidak nyaman setelah melihat boneka keramik itu.


"Entah mengapa aku merasa pernah melihatnya, tapi aku tidak ingat di mana dan kapan. Tapi aku merasa takut setelah melihat boneka keramik itu." Pikir Evan.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2