Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Kepanikan Ibu Kos - Episode 42


__ADS_3

Keesokan paginya, pintu kos Reza di ketuk. Ketukan itu pun langsung membangunkan seluruh isi rumah.


"Siapa yang mengetuk sepagi ini?" Ujar Reza sambil menggosok matanya.


Karena ketukan itu tidak berhenti, Reza pun langsung segera membuka pintu dan ternyata ada ibu kos yang terlihat sedang membawa tas yang penuh dengan kertas yang sepertinya harus di tanda tangani.


"Ibu kos? kenapa ibu datang pagi pagi begini?" Ujar Reza yang masih setengah sadar.


"Maaf ya nak, ibu jadi membangunkan mu pagi pagi begini." Ujar Ibu kos merasa tidak enak karena harus membangunkan Reza.


"Ada apa Reza?.. siapa yang mengetuk pintu?" Tanya Evan yang datang bersama Raihan yang terlihat masih mengantuk.


"Hanya Ibu kos." Ujar Reza.


"Jadi kenapa ibu datang ke sini" Tanya Reza.


"Jadi gini, belakangan ini saya lihat cat yang ada di semua dinding kos sudah mulai lapuk dan mulai terkelupas. Jadi saya berencana untuk merenovasi semua kos yang ada. Tapi aku perlu persetujuan dari kalian." Ujar Reza.


"Tentu saja kami akan setuju. Lagi pula kan cuma sebentar kan?" Tanya Reza.


"Mungkin sampai 3/4 hari." Ujar Ibu kos.


"Jadi kami harus tinggal di mana?" Tanya Reza.


"Beberapa penghuni memutuskan untuk tinggal di rumah kerabat atau keluarga mereka. Tapi ada juga yang memesan Hotel." Ujar Ibu kos.


"Jadi sekarang harus bagaimana?" Tanya Reza.


"Bagaimana jika kalian tinggal di rumah orang itu." Ujar Ibu kos.


"Memang boleh?" Ujar Reza sambil memiringkan kepalanya.


"Seharusnya boleh. Aku akan bertanya padanya dulu. Jika boleh aku akan menelepon kalian." Ujar Ibu kos sebelum meninggalkan mereka.


Ibu kos pun terlihat berjalan menuju arah kos milik Selly. Reza pun langsung masuk kembali ke dalam dan langsung menyiapkan sarapan mereka.


"Kenapa ibu kos datang?" Tanya Evan sambil masuk ke dalam dapur.


"Kata ibu kos kita harus pindah untuk sementara waktu. Dia bilang ingin merenovasi kos ini." Ujar Reza.


"Jadi nanti kita akan tinggal di mana?" Tanya Evan duduk di meja makan.


"Untuk tempat tinggal mungkin kita serahkan saja ke ibu kos, nanti jika ibu kos sudah menemukan tempat tinggal sementara kita, dia akan menelepon kita." Ujar Reza sambil memotong sayur.

__ADS_1


Karena masih mengantuk, secara tanpa sadar ia sudah tertidur di atas meja makan. Karena tidak mendapatkan jawaban dari Evan, Reza pun langsung membalikkan badannya dan ternyata Evan sudah tertidur pulas.


"Dia malah tidur saat aku menjelaskan, mungkin aku akan membangunkannya saat makanan sudah siap saja." Ujar Reza sambil tersenyum melihat Evan yang seperti anak anak baginya.


Sementara itu di kos milik Selly, Sellt terlihat sedang bermimpi buruk. Dari wajahnya muncul banyak keringat dan juga wajahnya terkihat pucat meski sedang tidur.


"Kakak mau ke mana?..."


"Jangan ganggu aku! tinggalkan aku sendiri!!"


"Aku ingin bermain..."


"JANGAN!!!!" Selly pun langsung terbangun dengan perasaan yang sangat tidak enak.


Karena suara teriakan Selly, Gina dan Ira pun langsung terbangun dengan rasa kaget dan langsung bertanya ke Selly kenapa ia berteriak.


"Kenapa kamu berteriak sekeras itu?" Tanya Gina.


"Bukan apa apa, hanya mimpi buruk kecil." Ujar Selly sambil bernafas lega.


"Mimpi buruk kecil? yakin? kalo kecil kenapa berteriak sekeras itu?" Tanya Ira.


"Sudah ku bilang tidak apa apa ya tidak apa apa." Ujar Selly dengan nada yang semakin naik.


Tok tok tok!...


"Siapa yang mengetuk pintu sepagi ini?" Ujar Selly.


"Selly!? apakah kamu di dalam!?" Ternyata yang sedang mengetuk pintu adalah ibu kos.


Selly pun langsung beranjak dari tempat tidur dan segera menuju ke arah pintu. Saat pintu terbuka, Ibu kos pun langsung menjelaskan hal yang sama seperti yang ia jelaskan pada penghuni kos yang lain.


"Jadi bagaimana? apakah kamu setuju?" Tanya ibu kos.


"Jika memang seperti itu aku setuju saja sih, tapi..." Selagi Selly sedang menjelaskan alasannya, Ibu kos terlihat terpaku pada sesuatu yang ada du belakang Selly.


Dari kamar mandi, terlihat seorang perempuan yang merangkak dengan rambut terurai. Perempuan itu terlihat merangkak perlahan dari kamar mandi dan terlihat tubuhnya yang terlihat mulai membiru seperti sudah mati.


"Ahhh!!!" Ibu kos pun berteriak keras setelah melihat makhluk itu.


Selly pun langsung terkejut dan segera membawa Ibu kos masuk untuk menenangkannya . Ira Dan Gina yang mendengar itu pun langsung dengan segera ke ruang tamu dan melihat Ibu kos histeris di sana.


"Ada apa!? kenapa ibu kos terlihat ketakutan!?" Tanya Gina yang terkejut.

__ADS_1


"Entahlah, tadi kami berbicara sebentar dan tiba tiba dia terlihat ketakutan seperti itu." Ujar Selly.


"Dia kembali, dia kembali, dia kembali." Ujar Ibu kos dengan perasaan takut.


"Apa yang kembali?" Ujar Selly yang masih belum paham dengan maksud Ibu kos.


"Anak itu... dia sudah menandai mu..." Ujar Ibu kos sambil menatap ketakutan Selly.


"Apa? Gina cepat bawakan air putih." Ujar Selly.


"Kenapa harus aku?" Tanya Gina.


"Kamu mau ku kasih makanan yang ku berikan ke Evan?" Selly pun langsung mengancam Gina.


"B-baik! akan ku ambilkan!" Ujar Gina panik setelah mendengar ancaman Selly.


Tak lama kemudian, Reza pun langsung datang bersama Evan dan Raihan untuk meminjam garam dan gula.


"Kenapa kalian harus mengikuti ku?" Tanya Reza sebelum memasuki Kos milik Selly.


"Aku tidak mau sendiri di Kos." Ujar Raihan.


"Kalo Evan? kenapa kamu ikut juga?" Aku cuma ingin ikut saja.


Saat masuk ke dalam Kos milik Selly, terlihat Ibu kos yang sangat panik sambil menangis ketakutan. Ketika Reza masuk, Selly pun langsung berlari ke arah Reza dan langsung menarik tangan Reza.


"Kebetulan kamu ada di sini. Cepat bantu aku!" Ujar Selly sambil menarik tangan Reza.


"Ehhh!? ada apa ini!?" Ujar Reza yang tangannya di tarik.


"Reza dia sudah kembali." Ujar Ibu kos sambil menatap Reza.


"Siapa yang kembali?" Tanya Reza heran.


Kemudian Gina pun langsung datang kembali ke ruang tamu sambil membawa segelas air.


"Selly ini airnya." Ujar Gina yang sudah membawa air dari dapur.


"Bagus cepat berikan ke Reza." Ujar Selly.


Gina pun langsung memberikan air itu ke Reza. Dengan segera Reza langsung memberikan air itu ke Ibu kos untuk di minum. Setelah beberapa saat, Ibu kos sudah lebih tenang dan sudah mulai bisa di berikan pertanyaan kenapa ia terlihat sangat takut dan juga panik.


"Baiklah, sekarang apakah Ibu bisa memberitahukan kami semua apa yang terjadi sampai membuat ibu panik?" Tanya Reza.

__ADS_1


To be contiune >>>


__ADS_2