Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Mimpi Atau Kenyataan? - Episode 60


__ADS_3

Evan dan Selly pun hanya mengangguk dengan perasaan ragu dan juga takut. Mereka pun langsung segera berjalan menuju tangga yang akan membawakan mereka menuju ke Kamar tempat boneka milik Rena di simpan. Dari tangga mereka sudah bisa melihat kamar tersebut. Mereka pun tetap berjalan dan akhirnya sampai ke depan Kamar tempat boneka milik Rena di simpan.


"Baiklah, kalian jangan terlalu takut. Aku akan membuka pintu ini." Ujar Bu Winata sambil memegang gagang pintu kamar itu.


Evan dan Selly pun hanya mengangguk. Dengan perlahan Bu Winata pun langsung segera membuka pintu itu.


Krreekkk....


Di dalam kamar itu tampak hanya ada garam yang berceceran kemana mana. Selain garam, tidak ada apapun lagi. Bu Winata yang melihat jika boneka Tasyah sudah hilang pun hanya bisa terkejut dan tidak percaya.


"Bagaimana bisa dia hilang?" Gumam Bu Winata dengan wajah yang tampak heran dan tidak percaya.


Bu Winata pun langsung segera memasuki kamar itu. Evan dan Selly pun hanya bisa mengikuti Bu Winata dan masuk ke dalam. Di Kamar itu tercium banyak bau garam yang membuat Evan merasa tidak nyaman.


"Kenapa kita harus masuk ke dalam?" Tanya Evan yang tidak bisa menahan bau garam yang sangat banyak.


"Aku hanya ingin memeriksa sesuatu. Kalian tidak perlu khawatir." Ujar Bu Winata.


Evan dan Selly pun hanya bisa diam dan memperhatikan Bu Winata yang tampak sedang memeriksa sesuatu yang entah apa itu.


Jedeeer!!


Tak lama setelah itu petir pun langsung berbunyi. Karena refleks dan kaget mereka semua pun langsung segera menutup telinga mereka. Setelah itu suasana pun kembali sunyi dengan si temani oleh suara hujan.


"Aku tidak suka kesunyian seperti ini." Ujar Evan.


"Iya aku setuju." Ujar Selly.


Bukk!


Tiba tiba pintu kamar itu pun langsung segera tertutup dengan sendirinya Bu Winata pun langsung segera berlari menuju pintu dan terus menggedornya.


Buk! buk! buk!

__ADS_1


"Sial, pintu ini tidak ingin terbuka." Ujar Bu Winata sambil terus menggedor pintu itu.


"Saatnya... permainan..." Tiba tiba saja dari arah belakang mereka muncul suara perempuan dan sekitarnya yang pasti itu bukanlah suara anak anak.


"Kita tertipu." Ujar Bu Winata sambil mulai berbalik ke belakang.


Evab dan Selly pun hanya bisa mematung saat melihat boneka dengan bentuk boneka kayu pengantin perempuan.


"Semuanya tetap berhati hati." Ujar Bu Winata.


Tiba saja dinding di sekitar mereka terlihat mulai di tumbuhi oleh sesuatu yang kental dan berwarna hitam. Selly dan Evan pun langsung segera mendekati Bu Winata agar tidak terkena cairan kental berwarna hitam itu.


"Kalian tetaplah berada di belakang ku. Aku akam melindungi kalian sebisa ku." Ujar Bu Winata.


Bu Winata pun dengan segera mengeluarkan sebuah kalung dari saku baju miliknya. Sekilah kalung itu tampak sedikit bercahaya dan juga terlihat membuat cairan kental bewarna hitam yang berada di sekitar mereka mulai berubah menjadi asap yang tipis.


"Arghh!!!" Boneka itu pun langsung segera menuju Bu Winata dengan cepat.


Dengan cepat Bu Winata pun langsung segera mengaitkan kalung itu ke leher boneka itu. Di saat yang bersamaan kalung itu pun mulai bersinar tapi sedikit redup.


"RaSakaN iNi!" Entah dari mana asalnya, sebuah pisau sudah berada di tangan boneka itu dan dengan segera boneka itu langsung menusuk tangan milik Bu Winata.


"Ahhhh!!!" Bu Winata pun langsung berteriak ketakitan saat itu juga.


Setelah itu tubuh Bu Winata mulai berubah menjadi cairan kental hitam itu dan langsung menghilang bersama kalung itu.


"Dia sudah bangun?.. baiklah setidaknya kalian berdua masih berada di sini." Boneka itu pun mulai menatap Evan dan Selly.


Mereka berdua pun langsung segera berusaha untuk membuka pintu itu. Tapi hasilnya tetaplah sama. Pintu itu sama sekali tidak bisa terbuka. Saat Evan dan Selly membalikkan badan setelah berusaha membuka pintu itu, dari pintu muncul sebuah tangan boneka dan dengan segera tangan boneka itu mulai menahan Evan dan Selly.


"iNgGin laRi?..." Boneka itu pun mulai mendekati Evan dan juga Selly.


Saat ingin melukai Evan, tiba tiba muncul sebuah tangan bewarna hitam dengan kuku yang sangat tajam.

__ADS_1


"Apa aPaaN iNI!?" Ujar Boneka itu sambil terlihat terkejut melihat tangan hitam itu menahan dirinya.


Selly pun mulai memalingkan kepalanya ke arah Evan dan terlihat di belakang Evan muncul seorang perempuan dengan wujud yang aneh. Wajah perempuan itu tampak di penuhi dengan sayap serangga dan tangan perempuan itu bercampur antara bulu hewan dan sisik ular. Selain itu Evan pun juga terlihat tidak sadar juga kala itu.


"Jangan ganggu dia!!" Ujar Perempuan yang muncul di belakang Evan.


Boneka itu pun kembali berubah dari wujud pengantin perempuan menuju wujud Boneka Keramik milik Rena. Setelah kembali menjadi boneka milik Rena, boneka itu pun juha ikut terpental menabrak dinding dan hancur. Di saat yang sama setelah itu tangan boneka yang menahan Selly dan Evan pun mulai menghilang. Entah mengapa tubuh Selly mulai lemas dan tidak bisa bergerak lagi sehingga membuatnya hanya terjatuh lemas sambil menghadap Evan yang sudah tidak sadarkan diri. Secara perlahan Selly pun langsung menutup matanya kembali.


"Selly.. Selly!...Selly! " Tiba tiba saja Selly merasa mendengar suara Raihan yang memanggil.


"Hmm?" Jawab Selly sambil mulai perlahan lahan membuka matanya.


"Dasar tukanh tidur, ayo cepat bangun. Sebentar lagi sudah mau sore." Ujar Raihan.


Selly pun mulai membuka matanya lebih lebar dan tampak ia sedang berada di kamar tamu dan juga terlihat Evan yang sedang di bangunkan oleh Reza.


"Hoaamm!!... kenaoa aku bisa berada di sini?" Tanya Selly yang setengah mengantuk.


"Sudah nanti saja aku ceritakan." Ujar Raihan.


Selly dan Evan yang sudah bangun pun mulai keluar dari Kamar Tamu dengan wajah yang masih mengantuk.


"Hoaamm.. padahal aku masih ingin tidur." Ujar Evan sambil terus berjalan.


"Sudah kamu jangam banyak berbicara. Cepat keluar." Ujar Reza.


Evan pun mulai menuruni tangga dan juga terlihat wajahnya seperti santai saja seperti tidak mengingat apapun. Lantai bawah terlihat Bu Winata yang sedang berbicara dengan Pak Akbar.


"Selamat Sore semuanya!..." Ujar Evan yang masih terlihat mengantuk.


"Selamat sore. Bagaimana dengan demam mu?" Tanya Pak Akbar.


"Sudah turun sepertinya." Ujar Evab dengan tenang.

__ADS_1


Setelah menyapa sedikit, Evan pun mulai mengajak berbicara semua yang berada di sana. Satu satunya hal aneh di sana adalah Evan, Selly dan Bu Winata yang terlihat tenang saja seperti tidak terjadi apapun. Jadi apakah yang baru mereka alami itu hanya mimpi? atau merupakan kenyataan?


To be contiune >>>


__ADS_2