Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Hilangnya Semua Orang - Episode 59


__ADS_3

Beberapa saat kemudian hujan pun mulai turun. Meski jarak rumah Bu Mira dan rumah itu tidak jauh, mungkin akan lebih baik jika Bu Mira beserta Jessi dan Prayan tetap di rumah untuk sementara.


"Astaga hujannya deras juga, mungkin kita akan lebih lama di sini. Maaf ya jadi merepotkan." Ujar Bu Mira setelah mendengar suara hujan yang semakin deras.


"Sudah tidak apa apa, lagi pula di sini juga terlalu sepi." Ujar Pak Akbar.


"Ngomong ngomong tadi Jessi mengatakan jika Bu Winata tengah sakit. Memang dia sakit apa?" Tanya Bu Mira.


"Bukan hanya Bu Winata, tapi teman teman Reza juga." Ujar Jessi.


"Sungguh? apakah harus ku panggil dokter?" Tanya Bu Mira.


"Kurasa tidak perlu, kita lihat dulu. Jika dalam waktu 3 hari mereka tidak kunjung sembuh atau keadaan mereka semakin parah, kita mungkin bisa memanggil dokter." Ujar Pak Akbar.


"Ngomong ngomong di mana Pak Sarya?" Tanya Bu Mira.


"Entah, bukankah dia ada di sini sebelumnya?" Tanya Pak Akbar yang baru saja menyadari jika Pak Sarya sudah tidaj bersama mereka lagi.


"Jika tidak salah tadi dia mengambil es lagi dan kemudian ke Kamar Tamu." Jawab Prayan yang mungkin melihat ke mana Pak Sarya pergi.


"Mungkin dia ingin mengganti es untuk kompres." Ujar Pak Akbar.


Sementara itu di Kamar Tamu, terlihat Pak Akbar memang tengah menganti kompres milik Evan dan lainnya. Selain itu keadaan kamar itu juga gelap karena langit yang hujan dan juga lampu yang sengaja di matikan agar Evan dan lainnya bisa beristirahat dengan tenang.


"Beruntung keadaan mereka tidak terlalu parah, tapi apakah mereka akan baik baik saja? masalah ini cukup merepotkan juga." Ujar Pak Sarya yang tampak sangat cemas.


Kreeekk!...


Tiba tiba pintu kamar tamu terdengar terbuka sedikit dengan sendirinya, dan dari celah pintu yang kira kira hanya berukuran satu jari kelingking, masuk sesuatu yang tampak cepat.


"Apakah aku lupa mengunci pintunya?" Tanya Pak Sarya yang langsung mendekati pintu itu.


Karena merasa mungkin hanya angin, Pak Sarya pun langsung segera menutup pintu tersebut.


"Di mana kuncinya? bukankah aku meletakkan nya di kantong celana ini?" Tanya Pak Sarya sambil terus memeriksa kantong celana miliknya.

__ADS_1


"MenCaRi INi? hi.. hi hihi hi.." Tiba tiba saja muncul suara perempuan yang seketika membuat Pak Sarya ketakutan.


"S-suara ini.." Pak Sarya pun langsung segera berbalik untuk memeriksa siapa pemilik suara itu.


"SelAmaT tiDuR.." Ujar pemilik suara itu.


Buk!...


Pak Sarya pun tidak sempat berteriak dan langsung tidak sadar seketika. Tidak ada satupun seseorang yang tahu mengenai kejadian itu. Reza, Prayan, Jessi, Bu Mira, Pak Akbar, tidak ada satu pun yang mendengar suara Pak Sarya ketika jatuh tidak sadarkan diri.


Tak lama setelah beberapa itu, Evan pun mulai bangun dari tidurnya. Tampak seisi ruangan sangatlah sepi dan tidak ada siapapun. Yang menemani Evan kala itu hanyalah suara hujan yang terus turun.


"Di mana semua orang?.." Tanya Evan yang hanya mengingat sampai ketika Selly dan Bu Mira di pindahkan ke Kamar Tamu.


"Akh! kepala ku!.. kenapa sakit seperti ini?" Evan pun mulai merasakan rasa sakit di kepalanya.


Karena penasaran, Evan pun mulai keluar dan tampak di Ruang Tamu dan seisi Rumah sangatlah sepi seperti di tinggalkan. Lampu juga di matikan sehingga membuat seisi rumah cukup gelap.


"Kenapa di sini gelap sekali?" Tanya Evan heran.


"Itu Selly? kenapa dia tidur di Sofa?" Tanya Evan yang langsung segera turun dan menuju ke arah Selly berada.


Ternyata memang benar, orang yang di lihat oleh Evan itu adalah Selly. Tapi hanya saja Selly terlihat sedang bermimpi buruk. Wajah Selly tampak berkeringat dan juga wajah Selly sedikit tampak tidak santai. Evan pun langsung segera membangunkan Selly dan terlihat wajah Selly sangat lega ketika bangun.


"Akhirnya... itu semua sudah berakhir." Ujar Selly yang baru selesai bangun.


"Berakhir? apanya yang berakhir?" Tanya Evan heran.


"Bukan apa apa.." Jawab Selly yang masih terlihat lelah seperti baru saja di kejar hantu.


"Ngomong ngomong di mana semuanya? kenapa hanya ada kita berdua di sini?" Tanya Selly heran.


"Entah, itu juga alasan mengapa aku membangunkan mu." Ujar Evan.


Krrrekk...

__ADS_1


Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka. Saat Evan melihat lebih jelas ke arah suara itu, ternyata itu berasal dari kamar milik Kedua Orangtua Reza yang kini di jadikan sebagai kamar milik Pak Akbar dan Bu Winata.


"Evan? Selly? apakah itu kalian?" Tanya Bu Winata dengan wajah yang kebingungan.


Bu Winata pun langsung segera turun dan menghampiri Evan dan juga Selly. Tampak dari wajah mereka, tidak ada satupun yang tahu apa yang baru saja terjadi dan apa yang telah membuat Reza dan lainnya menghilang.


"Apakah kalian baik baik saja? di mana yang lain?" Tanya Bu Winata.


"Entahlah, saat aku sadar, semuanya sudah tidak ada." Jawab Evan.


"Lebih baik kita mencari mereka, aku takut akan ada sesuatu yang terjadi." Ujar Bu Winata.


Evan dan Selly pun langsung segera menyetujui itu dan ikut Bu Winata untuk berkeliling rumah. Di setiap ruangan yang ada di rumah itu, sama sekali tidak ada siapapun.


"Kita sudah mencari di banyak ruangan, tapi tidak ada siapa siapa." Ujar Selly yang lelah mencari.


"Sebenarnya masih ada satu ruangan yang belum kita periksa, tapi aku tidak yakin jika kita harus ke sana." Ujar Bu Winata dengan ragu.


"Ruangan apa itu?" Tanya Evan.


"Ruang Boneka Tasya milik Rena. Hanya itu ruangan yang belum kita periksa, aku tidak tahu apakah itu akan aman atau tidak, tapi aku khawatir itu tidak akan aman." Ujar Bu Winata.


Setelah mendengar jika mereka akan menuju ke Ruang Boneka, wajah Selly dan Evan langsung sangat pucat dan takut. Karena mereka berdua sudah pernah mendapatkan gangguan dari boneka itu, mereka berdua kini terlihat sangat tidak ingin berurusan dengan boneka itu lagi.


"Kenapa wajah kalian takut seperti itu?" Tanya Bu Winata.


"Apakah kita bisa menunggu saja?" Tanya Evan yang ingin menghindar.


"Saya juga takut, tapi mau tidak mau kita juga harus memeriksa ruangan itu. Jika tidak, apakah ada cara lain lagi selain itu?" Tanya Bu Winata.


"Mungkin saja kita menunggu saja, lagi pula mungkin saja mereka sedang mengerjai kita." Ujar Selly.


"Kalian tidak perlu takut, percaya saja pada ku. Semuanya akan baik baik saja." Ujar Bu Winata.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2