Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Ada Apa Dengan Bu Mira? - Episode 88


__ADS_3

"N-nak itu kamu kan? j-jangan membuat ibu takut s-seperti ini." Ujar Bu Mira terbata bata karena ketakutan.


Ibu Mira pun berniat berjalan perlahan keluar pintu. Tapi saat ia baru saja ingin melangkah ke depan, anak itu langsung memegang tangannya dengan cepat.


"Aahhh... kenapa dia harus memegang tanganku!.." Guman Bu Mira ketakutan.


"N-nak bisakah kamu melepaskan ibu?" Tanya Bu Mira yang pura pura tidak tahu apapun.


"Tidak..." Jawab anak itu dengan singkat.


Mendengar suara dari anak itu, Bu Mira langsung ketakutan karena tidak mirip dengan suara Jessi atau anak perempuan lain yang ada di rumah itu. Anak itu pun langsung membanting Bu Mira ke arah dinding, tepat di samping kasur. Meski tubuhnya kecil, kekuatannya terasa melebihi orang dewasa.


Bu Mira pun langsung berusaha bangkit dan tampak ketakutan karena sudah tau pasti jika yang ia temui bukan manusia lagi. Tapi sebelum Bu Mira bisa meloloskan diri, anak itu langsung terbang dan memegang pundak Bu Mira. Bu Mira yang ketakutan pun berteriak keras sambil terus melawan.


"Ahhh pergi dari ku!" Ucap Bu Mira sambil terus mencoba menyingkirkan anak itu dari hadapannya.


Tak lama kemudian anak itu langsung muntah tepat di depan wajah Bu Mira. Tapi muntahan itu tampak aneh dan bewarna merah. Sementara itu mendengar suara teriakan Bu Mira yang keras, Bu Winata dan Pak Akbar pun langsung terkejut dan segera berlari menuju Kamar Bu Mira.


"Ahhhh!"


"Suara teriakan siapa itu!?" Tanya Pak Akbar terkejut.


"Itu suara Mira. Lebih cepat kita periksa." Bu Winata pun langsung segera berlari menuju Kamar Bu Mira dan diikuti oleh Pak Akbar di belakangnya.


Ketika sampai di depan pintu, suara teriakan Bu Mira semakin keras terdengar dan tentu saja Bu Winata semakin panik karena Bu Mira juga tidak menjawab ketika ia panggil dengan keras.


"Mira apakah kamu ada di dalam!?" Tanya Bu Winata panik.


"Dia tidak menjawab. Lebih baik kita dobrak saja pintu ini." Ujar Pak Akbar yang mulai bersiap mendobrak pintu itu.


Ketika Pak Akbar ingin membuka pintu, pintu itu malah terbuka dan membuatnya terjatuh ke lantai. Ketika memeriksa ke dalam, Bu Mira tampak sedang santai menyisir rambutnya. Kamar itu pun tampak baik baik saja.


"Kenapa kalian tiba tiba masuk seperti itu?" Tanya Bu Mira tanpa membalikkan badan.

__ADS_1


"B-bukan apa apa. Akbar cepat kita keluar." Ucap Bu Winata yang lega jika Bu Mira baik baik saja.


Bu Mira dan Pak Akbar pun langsung segera pergi keluar dari kamar itu. Ketika mereka berdua keluar, Bu Mira pun langsung memutar kepalanya ke belakang dengan keadaan tubuh yang tidak bergerak sana sekali.


"Ahahhahahaha!... kAli iNi akU aKaN meNgaKhiRi sEmuA iNi." Ucap Bu Mira dengan mata yang sudah sepenuhnya putih.


Kembali ke Pak Akbar dan Bu Winata, mereka berdua tampak keheranan karena jelas terdengar jika Bu Mira berteriak kencang sebelumnya.


"Kenapa Mira tampak baik baik saja? aku yakin dia berteriak keras sebelumnya." Ucap Bu Winata yang sudah yakin sekali jika Bu Mira berteriak kencang sebelumnya.


"Bukankah bagus jika dia baik baik saja?" Tanya Pak Akbar yang mencoba berpikir positif.


"Tapi kan aneh saja jika dia berteriak tanpa sebab." Ucap Bu Mira yang masih keheranan.


"Iya juga, tapi menurutku mungkin akan lebih baik jika nanti saja kita bahas." Ucap Pak Akbar yang langsung membawa Bu Winata untuj turun ke bawah.


Kembali ke Evan yang berada di luar Rumah bersama Selly, mereka berdua tampak sedang duduk di sebuah kursi yang ada di bawah pohon dekat pagar Rumah Bu Mira. Alasan mereka berada di sana karena Selly yang duluan pergi dan kemudian diikuti oleh Evan.


"Evan"


Mereka berdua pun mulai memanggil nama satu sama lain secara bersamaan. Karena hal itu mereka berdua kembali diam membatu dan tidak tahu harus berkata apa.


"Apakah kamu mengalami mimpi yang aneh sebelumnya?" Tanya Evan yang duluan memulai pembicaraan.


"Kamu juga?" Tanya Selly yang sudah menduga jika Evan juga bermimpi sama seperti dirinya.


Evan pun mulai menceritakan rentetan kejadian yang terjadi di mimpinya dan Selly pun mengiyakan semua itu dan mengatakan jika ia juga mengalami mimpi yang sama.


"Aku merasa sedikit aneh karena mimpi kita sama persis." Ucap Evan sambil mengaruk kepalanya.


Entah mengapa mereka masih berada di masa canggung meski sudah berbicara yang ingin mereka bicarakan. Tak lama kemudian semua lampu di komplek perumahan itu padam dan membuat satu komplek gelap gulita.


"Kenapa ini? apakah ada pemadaman listrik di sini?" Tanya Evan dengan heran.

__ADS_1


"Entahlah lebih baik kita masuk ke dalam saja." Ucap Selly.


Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam Rumah dan di sana sudah terlihat Jessi beserta anak anak lainnya yang sudah berkumpul di ruang tamu.


"Kenapa semua lampu mati?" Tanya Raihan heran.


"Bukan apa apa, Mira mengatakan padaki jika nanti malam akan ada perbaikan tiang listrik." Jawab Bu Winata sambil membawakan lilin.


"Kenapa tidak ada yang memberitahukan ku!? aku kan hari ini ingin puas menonton film. Jika tau listrik akan padam, aku akan mengunduh semua film itu." Ucap Selly yang tampak tidak menyukai dengan perbaikan tiang listrik ini.


"Apakah tidak ada hal lain yang bisa kamu pikirkan selain menonton film?" Tanya Raihan yang sudah memasang wajah yang tentu tidak di sukai oleh Selly.


"Kalian semua bisa diam tidak!?" Tanya Reza yang meminta Selly dan Raihan untuk diam.


"Terimakasih. Ngomong ngomong di mana Bu Mira?" Tanya Reza penasaran.


Prankkk!


Tepat setelah Reza bertanya, muncul suara gelas pecah dan Jessu mengatakan jika itu mungkin adalah Pak Sarya yang berada di dalam dapur.


"Itu pasti Pak Sarya, tidak perlu khawatir." Ucap Jessi.


"Maaf, tapi aku ada di sini." Ucap Pak Sarya yang ternyata sudah bersama mereka sejak tadi.


"Jika semua ada di sini, artinya Bu Mira ada di dapur." Lanjut Evan.


"Prayan apakah kamu bisa periksa ibumu? aku takut suara gelas pecah itu karena dia sedang tidak baik baik saja." Ujar Bu Winata yang sedikit khawatir ketika mendengar suara gelas pecah.


"Baik aku akan segera ke sana." Jawab Prayan yang langsung segera berjalan ke dapur.


Ketika ia sampai di dapur, terlihat suatu yang samar samar. Makhluk itu tampak sedang mengacak ngacak dapur dan mengerluarkan semua peralatan masak. Prayan yang melihat itu pun langsung membulatkan tekatnya dan memanggil makhluk itu dengan sebutan "Ibu" karena mengira iru adalah Bu Mira.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2