
Ketika Pak Sarya keluar dari Kamar Tamu, Pak Akbar pun langsung segera memanggilnya dan memintanya untuk membantu Bu Mira dalam mengalihkan Evan dan lainnya agar tidak mengganggu ia dalam memainkan permainan milik Ghakia.
"Sarya, kamu ke sini dulu. Ada yang ingin aku bicarakan pada mu." Panggil Pak Akbar.
"Apa itu?" Tanya Pak Sarya menghampirinya Pak Akbar.
"Setelah aku dan istriku berdiskusi dengan Bu Mira, kita akan melakukan permainan itu di rumah ini saja. Jadi nanti malam kamu dan Bu Mira akan mengajak semua anak anak untuk pergi keluar." Ujar Pak Akbar menjelaskan rencana mereka nantinya.
"P-pergi keluar?" Pak Sarya pun langsung tampak gelisah setelah mendengar itu semua.
"Apakah semuanya baik baik saja? kenapa kamu gelisah seperti itu?" Tanya Pak Akbar heran.
"Bukan apa apa, semuanya aman." Jawab Pak Sarya yang berpura pura memasang wajah seperti tidak ada masalah.
"Baiklah, kita lakukan saja nanti malam pukul 6. Seharusnya malam ini akan hujan jika laporan cuaca hari ini benar. Jadi kalian buat saja alasan sebaik mungkin. Jangan sampai mereka kembali sebelum kami memberitahu kalian, ok?" Pak Akbar pun langsung menceritakan kembali rencana mereka dengan singkat, takut jika ada salah satu dari mereka yang lupa.
Semuanya pun menyetujui hal itu. Tapi mungkin hanya Pak Sarya yang memiliki keraguan dalam dirinya, apalagi hanya dia saja yang tau jika Reza sudah menyadari apa yang mereka sembunyikannya saat ini. Kembali ke Reza, kini ia tampaknya sedikit sakit hati karena Pak Akbar dan lainnya menyembunyikan sesuatu darinya, apalagi itu juga mengenai keluarganya sediri, jadi sangat tidak mengherankan jika Reza bisa sekecewa itu. Tapi dari rasa kecewa itu lama kelamaan berubah menjadi perasa sakit hati dan membuat Reza ingin menangis.
"Meski sudah menyadari jika aku sudah tahu semuanya, kenapa mereka masih tidak mengizinkan ku?... aku bukan anak anak yang harus terus di jaga. Kenapa mereka memperlakukan ku seperti aku ini tidak bisa melakukan apapun!?" Gumam Reza menahan tangis.
Dengan perasaan yang tampak kesal Reza pun langsung segera berjalan menuju Kamar Prayan dan memasang wajah biasa, padahal sebenarnya ia ingin menangis keras kala itu. Melihat Reza yang berjalan menuju kamar, Pak Sarya pun sudah bisa menebak jika Reza tengah sakit hati karena langkah kakinya terlihat lebih lambat dari pada biasanya.
"Ku harap yang aku pikirkan ini tidak benar." Gumam Pak Sarya dengan wajah bersalah. Ia pun langsung segera memalingkan pandangannya dari Reza setelah itu dan memilih pura pura tidak tahu saja.
Saat Reza memasuki Kamar, terlihat Evan, Raihan dan Prayan sudah berada di sana dan tampak baru selesai melakukan sesuatu. Wajah Evan pun juga tampak sangat berantakan dan juga di tangan Raihan terlihat banyak plester. Tapi Reza tidak terlalu mempedulikan itu dan lebih memilih untuk diam saja.
"R-reza!? sejak kapan kamu datang?" Ucap Evan yang tampak tidak menduga jika Reza akan masuk ke dalam kamar itu.
Reza pun tampak diam dan langsung berbaring di kasur. Evan, Raihan dan Prayan pun tampak hanya diam dalam keheranan melihat Reza yang berbaring di kasur.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Reza? kenapa kamu berbaring di kasur?" Tanya Evab heran.
"Aku hanya ingin tidur." Ujar Reza.
"Di jam 10 pagi?" Tanya Evan heran.
"Aku ingin tidur siang." Jawab Reza singkat.
"Tidur siang di pagi hari?" Tanya Evan heran lagi.
"Sudah lupakan aku ingin tidur saja. Tinggalkan aku sendiri." Jawab Reza yang langsung segera menutup kepalanya dengan sebuah bantal.
Evan, Raihan dan Prayan pun hanya bisa heran dan segera meninggalkan kamar itu dan masuk ke Kamar milik Jessi karena tidak tahu harus melakukan apa.
"Kenapa kalian masuk ke sini? ini adalah ruangan pribadi asal kalian tahu." Ucap Selly yang tampak seperti orang penting saja.
"Kamu ingin ku bunuh?" Selly pun kembali memasang wajah sinis miliknya dan tampak memegang gunting.
Raihan pun hanya diam membantu tak bersuara setelah mendengar pertanyaan Selly. Evan ouj yanya bisa tersenyum dan memaklumi kelakuan mereka semua.
"Ngomong ngomong apakah ada sesuatu yang terjadi pada Reza?" Tanya Evan menganti topik.
"Kami tidak tahu, aku dan Selly terus berada di dalam sini." Jawab Jessi.
"Memang apa yang terjadi pada Reza?" Lanjut Selly penasaran.
"Entahlah, dia hanya masuk ke dalam kamar, kemudian berbaring di kasur dan meminta kami keluar. Karena merasa ada yang aneh, aku bertanya ke kalian." Ujar Evan menceritakan saat Reza mausk ke dalam kamar mereka secara singkat.
Tok tok tok!...
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar. Selly pun langsung segera membuka pintu dan terlihat Bu Mira yang sudah berada di depan pintu.
"Halo anak anak." Sapa Bu Mira.
"Halo bu." Balas Selly.
"Nanti sore kita akan jalan jalan sebentar. Apakah kalian ingin ikut?" Tanya Bu Mira.
"Tentu saja." Jawab Raihan cepat.
"Baiklah, kalian bersiap siap saja, nanti sore saya akan memanggil kalian jika sudah akan pergi." Ujar Bu Mira sebelum menutup pintu.
Setelah mengatakan itu di Kamar Jessi, Bu Mira pun langsung segera mengetuk pintu di Kamar Prayan yang di dalamnya hanya ada Reza seorang diri.
Tok tok tok!...
Meski sudah mengetuk, tidak ada jawaban sama sekali. Yang ada hanya suara sunyi dan juga keheningan. Bu Mira pun tetap terus mengetuk dan meminta siapapun yang ada si dalam sana untuk membukakan pintu.
Tok tok tok!...
"Halo siapapun yang ada di dalam, apakah bisa buka pintunya? ini aku Bu Mira" Ujar Bu Mira sambil tetap mengetuk pintu itu.
Dari dalam kamar tampak ada Reza yang masih terjaga dan belum tidur. Ia hanya berbaring dan membiarkan Bu Mira terus mengetuk. Kembali ke Bu Mira, karena tidak ada jawaban dari Reza, ia pun langsung memutuskan untuk mencoba membuka pintu dan ternyata memang tidak di kunci, saat Bu Mira membuka pintu Reza pun langsung segera pura pura tidur karena sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun dan juga sedang tidak ingin di ganggu.
"Reza sedang tidur? mungkin aku akan memberitahunya nanti saja." Ujar Bu Mira sebelum menutup pintu itu kembali.
Pintu pun tertutup dan tampak Reza dengan wajah yang murung. Mungkin ia sudah tidak menahan tangis lagi, tapi ia masih sedikit kesal karena orang orang menanggap jika dirinya masih kecil dan memerlukan perlindungan.
To be contiune >>>
__ADS_1