Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Keputusan Kartika - Episode 29


__ADS_3

Saat makan, mereka kelihatan berbisik satu sama lain. Kakek Dangrau yang melihat itu pun tidak mempedulikan mereka karena ia sudah tau apa yang di perbincangkan anak anak itu.


"Jadi apakah kamu menemukan sesuatu?" Bisik Reza.


"Sudah ku katakan tadi kan? kami menemukan hiasan kepala penari." Jawab Evan berbisik.


"Iya, tapi di mana itu? kenapa tidak kamu bawa?" Tanya Reza.


"Apakah aku harus menceritakan kisah itu kembali?" Tanya Evan.


"Ti-tidak, tapi kenapa kamu tidak membawanya?" Tanya Reza.


"Aku harus mengatakan nya lagi? sudah ku bilang aku meminta Raihan melemparnya, memang kamu suka di kejar wanita yang berjalan merayap, mata melotot, mulut terbuka lebar, dan kepalanya terbalik? apalagi dia itu juga cepat. Ya sudah pasti kami panik dan melemparnya lah, memang kamu mau datang ke pemakaman ku?" Kesal Evan yang merasa Reza tidak mendengarkan kisahnya tadi.


"Kamu kan bisa pakai cara lain, lawan atau kamu lempar benda lain bisa? itu kan penting untuk penyelidikan kita." Ujar Reza.


"Kamu memangnya mendapat informasi apa?" Tanya Evan balik.


"Tidak ada apa apa sih, tapi setidaknya aku membantu Kakek Dangrau." Ujar Reza santai.


"Kamu saja tidak mendapatkan informasi, ku pikir pakai panci boleh?" Tanya Evan dengan senyum kesalnya.


Reza pun langsung menutup mulutnya dan segera kembali makan, mungkin rasa sakit di kepalanya sudah tidak ada. Tapi kejadian itu jika di ingat terkadang suka membuat Reza mual tanpa alasan.


"Ngomong ngomong bagaimana dengan Selly?" Tanya Evan.


"Entahlah, dia kembali ke kamar dan makan di sana. Semoga saja tidak ada banyak bau makanan di sana." Ujar Reza.


Sementara itu di kamar, wajah Selly kelihatan kembali memerah. Bukan karena sambal yang ia makan, tapi mungkin karena hal lain yang membuatnya seperti itu.


"Arghh!... dasar Reza! kenapa dia tidak langsung mandi saja sih saat kembali ke rumah!? Dan kenapa aku mimisan nya banyak sekali.... Arghhh!.. ini memalukan sekali!" Kesal Selly sambil makan.


Suara Selly pun langsung terdengar sampai keluar kamar. Semuanya yang mendengar itu pun hanya bisa keheranan dan berpikir jika Selly sedang dalam mood yang sangat jelek.

__ADS_1


"Tapi ini sedikit berbeda, rasanya aku ingin merasakan nya setiap saat... sudahlah Selly jangan berpikir aneh, mungkin kamu hanya kurang minum air." Ujar Selly sambil menggelengkan kepalanya.


Seusai makan, semuanya pun langsung berbincang bincang di luar. Tentunya Selly hanya keluar mencuci piringnya dan langsung masuk ke kamarnya dengan wajah yang masih sedikit malu.


"Apakah dia akan baik baik saja? dia terus berada di kamar." Ujar Kartika.


"Tenang dia akan baik baik saja." Jawab Reza santai.


"Ku rasa aku akan mandi dulu, berlari ketakutan di hutan membuat ku sedikit kotor." Ujar Evan.


"Mandi saat malam hari? lebih baik jangan." Ujar Kartika.


"Tenang aman kok, lagi pula di sini sudah di rumah. Jadi aman." Jawab Evan dari depan kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, terdengar suara nyanyian. Tentunya itu bukan suara asing, karena salah satu kebiasaan Evan adalah mandi sambil menyanyi. Mungkin itu sudah biasa bagi kebanyakan orang, tapi suara Evan cukup tidak merdu sama sekali.


"Suara nya kenapa seperti ini? ini lebih berbahaya dan mengerikan dari pada panci." Ujar Reza yang tidak tahan dengan suara Evan.


"Itu kamu, aku tentu tidak bisa menahannya." Ujar Reza sambil menutup telinganya.


Sementara itu, di dalam kamar mandi. Terlihat ada sesuatu yang ada di dalam bersama Evan. Saat Evan sedang mencuci rambutnya, ia melihat ada rambut di atas nya dan saat melihat ke atas, ternyata tidak ada ada apa apa.


"Itu aneh, jika tidak salah tadi ada sesuatu." Ujar Evan sabil mendongak ke atas.


"Mungkin hanya perasaan ku saja." Ujar Evan sambil melanjutkan mandinya.


Tapi Evan tidak mengetahui jika di atasnya terlihat sosok perempuan yang sebelumnya. Dengan mata melotot dan mulut terbuka.


"Kembalikan anakku..."


Setelah Eban selesai mandi, kini giliran Raihan. Evan pun langsung berbicara di depan bersama Reza. Tapi Reza kelihatan sedikit agak sensitif dengan suara setelah mendengar nyanyian Evan.


Malamnya, di saat Evan dan Reza sudah tidur karena kelelahan. Raihan dan Selly malah terlihat masih bertenaga dan memainkan ponsel mereka. Sementara itu, di kamar sebelah atau lebih tepatnya kamar Kartika. Kartika kembali memikirkan mengenai pernikahannya.

__ADS_1


"Apa aku sebaiknya menikah saja? ayah sudah bekerja keras di ladang demi aku, tapi apakah keputusan ku ini akan benar untuk semuanya?" Pikir Kartika sambil menyisir rambutnya.


Kartika pun kembali mengingat saat Ayahnya kembali pulang di sore hari. Penuh dengan keringat dan nafas yang terengah engah, tentu Kakek Dangrau sudah tua dan pasti kelelahan di sawah kala itu.


"Aku harus memilih siapa? harus mengikuti saran ayah? atau mengikuti saran ibu?" Gumam Kartika.


Kartika pun langsung berpikir secara mendalam, karena itu merupakan pilihan penting yang akan menentukan masa depannya. Tentunya ia tidak boleh bermain main dalam mengambil keputusan besar ini. Setelah berpikir cukup lama, Kartika pun sudah memutuskan keputusan nya dan segera keluar untuk memberitahu Kakek Dangrau.


Di luar Kakek Dangrau kelihatan sedang duduk sambil menonton TV di luar. Kartika pun langsung berjalan gugup mendekati ayahnya itu. Kakek Dangrau pun langsung menoleh ke arah anaknya dan mengajaknya duduk.


"Kenapa kamu datang malam malam seperti ini?" Tanya Kakek Dangrau.


"Ayah ingat dengan masalah pernikahan itu?" Tanya Kartika.


"Iya, tapi jika kamu tidak mau menikah. Itu tidak masalah, asal kamu bahagia. Ayah tidak ingin kamu menikah secara terpaksa." Ujar Kakek Dangrau.


Kartika pun semakin gugup saat mendengar hal itu. Kartika pun langsung mulai membuka mulutnya dan memberitahu keputusannya mengenai pernikahannya ke ayahnya.


"Aku.. setuju, tapi setelah aku menikah. Ayah harus mengizinkan aku untuk mendapatkan pendidikan lanjutan." Ujar Kartika.


"Sungguh?" Kakek Dangrau pun menjawab seakan akan tidak percaya dan juga senang.


"Iya." Ujar Kartika.


"Kamu tidak melakukan ini secara terpaksa kan?" Tanya Kakek Dangrau.


"Iya, aku tidak melakukan ini secara terpaksa." Jawab Kartika.


"Baguslah, nanti kita bahas persiapannya besok. Sekarang tidurlah, besok kita akan sibuk" Ujar Kakek Dangrau.


Kartika pun langsung segera masuk ke kamarnya dengan lega. Tidak lupa, Kakek Dangrau pun langsung memberitahukan kabar baik itu ke Raihan dan Selly di kamar mereka. Evan dan Reza pun juga di bangunkan saat itu dan bertapa senangnya mereka semua karena berhasil membujuk Kartika. Tapi apakah semua akan baik baik saja selama pernikahan?


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2