
Evan dan Selly pun langsung segera berkeliling dan memeriksa setiap ruangan di Rumah itu. Tapi semenjak mereka ada di sana, Evan selalu merasa jika ada yang tengah mengawasi mereka, tapi anehnya tidak ada apapun.
"Kenapa aku merasa jika kita sedang di awasi?" Tanya Evan heran.
"Sudah kamu jangan berbicara seperti itu. Itu membuatku tidak nyaman." Ucap Selly yang mungkin merasakan hak yang sama dengan Evan.
Satu persatu pintu mereka buka dan tidak ada apapun. Hasilnya tetap saja nihil. Tidak ada siapapun selain mereka di Rumah itu. Di saat sebelum mereka ingin menyerah memeriksa, Selly tiba tiba saja teringat dengan sebuah tempat yang belum mereka periksa kala itu.
"Sepertinya semua ruangan di sini kosong." Ucap Evan yang merasa jika tidak ada apapun di sana.
"Tidak, masih ada satu tempat yang belum kita periksa." Ujar Selly
"Apa itu?" Tanya Evan yang merasa jika mereka sudah mencari ke semua tempat.
"Kita belum mengecek halaman depan." Jawab Selly sambil menunjuk ke pintu depan rumah yang tertutup rapat.
Mendengar pernyataan Selly, Evan pun langsung berjalan menuju pintu depan dengan Selly yang mengikutinya dari belakang. Saat Evan ingin membuka pintu depan, pintu tersebut terasa cukup ringan dan kemudian terbuka dengan lebar.
Ketika pintu itu terbuka, Evan dan Sellypun langsung kaget sebab bukannya menuju ke Halaman Depan, pintu itu malah membawa mereka ke sebuah Rumah yang terlihat asing bagi mereka. Rumah itu tidaklah terlalu besar, tapi tidak terkalu kecil. Dengan berani mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalan Rumah tersebut. Ketika mereka tengah masuk, di tengah kegelapan terlihat sebuah tangan dengan kuku panjang yang mengaruk lantai dengan pelan.
"Sekarang kita ada di mana?" Tanya Evan dengan heran.
"Entahlah aku juga tidak tahu." Jawab Selly.
Brakkk!!
Tiba tiba saja pintu tempat mereka masuk pun langsung menutup dengan sendirinya. Hal itu pun membuat Evan dan Selly kaget.
"Pintunya tertutup!" Ucap Selly kaget.
__ADS_1
Evan pun langsung segera mengedor gedor pintu itu dan erharap jika akan ada yang datang untuk menolong mereka. Tapi tak lama kemudian muncul suara seorang wanita yang memanggil seorang anak perempuan bernama Naika untuk menutup pintu.
"Naika! tolong tutup pintunya ya!" Ucap seorang wanita dari salah satu ruangan yang ada di sana.
"Baik bu!" Jawab seorang anak perempuan yang wujudnya belum di lihat Evan dan Selly.
"Sepertinya kita tidak sendiri kali ini." Ucap Selly.
Seorang anak perempuan pun mulai keluar dari sebuah Kamar dan mengunci pintu yang di pakai Evan dan Selly sebelumnya. Ketika perempuan itu menutup pintu, tidak terlihat jika anak itu kaget atau memberikan ekspresi tambahan karena melihat Evan dan Selly. Malahan ia tampak santai tanpa hambatan seperti tidak melihat apapun.
"Bu, pintunya rusak lagi! tidak bisa di kunci!" Ucap perempuan itu sambil menahan gagang pintu.
"Yaudah, kamu tahan saja pintu itu dengan batu yang ada di sudut ruangan!" Ucap wanita itu kembali.
"Baik bu!" Anak itu pun langsung segera mengambil sebuah batu yang ada di sudut ruangan dan menahan pintu itu dengan batu tersebut.
"Apakah kamu tau apa yanh baru saja terjadi?" Tanya Selly heran.
"Kenapa kamu bertanya pada ku? aku saja tidak tahu apa yang terjadi." Jawab Evan yang juga tsiak mengetahui apapun
"Bukannya berpikiran negatif, tapi aku takut jika kita sudah berpindah ke Dunia Lain." Ucap Selly.
"Berpindah? apa maksud mu?" Tanya Evan heran.
"Aku rasa ini sama seperti permainan mematikan yang sudah kita mainkan sebelumnya." Jawab Selly.
"Apakah maksudmu permainan yang kita mainkan untuk membantu Reza?" Tanya Evab sekedar memastikan.
"Iya kamu benar. Tapi ini menurut ku saja, tidak tentu aku benar atau tidak." Ucap Selly.
__ADS_1
Evan yang awalnya fokus berpikir pun tiba tiba di alihkan perhatiannya dan mulai berjalan menuju Kamar perempuan tadi. Merlihat kamar itu tidak di kunci, Evan diam diam menyelinap masuk dan di dalam sana ada Anak Perempuan tadi yang terlihat tengah asik bermain dengan mainan miliknya. Selly pun juga mulai ikut masuk dan menyaksikan anak perempuan itu beramain dengan mainan yang lumayan bangak. Mereka berdua pun terus memperhatikan anak itu dan tak lama kemudian suara ketukan pun mulai terdengar dari Pintu Depan Rumah itu.
Tok tok tok tok!!...
"Naika!! tolong buka pintunya!" Ucap seorang pria dari depan pintu.
"Bukankah itu suara Ayah? Apakah Ayah pulang lebih awal?" Tanya Perempuan itu dengan penasaran.
"Naika cepat buka pintunya! Ayah mu sudah memanggil mu sejak tadi!" Ucap seorang Wanita dari salah satu ruangan di rumah itu.
"Jadi itu Ayah!? Akhirnya! Ayah pulang juga!" Ucap Perempuan itu sambil dengan penuh semangat.
Mendengar suara itu adalah suara Ayahnya, anak itu pun mulai kegirangan dan dengan sangat cepat anak itu pun langsung segera berlari dari Kamarnya dan menuju ke Pintu Depan tersebut. Ternyata pilihan itu bukanlah pilihan yang salah. Itu memang Ayah dari anak perempuan tersebut. Setelah pintu terbuka, anak itu pun langsung memeluk pria itu dengan sangat erat layaknya tidak ingin jika pria itu meningalkan dirinya.
"N-naika!? apakah kamu baik baik saja di bawah sana?" Tanya ayah perempuan itu sambil memandang anaknya yang sedang memeluk kakinya sendiri.
"Aku baik baik saja! Ayah tidak perlu khawatir!" Ucap anak itu sambil tetap terus memeluk kaki Ayahnya.
Evan dan Selly yang melihat itu semua pun hanya bisa tertawa secara diam diam. Tak lama kemudian seorang wanita pun mulai muncul sabil membawa makanan yang sepertinya akan di berikan pada Pria itu. Setelah itu mereka semua pun berbincang bincang sambil makan bersama. Mereka semua terlihat sangat santai dan dari hal itu bisa di lihat jika mereka semua ini adalah sebuah keluarga.
"Mereka terlihat sangat harmonis." Ucap Evan melihat kebersamaan anak itu dengan kedua orangtuanya.
"Aku setuju dengan mu. Bagaimana jika kita berkeliling saja sebentar?" Tanya Selly yang meminta Evan untuk menemaninya berkeliling tempat itu.
"Baiklah ku rasa itu bukan ide yang buruk juga." Jawab Evan.
Dari pada melihat kebersamaan anak itu dan orangtuanya, Evan dan Selly pun mulai mencoba berkeliling memeriksa seluruh area di Rumah itu. Sama seperti Rumah normal lainnya, mereka tidak menemukan apapun.
To be contiune >>>
__ADS_1