
"Sekarang kita harus bagaimana? ini juga sudah mulai sore" Jawab Evan khawatir.
Tok tok tok...
"Siapa yang mengetuk pintu malam malam seperti ini?" Tanya Raihan heran.
"Entahlah, tapi akan lebih baik jika kita membuka pintu nya" Jawab Reza.
Kemudian Reza pun langsung berjalan ke depan pintu. Saat ia membuka pintu, ternyata itu hanyalah staf hotel yang datang untuk memberikan sebuah pemberitahuan.
"Maaf untuk sementara listrik di hotel ini akan di matikan karena adanya masalah pada generator listrik kami, mohon bersabar sampai pemberitahuan selanjutnya" Ujar staf hotel itu sambil membungkuk sedikit.
"Baik terima kasih pemberitahuan nya" Ujar Reza sambil menutup pintu dan tersenyum sedikit.
"Siapa itu?" Tanya Evan heran.
"Hanya staf hotel, katanya akan ada pemadaman listrik karena masalah generator. Jadi mati lampu ini hanya di hotel ini saja, di tempat lain mungkin memiliki listrik" Jawab Reza sambil mengambil kipas angin portable bertenaga kan baterai.
Meski tidak terlalu membuat sejuk, tapi itu cukup untuk menemani sore mereka yang cukup mengerahkan dan panas. Waktu pun mulai berlaku dan sampai pukul enam malam sudah tiba. Meski sudah mulai malam, tapi lampu lampu dari gedung pencakar langit dan beberapa lampu mobil mulai menghiasi bagian jendela. Karena tidak memiliki hiburan, Reza pun mengajak mereka untuk bercerita horor.
"Apakah kalian ingin bercerita horor?" Tanya Reza sambil membawa sebuah senter yang ada di tas miliknya.
"Cerita horor? boleh saja, yang ceritanya paling membosankan harus mentraktir kita makanan untuk makan malam nanti" Ujar Raihan yang yakin jika ceritanya akan sangat mengerikan.
"Baiklah siapa takut" Jawab Evan.
"Baiklah aku duluan ya, kisah yang akan ku ceritakan adalah mengenai Hisaruki...." Reza pun langsung mengarahkan senter itu ke wajahnya sambil tersenyum sinis.
"Seharusnya aku tidak mengajak Reza ikut, bisa bisa aku mimpi buruk gara gara melihat wajah Reza saat ini" Ujar Raihan dalam hatinya.
Reza pun menceritakan cerita Hisaruki atau hantu yang konon hanya bisa di lihat anak anak di jepang, tapi sayangnya cerita dari Reza itu tidak cukup membuat mereka ketakutan. Karena masih belum ada yang ketakutan, Raihan pun langsung melanjutkan cerita miliknya.
"Dan saat itu juga guru tersebut tidak pernah ingin tau banyak mengenai Hisaruki lagi" Ujar Reza mengakhiri ceritanya.
"Hanya itu?" Tanya Evan teheran heran.
__ADS_1
"Iya, memangnya mau bagaimana lagi?" Tanya Reza.
"Baiklah sekarang giliran ku" Ujar Raihan riang.
"Baiklah, kamu kelihatannya cukup senang. Memangnya apa yang membuat kanu yakin jika cerita mu cukup menakutkan?" Tanya Reza curiga.
"Tenang, kisah yang ingin ku ceritakan adalah mengenai Banshe hantu yang suka menyanyi..." Reza pun memulai ceritanya dengan sebuah urbanlegend dari negeri barat tersebut.
Kisah yang di bawa oleh Raihan kali ini cukup membuat Evan merinding, tapi tidak dengan Reza yang kelihatan biasa saja tanpa sedikit pun wajah ketakutan. Raihan pun bercerita sekitar 15 menit dan meski ceritanya cukup singkat, tapi cerita itu akan susah di lupakan oleh Evan.
"Baiklah, seperti itu saja cerita dari ku. Sekarang giliran Evan" Ujar Raihan sambil memberikan senter ke Evan.
"Baiklah, mungkin aku akan menceritakan kisah desa yang teropsesi dengan bentuk spiral dan pusaran. Atau dalam bahasa jepang di sebut Uzumaki"
Saat Evan akan mulai bercerita, tiba tiba hujan pun mulai turun dan semakin menambah suasana menakutkan yang di hasilkan oleh cerita milik Evan. Tanpa pikir panjang, Evan pun langsung menceritakan kisah Uzumaki yang cukup membuat Reza mulai ketakutan karena di sekitar mereka ada banyak benda yang berbentuk lingkaran dan ada juga yang berbentuk spiral. Karena hal itu selama cerita Reza tidak ingin menatap benda tersebut karena terbawa cerita milik Evan.
"Dan yang tersisa hanyalah perempuan itu, kehilangan seluruh desa dan terjebak dalam kenangan mengerikan terhadap benda spiral. Dan berusaha mencari tahu apa yang terjadi di desa tersebut" Ucap Evan mengakhiri cerita miliknya.
Jederr!!!
Tiba tiba terdengar suara petir yang membuat Raihan sedikit terkejut dan mulai memeluk Evan dengan perasaan ketakutan. Karena melihat tingkah laku Raihan yang sedikit menyebabkan, Evan pun melepas pelukan Raihan dan memarahinya.
"Maaf Evan aku cukup ketakutan tadi, hehehe" Ujar Raihan malu.
Kreeekkk....
"Suara apa itu?" Tanya Raihan ketakutan.
"Tenang itu pasti hanya suara pintu, mungkin itu dari kamar mandi" Ujar Reza sambil berdiri memeriksanya.
"Tapi siapa yang ada di sini selain kita?" Tanya Raihan ketahuan.
"Bagaimana dengan Selly? apakah kamu melupakan nya?" Tanya Evan.
Raihan pun langsung terdiam ketakutan karena ia masih cukup parno dengan kisah milik Evan yang berjudul Uzumaki tersebut. Agar bisa menenangkan Raihan, Reza pun mengajak Raihan untuk memeriksa.
__ADS_1
"Sudahlah kamu tidak perlu khawatir. Bagaimana jika kita mengeceknya apakah ada hantu atau tidak?" Tanya Reza.
"Sekarang kenapa kami yang paranoid?" Tanya Raihan.
"Kamu ingin memeriksanya atau tidak?" Jawab Reza kesal.
"Ehh iya, aku ingin ikut" Jawab Raihan.
"Bagaimana Evan apakah kamu ingin ikut?" Tanya Reza.
"Baiklah, lagi pula aku juga tidak ingin sendirian" Jawab Evan berdiri.
Saat mereka memeriksa ke kamar mandi, ternyata pintu di sana sudah terbuka dan ada jejak lantai basah menuju kamar mereka. Karena penasaran Mereka pun langsung mengecek ke dalam kamar milik mereka dan saat ingin membuka pintu, pintu kamar tersebut pun terbuka sendiri.
Kreeekkk...
Jederrr!!!
Tiba tiba muncul perempuan dengan rambut acak acakan dan sedang memegang sesuatu yang mirip dengan sebuah pisau dan dengan memakai pakaian serba putih. Awalnya mereka berpikir jika itu adalah hantu, tapi tak lama kemudian lampu pun mulai kembali dan membuat seisi ruangan terang. Dan ternyata itu hanyalah Selly yang baru selesai mandi.
"Ada apa dengan kalian? ini aku, kenapa kalian seperti baru saja melihat hantu?" Tanya Selly heran.
"Bagaimana kamu bisa dikamar?" Tanya Raihan yang masih ketakutan.
"Aku baru saja siap mandi, tadi saat mandi rambutku cukup parah. Banyak yang kusut dan lengket, jadi aku lebih lama di kamar mandi. Ehh tau nya mati lampu, jadi aku lanjutkan saja mandi ku sampai siap, tapi kenapa kalian kelihatan baru saja melihat hantu seperti itu?" Tanya Selly heran.
"Tidak apa, tadi kami hanya terkejut melihat mu" Jawab Reza sambil menutup senter miliknya.
"Jadi aku terlihat seperti hantu?" Tanya Selly kesal.
"Mungkin saat gelap saja" Jawab Raihan bisik.
"Sudahlah, ayo kalian mandi. Aku akan mentraktir makan malam kita hari ini" Ujar Reza sambil membuka handphonenya.
"Sungguh? hore!" Jawab Raihan senang.
__ADS_1
Dan akhirnya malam pertama mereka di akhiri oleh sebuah nasi goreng yang Reza pesankan untuk mereka, dan setelah makan mereka pun langsung tidur dan berisiap untuk hari kedua mereka.
To be contiune >>>