
BUAT KALIAN YANG HOBI REBAHAN DAN GA ADA PENGHASILAN, KALIAN BISA CEK IG AUTHOR @_imrsya.
SELAMAT MENCOBA!!
☆
"Selamat pagi menjelang siang, Tuan/Nyonya Gautama" Ucap Sadam masuk ke dalam rumah
"Siang. Maaf, bukannya kamu temannya Nathan?" Tanya Lily
"Iya, Nyonya"
Ayah Nanda mengangguk sebelum berkata. "Kamu kesini mau bertemu dengan Nathan atau ada maksud lain?"
"Dua-duanya. Apa boleh saya duduk?" Tanya Sadam, "Ah ya, sampai lupa, silahkan duduk" Sahut Lily tersenyum ramah
Tak tak tak
Seorang pria melangkah menuruni anak tangga sambil menggendong gadis kecilnya, di samping pria itu ada seorang wanita yang bergelayut manja di lengan sang pria.
"Sadam?" Nathan menurunkan Chesapeake dari gendongannya.
"Gue kira lo udah lupa" Celetuk Sadam memeluk sekilas tubuh tegap sahabatnya, "Mana mungkin gue lupa, lo kesini ada keperluan apa? Tumben nggak ngabarin dulu" Tanya Nathan menggiring Sadam kembali duduk
"Kalau begitu kami ke belakang dulu, kalian bisa mengobrol" Ujar Nanda, "Tunggu, Tuan/Nyonya. Kalian akan tetap disini" Sahut Sadam mencegah Ayah Nanda dan Bunda Lily pergi
"Ada apa?"
"Sebentar" Sadam membuka ponselnya lalu mengirim pesan kepada seseorang.
"Bunda!" Semua mata langsung tertuju pada Chesa yang berlari ke pintu utama.
"Hai, anak cantik" Deva menyambut pelukan sang putri dengan senang hati.
__ADS_1
"Apa ini, Sadam?" Tanya Nathan, tetapi mata elangnya tak lepas dari Chesa yang menggandeng tangan Deva.
"Dia Deva yang asli, Than. Gue ketemu sama dia di jalan dengan keadaan luka, tapi kata dokter nggak ada luka serius" Jelas Sadam
"Dia bohong! Aku Deva yang asli" Sahut Dela tak terima
"Ohya, bagaimana dengan Chesa yang langsung menempel padaku? Bahkan dia memanggilku dengan sebutan Bunda, apa saat kau datang kemari dia memanggilmu dengan sebutan itu?" Timpal Deva sinis, "Sayang, kamu ke kamar dulu, nanti Bunda menyusul"
Chesa mengangguk patuh.
"Ayah, Bunda, Daddy Chesa, kalian bisa menentukan mana Deva yang asli. Kalau kalian memilihnya, aku akan pergi. Tapi kalau kalian memilihku, dia yang akan pergi" Urai Deva
"Di mana biasanya Bunda menyimpan kunci rumah?" Tanya Lily, "Keranjang buah yang ada di kamar Ayah-Bunda" Jawab Deva
Dela diam.
"Dia Deva yang asli, Yah. Yang mengetahui letak kunci rumah hanya aku dan Deva" Ujar Lily menatap sendu tubuh sang putri yang penuh dengan luka goresan
Tekkk
"Apa-apaan ini?!" Seru Dela kesakitan saat menarik tangannya, "Kami menangkap anda dan tuan Dani atas kasus penipuan. Tuan/Nyonya, kami permisi" Ucap polwan H
"Terimakasih banyak"
"Sama-sama, Nona. Ini sudah tugas kami" Polwan itu membawa Dela keluar dari kediaman Gautama.
"Selesai, aku mau ke kamar Chesa dulu" Ujar Deva berlalu pergi, "Ohya, Sadam. Terimakasih"
"Terimakasih kembali."
Ceklek
"Chesa"
__ADS_1
"Bunda"
"Anak Bunda kenapa, hm?" Tanya Deva lembut, "Kenapa Bunda pergi lama sekali, Chesa kan mau tidur sama Bunda" Rajuk Chesa melipat kedua tangannya di dada
"Baiklah, gimana kalau malam ini Bunda tidur sama Chesa disini?" Gadis enam tahun itu mengangguk semangat.
"Ekhem"
"Daddy!"
"Tuan putri Daddy, Daddy mau bicara sama Bunda, Chesa main di luar dulu sama grandpa" Ujar Nathan
"Oke, Daddy" Setelah Chesa keluar, Nathan mengunci pintu kamar lalu mendekati sang istri.
"Daddy Chesa" Tanpa membuang waktu, Deva yang terlebih dulu menyambar bibir tebal suaminya. Melepas rindu setelah satu minggu berpisah.
"Aku merindukan mu, Daddy Chesa"
"Aku juga merindukan mu"
"Bohong, pasti wanita itu sudah menyentuh mu" Ketus Deva berbalik badan, "Kata siapa? Bahkan kami tidak pernah tidur seranjang, Chesa selalu merengek memintaku tidur bersamanya" Kata Nathan memeluk istrinya dari belakang
"Dia memang putriku" Ucap Deva tersenyum senang, "Hanya putrimu? Aku tidak?" Sahut Nathan
"Haha! Ya ya, dia putri kita."
»»——⍟——««
~END~
👤 : "Yeayy!! 100 episode selesai. Maaf ceritanya sampe disini aja, makasih untuk para readers yang udah mau nyempetin waktu buat baca cerita gabut author. Sekali lagi terimakasih!!"
__ADS_1
👤 : "Ada story baru buat kalian, kalau berkenan silahkan mampir. g maksa"