DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 63


__ADS_3

Deva yang tengah bersenda gurau dengan Baby Chesa di taman belakang rumah kaget saat tiba-tiba ada sepasang tangan yang melingkar di perutnya.


"Kau mengejutkan ku, Nathan" Ucap Deva kesal, "Aku mencari kalian dari tadi dan ternyata ada disini" Kata Nathan menggiring Deva duduk di kursi taman


"Mencari udara segar sekalian berjemur" Imbuh Deva


"Va"


"Hem?"


"Wajahmu pucat sekali, kamu sakit?" Tanya Nathan cemas, "Nggak, Nathan. Dari tadi aku biasa saja, mungkin cuma kecapean" Urai Deva


"Tapi ini pucet beneran loh, ayo kita ke dokter" Ajak Nathan, "Nathan, aku nggak papa. Aku akan istirahat saja, jangan terlalu khawatir" Balas Deva menenangkan suaminya


"Beneran nggak mau periksa?"


"Iya. Sepertinya Chesa udah cukup berjemur-nya, ayo kita masuk" Kata Deva berdiri diikuti oleh Nathan.


Deva meletakkan Baby Chesa di atas kasur, ia merasa ada sesuatu yang keluar dari hidungnya.


"Darah" Melihat cairan merah tersebut, dengan segera Deva mengelap nya agar Nathan tidak tahu.


"Va, ini buah untukmu. Makanlah" Ujar Nathan masuk ke kamar dengan membawa sepiring buah yang sudah ia potong kecil-kecil


"Makasih, Ayah Chesa"


"Ibu akan segera datang untuk memandikan Chesa. Lebih baik kamu istirahat, keperluan Chesa biar aku yang urus" Titah Nathan, "Nggak, Nathan. Aku yang akan menyiapkan keperluan Chesa, lebih baik kamu bersiap ke kampus" Balas Deva


"Hari ini aku akan di rumah untuk memastikan mu benar-benar istirahat" Kata Nathan, "Nathan, tugasmu bukan hanya sebagai suami. Kau juga masih punya tanggung jawab sebagai mahasiswa dan pemimpin perusahaan, aku akan baik-baik saja di rumah" Lanjut Deva

__ADS_1


"Baiklah, tapi kau harus memberiku kabar setiap satu jam sekali" Putus Nathan diangguki setuju oleh Deva.


***


"Lakukan tugasmu sebaik mungkin, Ambar. Nona tidak akan mengampuni kita kalau terjadi kesalahan" Ucap seorang pria memperingati, "Iya, Kak Akbar. Aku akan menjalankan tugasku sebaik mungkin dan akan ku pastikan semuanya berjalan sesuai rencana" Balas wanita yang bernama Ambar tadi


"Sepertinya itu nona datang, ayo kita lihat" Ajak Akbar di balas deheman oleh Ambar, keduanya berjalan keluar dari ruangan Akbar


"Nona, silahkan duduk" Ucap Akbar ramah


"Hmm, aku kemari ingin memberitahu kalian kalau sebentar lagi rencana kita akan di mulai. Ambar, kau tau tugasmu seperti apa?" Tanya seorang wanita yang duduk dengan bersilang kaki


"Iya, Nona. Saya mengerti dengan tugas dan apa yang harus saya lakukan, anda tinggal memberikan perintah untuk saya bergerak" Jawab Ambar tersenyum


"Bagus. Dan Akbar, kau persiapkan semuanya dengan benar, jangan sampai ada yang mengetahui tentang rencana ini"


"Semuanya sudah di atur, Nona" Balas Akbar.


Tiba-tiba saja ia teringat dengan ayah biologis putrinya.


"Apa yang ku pikirkan, sekarang Anin lebih penting daripada apapun juga. Aku akan berusaha menjadi ibu sekaligus ayah untuk Anin" Ucap Arinda tersenyum tipis.


Setelah jam kuliah selesai, Nathan bergegas pulang ke rumah. Mengingat keadaan Deva tadi membuat nya tidak tenang, tetapi langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang memanggilnya


"Kak Nathan!"


"Ya" Nathan berbalik dan melihat seorang gadis berlari menghampiri nya


"Bisa tolong bantu jelasin materi yang ini, kata pak Imam tadi suruh tanya sama Kakak" Ucap gadis itu, "Kirim materi yang tidak kau pahami ke nomor ini, nanti ku jelaskan lewat vidio" Nathan memberikan nomor publiknya bukan nomor pribadinya kepada sang gadis itu

__ADS_1


"Makasih, Kak"


"Hm" Nathan kembali melanjutkan langkahnya menuju parkiran.


Di sepanjang perjalanan, Nathan benar-benar sudah tidak sabar lagi sampai di rumah. Terlebih lagi setelah kehadiran Chesa yang menjadikan hidupnya semakin sempurna


Pemuda itu menggeram kesal saat dirinya terjebak macet


"Astaga, pake macet segala lagi" Gerutu Nathan


Mata elangnya terpaku kepada seseorang yang berada di mobil samping nya.


"Deva? Tap—"


Tin tin!


Kefokusan Nathan terbuyar mendengar suara klakson mobil di belakangnya, ternyata jalanannya sudah mulai normal kembali.


Sampai di depan rumah, Nathan turun dari mobil. Dahinya mengerut ketika melihat Deva, Ibu Maira, dan Chesa sedang bermain di halaman rumah.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Deva? Kau disini" Tanya Nathan membuat Deva maupun Ibu Maira bingung, "Iya, memangnya aku kemana?" Tanya balik Deva


"Tadi aku melihatmu di dalam mobil waktu aku terjebak macet" Jawab Nathan, "Ayah Chesa, dari tadi aku dirumah bermain sama Chesa. Iyakan, Ibu" Kata Deva


"Iya. Mungkin kamu salah lihat, lebih baik kamu bersih-bersih terus istirahat" Titah Maira

__ADS_1


"Ya, mungkin saja aku kecapean. Kalau begitu, aku masuk dulu" Pamit Nathan.


__ADS_2