DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 80


__ADS_3

Keempat keluarga yang terdiri dari Keluarga Gautama, Keluarga Alexander, Keluarga Smith, dan Keluarga Abraham tengah berkumpul di kediaman Gauatam atas permintaan dari tuan muda Alexander, Nathan.


"Mengapa Nathan mengumpulkan kita di sini, apa ada sesuatu" Tanya Zoya berbisik pada suaminya, "Entah, kita tunggu saja" Balasan Surya


Tidak lama dari itu, mereka di bingung kan dengan mobil ambulance yang berhenti di pintu utama, karena pintu utama selalu terbuka jadi mereka bisa melihat nya. Petugas rumah sakit turun dari mobil tersebut dan beralih ke belakang, tidak lama mereka masuk ke dalam rumah Ayah Nanda dengan menggotong sebuah peti mati.


"Tunggu, kalian salah alamat" Ucap Nanda, "Tidak, Tuan Gautama. Kami mengantarkan jenazah ini sesuai dengan alamatnya" Jawab petugas 1, "Kami hanya menjalankan tugas. Karena tugas kami sudah selesai, kami permisi" Kedua petugas rumah sakit itupun pergi dari kediaman Gautama


"Yah, jangan bilang kalau ini—" Fikiran Bunda Lily sudah tak bisa berfikir jernih lagi melihat peti mati di hadapannya


"Assalamu'alaikum" Perhatian mereka kembali teralih ke pintu utama.


"Deva/Nona?"


Deva meminta Nathan untuk kembali mendorong kursi rodanya mendekati mereka semua.


"Surprise!"


"Nathan?"


"Deva yang merencanakannya, Pah. Aku hanya menurutinya" Jawab Nathan, "Dasar anak nakal! Kau ingin Oma mu cepat menyusul opa mu di surga, huh!!" Sergah Oma Yosy menahan diri untuk memukul betis cucu perempuan nya menggunakan tongkat

__ADS_1


"Oma, ak—" Ucapan Deva terhenti ketika melihat Bunda Lily beranjak pergi dari sana. Melihat hal tersebut, Deva berusaha berdiri dari duduknya.


"Tetap di tempat mu, tubuhmu masih lemah" Tegur Nathan


"Tap—"


"Suamimu benar, kamu bisa bicara dengan bundamu nanti, lebih baik kamu istirahat. Nathan, bawa Deva ke kamar" Titah Nanda lalu pamit pergi menyusul sang istri.


Ceklek


Ayah Nanda masuk ke kamar dan melihat sang istri duduk di tepi ranjang.


"Bunda sedih lihat Deva seperti tadi, Yah. Bunda ngerasa gagal menjaga Deva" Kata Lily menempatkan kepalanya di dada bidang sang suami, "Bunda nggak gagal, kalau kita tau semuanya, pasti kita sudah memberikan yang terbaik buat Deva bukan? Lihat sekarang, Deva sudah kembali. Itu artinya, Deva sudah sembuh. Dia anak yang kuat, dia pasti akan kembali untuk Bunda nya" Balas Nanda mengulas senyum


Cup


"Ayah.." Kedua pipi Bunda Lily bersemu merah saat tiba-tiba Ayah Nanda mengecup singkat bibirnya.


"Ayo, besan masih ada di bawah" Ajak Nanda, "Ayah duluan saja, nanti Bunda menyusul" Balas Lily diangguki oleh Ayah Nanda.


Di kamar Deva, sepasang manusia tengah asik bercanda tawa dengan seorang gadis kecil berusia satu tahun.

__ADS_1


"Dia lebih menggemaskan dari foto yang di kirim Ambar kepadaku" Ucap Deva mencium gemas pipi gembul Baby Chesa, "Ayah Chesa, bagaimana dengan kuliahku?"


"Kamu tenang saja, semuanya sudah ku urus. Kalau kamu benar-benar sudah sehat, kamu bisa berangkat hari itu juga. Lalu bagaimana dengan gadis menjengkelkan itu?" Tanya Nathan


"Siapa?"


"Ambar"


"Dia akan pulang, karena tugasnya disini sudah selesai. Tapi kalau dia ingin menemui Chesa, biarkan saja" Jawab Deva, "Kenapa wajahmu begitu kesal, apa Ambar melakukan kesalahan?"


"Hanya kesal saja, tidak ada kesalahan fatal" Jawab Nathan, "Aku akan berbicara dengan bunda sebentar, tadi aku belum sempat berbicara dengannya" Ujar Deva memberikan Baby Chesa kepada Nathan


"Aku akan mengantarkan mu"


"Tidak perlu, Nathan. Aku akan jalan sendiri"


"Tap—"


"Aku masih kuat untuk berjalan" Perlahan Deva beringsut turun dari ranjang.


"Pelan-pelan" Deva mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2