
Sarapan pagi dengan di hidangkan pemandangan romantis oleh pasangan muda yang masih terlelap membuat para orang tua senyum-senyum sendiri. Pasalnya, saat mereka berempat masuk ke dalam, mereka di suguhkan dengan pemandangan Nathan dan Deva yang tertidur dengan posisi berpelukan.
"Apa begitu nyamannya sampai pada nggak mau bangun" Celetuk Surya, "Biarin aja, ini tu pemandangan langka. Mereka kalo nggak diem-dieman ya adu mulut, biarin aja" Kata Zoya
"Ya, perkembangan yang cukup baik. Sebelum menikah, Deva sangat jarang mengeluarkan suaranya. Tapi sekarang, sangat berbeda. Lama kelamaan keceriaan nya mulai kembali" Tambah Lily
"Begitupun dengan Nathan, kemarin aku saja kaget melihatnya tersenyum meledek Deva saat kau suapin" Ujar Zoya menatap Lily dengan senyuman nya
"Nathan—"
"Iya, Nathan kemarin senyum. Setelah sekian lama akhirnya dia senyum juga" Sela Zoya
"Ini sudah lewat jam sarapan, kita bangunin aja mereka. Kasian kalau mereka sakit karna telat makan" Peringat Nanda melihat jam yang melingkar di tangannya
Lily dan Zoya beranjak menghampiri pasangan itu, ia mengusap pelan pipi putrinya sampai sang empu terusik. Sedangkan Zoya, ia menoel-noel hidung putranya
"Ayo bangun, waktu sarapan udah lewat" Ucap Lily, "Masih pagi, Bunda" Balas Deva yang masih belum sadar posisi nya sekarang sedang berpelukan dengan suaminya
"Abis sarapan kamu bisa meluk Nathan lagi"
__ADS_1
"Ha?" Deva tersadar dan langsung melepaskan pelukannya
"Enak ya tidur sambil di peluk, sampe bangunnya kesiangan gitu" Ledek Nanda, "Yah, ini masih pagi. Jangan godain anaknya dulu" Tegur Lily melihat rengutan Deva
"Nathan"
"Iya, Mah. Nathan bangun kok" Balas Nathan mendudukkan dirinya, "Kata dokter nanti kamu bisa pulang setelah cairan infus nya abis" Kata Zoya
"Hm."
Siang hari, Nathan sudah di perbolehkan pulang. Kedua keluarga sekarang tengah berkumpul di rumah Nathan dan Deva.
"Deva!" Deva mendengus kesal mendengar teriakan Nathan dari kamar, ntah sudah berapa kali Nathan berteriak memanggil nya hanya untuk hal sepele.
"Apa"
"Sini" Deva menurut dan duduk di sebelah Nathan di atas ranjang
"Hm?"
__ADS_1
"Gue kangen sama ini" Ucap Nathan menunjuk bibir tipis milik Deva, "Geli gue denger lo kayak gini, mending lo jadi cuek aja dah" Kata Deva menjauhkan dirinya
"Ck, sini. Gue ada sesuatu buat lo" Kata Nathan, Deva kembali mendekat.
"Pilih mana? Motor, mobil, atau handphone" Tanya Nathan menunjukkan kunci motor sport, mobil, dan ponsel berlogo apple keluaran terbaru di depan Deva
"Buat apa?"
"Hadiah pernikahan, gue belum ngasih lo apa-apa. Atau yang terakhir, ini" Nathan mengambil tiga macam MacBook pro
"Motornya aja, simple" Jawab Deva mengambil kunci motor di hadapannya, "Thanks"
"Hm, tapi sebenernya ini semua buat lo" Kata Nathan, "Kenapa boros-boros sih? Mending duitnya di tabung" Omel Deva
"Yakan mau buat pilihan" Nathan menggaruk tekuk nya yang tidak gatal mendengar omelan dari Deva.
"Berhubung barang-barang gue masih bagus, jadi ini semua gue simpen dulu. Mubazir barang-barang gue yang masih bagus kalo di ganti" Ujar Deva
"Terserah enak lo gimana" Balas Nathan, "Ayo kita turun, kasian yang lain masa di tinggal"
__ADS_1
"Kan lo yang manggil gue tadi" Dengus Deva memukul lengan Nathan
"KDRT."