DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 50


__ADS_3

Di sebuah ruangan, pasangan kakak-beradik tengah memerhatikan wanita yang duduk di depannya.


"Ini, saya meracik obat ini khusus untuk anda dan sudah saya pastikan obat ini aman" Ucap sang kakak memberikan sebutir kapsul yang ada di dalam sebuah plastik klip


"Hanya sebutir?"


"Ya. Jangka waktu obat ini bertahan sampai satu bulan, jadi tidak akan ada yang curiga. Dan untuk bulan selanjutnya, akan saya berikan sebutir lagi" Jelas sang kakak lagi


"Baiklah, rencana kita masih sangat panjang. Saat waktunya tiba nanti, kalian harus mempersiapkan diri" Kakak-beradik itu hanya mengangguk patuh.


***


Brukk tak


Deva yang sedang berjalan tidak sengaja menabrak Rani dan membuat ponsel gadis itu terjatuh.


"Kalau jalan itu pake mata! Lihat, handphone ku rusak gara-gara dirimu" Kesal Rani memungut ponselnya yang ada di lantai


"Hei, kenapa marah-marah? Kalau rusak, aku akan menggantinya" Kata Deva melenggang pergi ke dapur, "Dasar sombong! Bilang saja kau sengaja menabrak ku agar ponselku jatuh, secara kamu tau ponsel ini pemberian dari kakek dan kau tidak pernah mendapatkan nya" Ejek Rani


"Ha? Ponsel seperti itu aku bisa membelinya sendiri tanpa harus meminta dari kakekmu, aku punya usaha yang bisa aku andalkan dan suamiku juga bisa membelikan nya tanpa aku suruh" Balas Deva menuangkan air ke dalam gelas, "Dan ingat batasan mu, kau disini hanya tamu dan aku adalah tuan rumahnya" Deva memilih kembali ke kamar dari pada terus berdebat dengan Rani yang akan membuatnya stress.


"S***! Berani sekali dia" Rani menghentakkan kakinya keluar dari rumah, karena perasaan kesal ia tak melihat kunci mobil siapa yang dia bawa


"Nona, tunggu!" Seorang supir mencegah Rani yang ingin menaiki mobil milik oma Yosy


"Apa!"

__ADS_1


"Anda di larang menggunakan mobil ini, Nona" Ucapnya, "Apa Deva yang menyuruhmu melarang ku menaiki mobil?" Ketus Rani


"Bukan, Nona. Tapi mobil yang ingin anda gunakan milik nyonya Smith, bisa jadi masalah besar jika anda menggunakan nya" Jelas sang supir


"Aish..mana kunci mobil yang lain, aku mau pergi" Pinta Rani, "Saya ini supir pribadi nyonya Smith, Nona. Jadi saya hanya membawa kunci mobilnya" Jawab supir itu lagi


"Astaga, semuanya membuatku kesal. Pergi!" Dengan senang hati supir itu pergi.


Rani berjalan menghampiri supir yang sedang bermain catur di pos satpam.


"Mana kunci mobilnya" Dengan tak aturan, Rani meminta kunci. "Apa kau tidak dengar, aku minta kunci mobil"


"Kunci mobil yang mana, Nona. Kunci mobil yang saya bawa sangat banyak" Jawab supir itu, "Yang paling bagus, cepetan" Kata Rani


"Anda sudah dapat ijin dari tuan Nanda?"


"Ini, Nona. Tapi tolong hati-hati bawanya, mobil ini baru di beli nona Deva sebulan yang lalu" Pesan sang supir, "Iya, udah sana lanjutin main catur nya" Rani melengos pergi ke garasi, ia mendekati salah satu mobil yang ia yakini adalah mobil baru yang supir maksud.


Dengan seenaknya, Rani melajukan mobil tersebut meninggalkan pekarangan rumah.


"Gue pamerin aja ah ke temen-temen, pasti pada iri. Secara ini kan mobil keluaran terbaru, pasti mereka nggak punya yang kayak gini" Gumam Rani dengan angkuh


Sampai di tempat tongkrongan yang biasa ia teman-temannya kunjungi, Rani pun turun dari mobil. Sebelum sampai di sana ia sudah menelfon teman-temannya untuk datang, dan terlihat sekitar ada tiga sampai lima orang yang sedang melambaikan tangan ke arah Rani


"Hai, maaf nunggu lama" Ucap Rani duduk di sebelah salah satu temannya, "Nggak papa. Eh, itu yang lo bawa mobil siapa?" Tanya si A


"Mobil gue lah, masa minjem. Lo pada nggak liat masih kinclong gitu, nomor plat nya juga masih putih" Jawab Rani sombong, "Wih keren! Padahal itu mobil keluaran terbaru loh, harganya juga nggak main-main" Sahut si E

__ADS_1


"Mau nyoba nggak, kita jalan-jalan hari ini" Ajak Rani


"Boleh?"


"Boleh dong, ayo" Semuanya bersemangat dan bergegas masuk ke dalam mobil.


Sedangkan di kediaman Gautama, Deva yang ingin jalan keluar bersama Nathan mendapati mobilnya tidak ada di garasi


"Sayang, ada apa? Ayo, katanya mau jalan-jalan" Tanya Nathan yang berada di samping mobilnya, "Mobil yang baru aku beli bulan lalu nggak ada di garasi, Nathan" Kata Deva


"Coba kita tanya supir" Deva menganggukkan kepalanya, kemudian menghampiri supir yang tadi mintai kunci oleh Rani


"Pak, di mana mobil saya?" Tanya Deva tanpa basa-basi, "Mobil yang mana, Nona" Tanya sang supir


"Mobil yang baru, di garasi nggak ada" Desak Deva, "Oh yang itu, tadi di bawa sama nona Rani. Katanya udah ijin" Jawab sang supir


"Apa! Astaga, kenapa di kasih! Bapak bisa kasih mobil saya yang lain, kenapa harus yang itu?!" Kesal Deva


"M–maaf, Nona. Saya hanya–"


"Pergi dari hadapan saya!" Supir itu menurut dan pergi ke dalam.


"Va, tenang dulu. Mungkin Rani hanya jalan-jalan sekitar sini" Ucap Nathan menenangkan Deva, "Tidak, Nathan. Aku sudah cukup mengalah darinya sejak kecil, kali ini tidak lagi. Aku tidak akan membiarkan dia menyentuh barang-barangku" Urai Deva marah


"Yasudah, kalau begitu kita cari Rani. Kamu tenang dulu dong" Bujuk Nathan


Deva mengambil ponselnya untuk melacak keberadaan orang yang menggunakan mobilnya tanpa ijin.

__ADS_1


"Kita ke mall sekarang" Tanpa menunggu jawaban dari sang suami, Deva berlalu masuk ke mobil.


__ADS_2