DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 58


__ADS_3

"Frans! Jangan lari lagi, aku sudah lelah" Pinta seorang wanita tersenggal-senggal, "Sudah ku katakan! Jangan mengejarku, Deva!" Kata Frans dari jauh


"Tapi kau mau kemana, dan kenapa wajahmu sangat pucat? Kau sakit" Tanya Deva berjalan mendekati Frans, "Jangan mengkhawatirkan diriku, jaga dirimu baik-baik" Balas Frans tersenyum


"Tap—"


"Aku harus pergi" Perlahan sosok Frans mulai menghilang dari pandangan Deva


"Frans! Frans, kau di mana? Jangan bercanda seperti ini, kembalilah!" Teriak Deva mengedarkan pandangannya


"Frans!!" Deva tersadar dari tidurnya, tangannya menyeka keringat yang bercucuran di dahinya


"Mimpi apa tadi? Frans? Aku harus secepatnya bertemu dengannya" Arah pandangnya beralih ke samping tempat tidur dan sofa yang kosong


"Dimana mereka?" Gumam Deva beringsut turun dari ranjang


Deva menyibak tirai jendela dan melihat seorang pemuda tengah berjemur di bawah sinar matahari bersama seorang bayi.


"Mereka di sana" Deva melangkah keluar dari kamar dan tiba-tiba ada sebuah dorongan yang memintanya untuk naik ke lantai atas


Dengan hati-hati ia mulai menginjak setiap anak tangga sampailah ia berdiri di depan sebuah pintu yang berada di dekat tangga.


Ceklek


Aroma parfum yang sangat ia kenal langsung menusuk indra penciuman nya, ia melanjutkan langkahnya masuk ke dalam.


"Bukankah ini aroma parfum ku?" Deva terus menelusuri setiap inci kamar tersebut sampai ia menemukan sebuah bingkai kecil yang berada di atas meja rias


"Jadi benar aku sudah menikah dengannya, tapi kenapa aku tidak ingat sama sekali" Melihat foto pernikahan tersebut, membuat Deva semakin penasaran dengan hal lain


Wanita itu berhenti di sebuah laci yang berada di samping ranjang, tangannya mengulur membuka laci tersebut. Sebuah buku bersampul putih ia ambil, kemudian membukanya


"Foto USG? Ken–akh!!" Deva memegang kepalanya yang terasa ingin pecah. Serpihan-serpihan memori mulai berputar di kepala Deva dengan gambaran yang samar

__ADS_1


'SAH'


'Ya, kami pisah kamar'


'Dek, kamu bunting'


'Selamat, anda akan menjadi seorang Ibu'


'Aku pengen makan ikan bakar, Nathan'


'Aku mencintaimu, Deva Parameswara Gautama'


'Aku juga mencintamu, Nathan Alexander'


'Besok aku akan lembur di kantor, bisakah kau mengantarkan makan siangku kesana?'


'Pak, nanti Bapak bisa lang–Pak, awas!!'


"Deva" Dengan langkah besar, Nathan segera menghampiri Deva yang kesakitan


Nathan menggendong bridal Deva lalu merebahkan nya ke atas kasur.


"Tunggu disini, aku akan mengambil air untukmu" Deva diam dan membiarkan Nathan pergi, tidak lama pun Nathan kembali


"Minumlah" Deva menerima lalu meminumnya sampai tandas.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Nathan, "Nggak tau, tiba-tiba penasaran aja" Jawab Deva sekenanya, "Lalu katakan, apa yang sebenarnya terjadi. Aku melihat foto pernikahan, di dalam foto itu ada aku dan dirimu. Jika foto itu benar, kenapa aku tidak mengingat apapun"


"Sebuah insiden yang membuat semuanya terjadi, kau akan mengetahuinya nanti. Sekarang lebih baik kamu mandi, lalu sarapan. Semuanya sudah siap di bawah" Titah Nathan


"Tap—"


"Jam sarapan pagi akan segera berlalu, cepatlah" Sela Nathan beranjak pergi

__ADS_1


"Kalau memang aku tinggal disini setelah menikah dengannya, berarti aku membawa buku nomor telfon. Aku akan mencarinya" Deva kembali mengorek kamar tersebut untuk mencari buku telfon miliknya, buku tersebut tertulis nomor-nomor orang-orang terdekat dan orang-orang penting.


"Dapat! Akhirnya, aku akan menelfon seseorang untuk mencari tahu semuanya. Kalau aku tidak bisa keluar dari rumah ini, orang-orang ku di luar masih bisa bekerja untukku" Deva membawa buku itu ke kamar bawah, teringat ia tidak memegang ponsel, jadi ia akan meminjam ponsel Nathan secara diam-diam


"Tidak di kunci? Syukurlah" Merasa senang ponsel Nathan tidak ada password nya, Deva segera menghubungi orang suruhannya


^^^"Lakukan sesuatu untukku"^^^


"..."


^^^"Deva Parameswara Gautama"^^^


"..."


^^^"Tidak masalah"^^^


"..."


^^^"Cari tau di mana tuan muda Derandra berada, aku ingin sore ini kau sudah mendapatkan semuanya"^^^


"..."


^^^"Kau keberatan?"^^^


"..."


^^^"Lakukan dengan segera."^^^


Di sisi lain, orang suruhan Deva tengah berfikir tentang majikannya.


"Ada apa dengan nona? Kenapa dia menyuruhku mencari keberadaan orang yang sudah tiada? Yasudahlah, toh aku dapat gaji" Gumamnya beranjak pergi dari ruangan miliknya.


Sore harinya, Deva masih menunggu orang suruhannya di taman belakang rumah untuk memberikan laporan yang ia minta. Tetapi sudah hampir satu jam lebih ia menunggu, orang itu tidak kunjung datang.

__ADS_1


"Di mana dia? Sudah satu jam lebih aku menunggu, tapi dia tidak datang-datang?" Gerutu Deva, "Jalan ini tidak berjalan dengan lancar, jadi aku harus ke rumah Frans. Tidak peduli bagaimana Nathan melarangnya" Sudah tidak sabar ingin mengetahui semuanya, Deva keluar dari rumah dari jalur belakang.


👤 : "Semuanya akan di jelaskan satu per satu."


__ADS_2