
Citttt
Sebuah mobil berwarna putih berhenti secara mendadak tepat di depan Arinda berjalan, kaca mobil tersebut terbuka dan terlihat Deva tengah menatap tajam dirinya
"Masuk!"
"Deva?"
"Masuk!"
Arinda mengangguk, kemudian masuk ke dalam mobil mantan adik ipar nya. Deva mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Siapa yang menyuruh Kakak pergi dari rumah?" Tanya Deva melirik sekilas Arinda
"Tidak ada"
"Kembali ke rumah atau ku antar ke tempat yang seharusnya Kakak tempati" Tanya Deva tersenyum miring, "Deva, jangan bercanda. Tidak mungkin Kakak datang kesana" Kata Arinda
"Apanya yang tidak mungkin? Kakak berhak datang ke sana" Imbuh Deva, "Nggak, Deva. Kakak sudah nyaman hidup berdua dengan Anin, jadi biarkan saja" Ujar Arinda
"Hem, kalau begitu kita balik ke rumah. Bunda dari tadi terus mikirin kalian" Lanjut Deva
"Tap—"
"Hanya ada dua pilihan"
"Baiklah, kita ke rumah saja" Ucap Arinda pasrah.
__ADS_1
Deva memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu utama kediaman Gautama, ia dan Arinda turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Senyum Bunda Lily mengembang melihat Arinda dan Anindita kembali, entah kenapa ia tidak rela jika harus berpisah dengan mantan menantu dan juga Anindita yang sudah ia anggap sebagai cucu sendiri.
"Tugasku sudah selesai, aku harus kembali ke rumah papa. Tadi aku ninggalin Chesa yang tertidur" Ujar Deva
"Hati-hati di jalan, Sayang" Kata Lily, "Iya, kalau begitu Deva pergi dulu. Assalamu'alaikum" Pamit Deva
"Waalaikumsalam"
"Bunda.."
"Semuanya sudah berlalu, bukankah kau sudah mendapatkan hukuman? Untuk apa di bahas kembali" Balas Lily memeluk Arinda, "Kamu tetap anak perempuan Bunda"
"Terimakasih."
Di kediaman Alexander, Deva baru saja masuk ke dalam rumah. Dari jauh ia melihat ibu mertuanya sedang sibuk dengan dapur
"Mama ngapain?"
"Buat Bruschetta, Risotto, sama Arancini, nggak tau mau ngapain jadi cari kesibukan sendiri" Jawab Zoya, "Boleh Deva bantu?" Tawar Deva
"Tentu saja, kamu bisa bantu Mama isi gulungan nasi ini dengan mozarella terus di laburin tepung roti ini" Ujar Zoya memberikan arahan
__ADS_1
Deva mengangguk lalu mengerjakan apa yang sudah Mama Zoya katakan, sebelum itu ia mencuci tangan dan menggunakan celemek agar tidak mengenai bajunya.
Tiga masakan pun selesai dalam waktu hampir dua jam lebih berperang dengan alat dapur. Mama Zoya maupun Deva langsung menata nya di atas meja makan
Deva kembali mencuci tangannya sebelum pamit ke kamar.
Ceklek
Wanita itu tersenyum melihat Baby Chesa masih tertidur pulas, tapi kali ini Baby Chesa tertidur di dekapan suaminya, Nathan. Deva berjalan mendekat mereka lalu duduk di tepi ranjang.
Tanpa ia sadari, cairan bening mengalir di kedua pipinya.
Rasanya aku ingin waktu berhenti dan terus melihat wajah tenang kalian berdua. Walaupun nanti akan terulang, pasti rasanya akan berbeda. Ucapanmu benar Frans, aku harus menjaga orang-orang yang ku sayangi. Terimakasih sudah mengikhlaskan dan merestui hubungan ku dengan Nathan, suamiku. Kau dan Nathan memiliki tempat tersendiri di hatiku, kalian sama-sama orang yang ku sayangi dan sangat berharga dalam hidupku. Aku sudah bahagia disini, semoga kamu juga bahagia di sana, Frans. Ucap Deva dalam hati
Jika di tanya berat tidaknya melepas pergi orang yang ia cintai untuk selama-lamanya? Jawabannya adalah iya. Deva merasakan rasa perih itu, bahkan terkadang lukanya masih sangat terasa menyayat hatinya.
"Sayang" Dengan hati-hati, Nathan mengurai pelukan nya pada Baby Chesa
"Hem, ya" Deva menghapus cepat air matanya lalu tersenyum
"Kau kenapa?" Tanya Nathan, "Tidak ada, tadi hanya kena debu" Kilah Deva, "Kamu nggak bisa bohong, apa ada masalah" Tanya Nathan sekali lagi
"Tidak ada, Nathan. Ohya, tadi aku sama mama buat Bruschetta, Risotto, sama Arancini. Lebih baik kamu mandi, biar Chesa bersamaku" Ujar Deva mengalihkan topik
"Jangan mengalihkan pembicaraan" Sahut Nathan
Deva tersenyum, kemudian menggeser duduknya agar lebih dekat dengan sang suami. "Aku bahagia, Nathan. Aku bahagia memiliki mu, dan juga Chesa. Selama ini aku selalu merasa sendirian walaupun keluarga ku bersamaku, maaf kalau aku menyebut namanya. Setelah Frans tiada, aku menutup diriku dan tidak ada niat untuk menjalin hubungan dengan pria lain. Tapi semuanya berubah setelah kamu datang, sampai Chesa hadir di antara kita"
__ADS_1
"Kau tau, aku juga merasa bahagia bisa memilikimu. Terimakasih sudah menghadirkan Chesa di pernikahan kita" Balas Nathan merengkuh tubuh Deva