DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 85


__ADS_3

Nathan mengulas senyum seraya memeluk sang sang istri yang tengah mengomeli dirinya, beberapa menit yang lalu ia sempat mimisan karena terlalu banyak aktivitas seharian. Jadwal kampus dengan jadwal kantor sempat bentrokan yang membuat nya tidak sempat mengistirahatkan diri.


"Sayang, aku minta maaf" Ucap Nathan mencium pipi Deva, "Selalu saja seperti itu, setelah meminta maaf kau langsung mengulanginya lagi" Balas Deva berusaha melepas pelukan sang suami tetapi tidak bisa


"Dengerin dulu, memang hari ini aku nggak sempat istirahat karna tadi jadwal kampus sama jadwal kantor bentrokan, jadi aku nggak ada waktu istirahat" Jelas Nathan, "Ya, kau lebih mementingkan pekerjaan mu dari pada kesehatan mu. Lepas, malam ini aku tidur dengan Chesa" Kata Deva melepas paksa pelukan Nathan, kemudian berlalu keluar dari kamar menuju ke kamar baby Chesa.


Nathan menghembuskan nafas kasar, sebelum menyusul sang istri. Ini juga kesalahannya yang tidak melihat jadwal hariannya terlebih dahulu.


"Nathan" Panggil Maira, pria itu menghentikan langkahnya.


"Iya, Ibu. Ada sesuatu?" Tanya Nathan, "Tidak, kamu mau kemana keluar kamar malam-malam" Tanya Maira, "Nathan mau ke kamar Chesa, Ibu. Nathan ingin melihatnya sebentar, biasanya kan Chesa tidur sama Nathan" Jelas Nathan tersenyum paksa, tidak mungkin ia mengatakan kalau ia ke kamar baby Chesa untuk membujuk sang istri yang sedang marah padanya


Ibu Maira mengangguk paham. "Yasudah, Ibu ke kamar dulu"


"Ya" Nathan kembali melanjutkan langkahnya setelah ibu Maira pergi.


Ceklek


Nathan membuka pintu kamar baby Chesa, terlihat sang istri tertidur di kasur single dengan posisi membelakangi pintu sedangkan baby Chesa tidur di box bayi.

__ADS_1


Dengan langkah pelan Nathan mendekati Deva dan ikut berbaring di sampingnya. Tangan kekarnya ia lilit-kan di perut wanitanya


"Bunda Chesa, aku tau kamu belum tidur. Maaf karna sudah membuatmu khawatir, janji nggak lagi" Ucap Nathan berusaha membujuk, "Bunda Chesa"


"Pergilah"


"Tidak, aku tidak akan pergi dari sini" Jawab Nathan cepat, "Kau bisa disini, biar aku yang pergi. Lakukan apa saja yang menurutmu benar" Kata Deva bangkit dari tidur


"Sayang.." Nathan kembali mendekap Deva.


Deva membuang nafasnya pelan. "Jangan ulangi lagi"


"Beneran?"


"Iya, Ayah Chesa. Aku mengantuk, mau tidur" Ucap Deva, "Bunda Chesa, seharian kita tidak bertemu, ini waktunya kita bersenang-senang" Kata Nathan, tangannya sudah tidak bisa di kondisikan lagi


"Sepertinya rasa lelah membuatmu melupakan segalanya, kau tidak ingat ini tanggal berapa?" Tanya Deva tersenyum mengejek


Nathan menekuk wajahnya setelah mengingat kalau minggu ini sang istri sedang libur.

__ADS_1


"Itung-itung ini hukuman untukmu karena sudah membuat ku marah tadi. Bye, Ayah Chesa" Sebelum pergi, Deva menggoda Nathan dengan kecupan singkat di bibir.


Keesokan harinya, Nathan maupun Deva sudah rapi dengan pakaian mereka. Merasa kondisinya sudah lebih membaik dari sebelumnya, Deva memutuskan untuk kembali menimba ilmu di tempat yang seharusnya. Selama ini walaupun ia tidak datang ke kampus, ia tetap melakukan tugasnya sebagai mahasiswi dengan mengerjakan tugas kampus di rumah.


"Kamu yakin mau ke kampus, Nak? Apa keadaan mu suda membaik" Tanya Maira, "Iya, Ibu. Kalau begitu kami pergi dulu, Deva sama Nathan titip Chesa sama Ibu" Ujar Deva


"Iya, kalian tenang saja. Chesa aman sama Ibu di rumah, kalian bisa belajar dengan tenang" Balas Maira


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam."


Sesampainya di kampus, mobil milik Nathan langsung menjadi pusat perhatian terutama para kaum hawa yang tidak pernah melewatkan kesempatan menatap wajah tampan seorang Nathan Alexander.


"Di antara mereka semua, siapa pilihan mu" Tanya Deva menatap sekilas pria yang berada di samping nya


"Hem..aku pilih Bunda-nya Chesa, dia lebih menarik perhatian ku dari pada mereka semua" Jawab Nathan mengedipkan mata sebelahnya, "Ceh, ayo kita turun" Ajak Deva


Nathan dan Deva turun dari mobil secara bersamaan, melihat sosok Deva yang tiba-tiba muncul membuat para kaum hawa yang selalu mencari perhatian Nathan mendesah pelan.

__ADS_1


Hubungan antara Nathan dan Deva tentu saja sudah menjadi rahasia umum, jadi mereka tidak akan bisa bebas menatap wajah tuan muda Alexander.


__ADS_2