DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 57


__ADS_3

Setelah tiga hari berada di rumah sakit, Deva dan bayinya sudah di perbolehkan untuk pulang. Di sepanjang perjalanan, Deva tidak sadar kalau jalan ia lewati bukan mengarah ke kediaman Gautama.


Lamunannya terbuyar ketika mobil yang ia tumpangi berhenti.


"Ini rumah siapa, Nathan?" Tanya Deva merasa asing dengan rumah di depannya, "Rumah kita, ayo masuk" Ajak Nathan keluar dari mobil, pemuda itu ke bagian belakang mobil mengambil kursi roda dan barang-barang milik Deva dan putrinya


"Aku masih bisa berjalan" Kata Deva, "Tidak, kau harus duduk disini" Balas Nathan


Deva menurut lalu duduk di kursi roda di bantu oleh Nathan karena kedua tangannya menggendong bayi kecil yang tengah tertidur.


Nathan memberikan barang-barang Deva dan putrinya kepada pelayan, dan ia pun mulai mendorong kursi roda tersebut masuk ke dalam rumah.


"Sampai keadaan mu benar-benar membaik, untuk sementara kamar kita pindah di bawah" Ujar Nathan mendorong masuk ke kamar, "Kita satu kamar?" Tanya Deva


"Ya, kau keberatan?"


"Sedikit, karena aku tidak pernah satu kamar dengan seorang pria" Kata Deva, "Tenang saja, aku akan tidur di sofa" Imbuh Nathan


Ayah satu anak itu membantu Deva duduk dengan nyaman di atas kasur, ia melipat kursi roda tadi dan menaruhnya di pojok kamar. Dengan cekatan ia menata semua keperluan Deva.


"Tidak masalah kalau ku tinggal sebentar?" Tanya Nathan berada di ambang pintu

__ADS_1


"Heem" Nathan tersenyum lalu pergi.


Arah matanya mengalih ke bayi perempuan yang tertidur di sampingnya. "Dan dia, wajahnya sama persis seperti ku. Tapi aku masih belum mengerti, kenapa Frans tidak menjenguk ku di rumah sakit. Seingatku, aku sedang tidak bertengkar dengannya, aku harus menemui Frans ke rumahnya."


***


"Kau ingin pergi kemana?" Tanya Nathan melihat Deva berpakaian rapi, "Aku akan pergi ke rumah Frans, aku ingin menemuinya dan bertanya kepadanya kenapa dia tidak menjengukku dan menghubungi diriku selama beberapa hari ini" Jawab Deva


"Kamu nggak boleh pergi. Kau baru saja pulang dari rumah sakit, setidaknya istirahatlah sebentar" Cegah Nathan


"Sudah tidak ada waktu"


"Kau ingin membantah suamimu" Imbuh Nathan dengan nada tegas


"Melihatmu yang selalu mencegahku untuk bertemu dengan Frans membuatku perlahan menghilang fikirkan ku tentang hubungan ku denganmu, aku curiga kalau sebenarnya kau sedang berusaha memisahkan ku dengan Frans! Katakan, apa maksud di balik sikap mu yang selalu melarangku bertemu bahkan bertanya tentang Frans?" Sungut Deva, "Kau diam? Aku akan mencari tahu kebenarannya sendiri"


"Deva tunggu!"


"Kali ini jangan mencegahku lagi"


"Tap—" Perdebatan mereka berdua terhenti di kala suara tangisan bayi terdengar. Dengan langkah lebar, keduanya kembali ke kamar

__ADS_1


Deva mengangkat tubuh kecil itu dengan pelan ke pangkuannya, arah matanya menatap tajam Nathan yang memerhatikan dirinya yang ingin memberikan ASI kepada bayi perempuan tersebut.


Nathan yang mengerti tatapan tajam itu, lalu membalikkan badannya. Deva mengambil selendang lalu melilitkan nya ke leher untuk menutupi area dadanya


"Berbalik lah" Nathan menurut.


"Va"


"Jangan mengajakku berdebat di depannya" Tegur Deva kesal


"Baiklah."


Selesai memberikan ASI, Deva memilih kembali mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.


"Sepertinya ada yang Nathan dan semuanya sembunyikan dariku, dan di dalam tadi tidak ada seragam sekolahku. Apa aku sudah di keluarkan karena ketahuan menikah? Astaga" Ucap Deva bermonolog


Deva berjalan ke arah cermin, tiba-tiba ia merasa nyeri di bagian perut bagian bawahnya. Karena penasaran, ia menyingkap sedikit baju yang ia kenakan


"Bekas jahitan? Kenapa aku baru sadar kalau ada bekas jahitan di sini. Dan, sejak kapan bekas jahitan ini ada?" Gumam Deva kaget


"Kenapa kau terkejut melihat bekas jahitan itu, Deva. Seharusnya kau merasa bahagia melihat bekas jahitan itu, karena bekas jahitan itu sebagai tanda kalau kamu sudah berhasil memberikan kehidupan baru" Sahut Nathan mendekati Deva

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Aku suamimu dan kau adalah istriku, sedangkan bekas jahitan itu adalah sebagai tanda kalau kamu berhasil memberikan kehidupan baru untuk putri kita" Jelas Nathan, "Jangan di fikirkan, lebih baik kamu istirahat."


__ADS_2