DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 92


__ADS_3

Drrttt drrttt drrttt


Ke fokusan Deva terganggu ketika ponsel miliknya berdering, ia melirik ke arah layar dan ternyata nama sang ibu yang tertera di layar tersebut.


^^^"Halo, Bunda"^^^


"Kamu di mana, Sayang. Ini sudah jam berapa?"


^^^"Deva masih di kantor, Bunda. Ini juga baru jam delapan, Deva pulangnya nanti setelah jam makan siang"^^^


"Astaga, apa kamu lupa kalau kita akan pergi ke pesantren. Ini Bunda sama Ayah udah mau jalan"


^^^Deva diam sejenak. "Maaf, Deva lupa. Kalian duluan saja, sepuluh menit lagi Deva menyusul. Nanti Deva juga akan menyuruh Nathan pergi duluan bersama kalian"^^^


"Baiklah, jangan lama-lama"


^^^"Iya, Bunda. Sampai jumpa di sana, hati-hati"^^^


"Ya, assalamu'alaikum"


^^^"Waalaikumsalam."^^^


Deva meletakkan ponselnya kembali, tetapi sebelum itu ia mengirim pesan kepada Nathan untuk pergi duluan bersama yang lain.

__ADS_1


Pekerjaan Deva sudah hampir selesai dalam kurun waktu sepuluh menit, sesuai perkataan nya yang akan menyusul setelah sepuluh menit, Deva bergegas merapikan meja kerjanya.


"Kita berangkat sekarang" Ucap Deva kepada Reza. Lelaki yang sekarang menjabat sebagai asisten pribadinya itupun mengangguk patuh, ia sudah di beritahu terlebih dahulu tentang kepergian Deva oleh tuan besar Gautama.


"Baik, Nona."


Perjalanan ke kota Y memakan waktu setidaknya empat jam dari tempat awal, berhubung hari jumat, jadi para pria harus menunaikan ibadah sholat jumat terlebih dahulu.


"Berapa lama lagi?" Tanya Deva yang mulai bosan, "Mungkin satu jam lagi, Nona" Jawab Reza


"Kita istirahat dulu di tempat makan, takutnya kita kecelakaan kalau di paksa" Ujar Deva diangguki oleh Reza


Sampai di tempat makan, Deva langsung mencari tempat duduk untuknya dan juga Reza.


"Siap, Neng. Silahkan duduk" Balasnya lalu pergi.


Drrttt drrttt drrttt


Deva segera menggeser tombol hijau yang ada di layar ketika melihat nama suaminya.


^^^"Ya, Daddy Chesa"^^^


"Kamu sampai mana, kita sudah sampai di tempat"

__ADS_1


^^^"Aku sedang istirahat di tempat makan, sekalian mengisi perut"^^^


"Cepatlah datang, semua sudah menunggu"


^^^"Iya, kita sambung nanti lagi ngobrolnya."^^^


Makanan pesanan Deva datang dan sudah tertata rapi di atas meja. Tanpa membuang waktu lagi, Deva dan Reza segera mengisi perut mereka dan melanjutkan perjalanan.


Mercedes-Benz S-Class berwarna hitam terparkir sempurna di halaman pesantren yang begitu luas. Mobil milik suami dan kedua orang tuanya juga ada di sana. Seorang pria keluar dari mobil dan berjalan memutar ke pintu belakang.


"Silahkan, Nona" Ucap Reza membukakan pintu untuk atasannya


Wanita yang masih mengenakan setelan kantornya itupun mengambil sebuah selendang panjang dari dalam tas lalu menutupi kepalanya menggunakan selendang tersebut.


"Kita lewat sini, Nona. Tadi tuan besar sudah mengirimkan saya denah pesantren ini" Ujar Reza


"Hm"


Deva dan Reza berjalan menuju ke area belakang pesantren, dan ternyata ada sebuah rumah yang cukup besar di belakang pesantren tersebut.


"Bunda!" Chesa yang sedang bermain dengan para santri pun berlari menghampiri sang Ibu.


"Jangan lari-lari, Sayang" Deva mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh sang putri

__ADS_1


"Hehe, kenapa Bunda lama sekali" Tanya Chesa, "Di jalan tadi sedikit macet, Sayang. Kamu lanjut main, Bunda sama paman Eja mau masuk dulu" Kata Deva diangguki Chesa.


__ADS_2