DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 96


__ADS_3

"Bang, neng Deva udah punya suami bahkan anak. Abang nggak bisa begitu saja merebutnya" Ucap Kesya


Dani mencengkram dagu Kesya. "Kata siapa, hm? Deva sudah ku pin sebagai milikku. Entah bagaimana pun caranya, aku pasti akan mendapatkan nya"


Ceklek


Mendengar suara pintu kamar, Dani segera menyambar bibir sang istri.


"Astaga, maafkan aku karena tidak mengetuk pintu terlebih dahulu" Ucap Deva membalikkan badannya, "Ah, ternyata kau Deva. Masuklah" Sahut Dani


Deva berjalan mendekati keduanya.


Plakkk


Satu tamparan keras mendarat di pipi kiri Dani, sang empu merasa terkejut saat tiba-tiba wanita yang ia klaim sebagai miliknya telah memukulnya.


"Deva?"


"Maafkan aku, tanganku begitu lancang telah menampar pria ba***** seperti mu!" Ujar Deva dengan mimik wajah bersalah


"Apa maksudmu, Deva?"


"Aku sudah dengar semuanya! Kau rela menyia-nyiakan wanita yang tulus padamu demi mendapatkan istri orang lain. Seperti yang kau katakan tadi, segera urus perceraian kalian. Aku tidak rela saudari ku punya suami tak tau di untung seperti mu! Dan akan ku jamin hidup Kesya dan Malik akan lebih baik dari pada saat bersamamu sekarang!" Sentak Deva

__ADS_1


"Deva, kau salah paham"


"Apanya yang salah paham?! Aku mendengar dan juga merekam pembicaraan kalian tadi, dan sekarang kau tidak akan pernah mendapatkan ku ataupun Kesya" Gertak Deva menarik keluar Kesya.


"Dani dan Kesya akan bercerai" Ucapan Deva secara tiba-tiba dari arah tangga mengejutkan semua orang


"Jaga ucapan mu, Sayang" Tegur Lily, "Aku berkata seperti itu pasti ada alasannya, Bunda" Kata Deva meletakkan ponselnya, lalu memutar rekaman pembicaraan antara Kesya dan Dani.


"Apa maksud dari semua ini, Kesya" Tanya Farhan


"Abi—"


"Rekaman itu benar adanya, Abi Farhan" Sahut Dani berangsur mendekat, "Sandiwara pernikahan kami akan segera ku selesaikan dengan menceraikan putri kalian"


"Aku, Meiko Dani Aditya dengan keadaan sadar menjatuhkan talak untuk Kesya Maharani binti Farhan Abdullah" Ucap Dani dengan lantang


"Bang Dani" Kesya menatap tak percaya suaminya yang telah menjatuhkan talak untuknya.


"Kenapa? Sandiwara sudah selesai, dan..." Dengan gerak cepat, Dani menarik tangan Deva dan mengunci kedua tangannya ke belakang.


"Deva!"


"Maju satu langkah, nyawanya akan hilang" Ancam Dani menempatkan sebuah pisau di leher Deva, pria gila itu berangsur mundur ke arah pintu keluar dengan membawa Deva bersamanya.

__ADS_1


Banyak santriwati dan pengurus yang berteriak histeris melihat Dani membawa Deva dengan pisau di leher.


"Kau sudah melakukan kesalahan besar dengan menyentuh istri tuan muda Alexander, Dani" Tekan Deva


"Gelar sebagai istri tuan muda Alexander akan segera berakhir karena dirimu akan segera menjadi milikku selam—"


Bughh


Salah satu pengawal keluarga Gautama dengan gerakan yang tak bisa di baca langsung memukul memukul kepala bagian belakang Dani menggunakan balok kayu sampai lelaki itu pingsan.


"Shh" Deva meringis saat ujung pisau Dani tak sengaja menggores lehernya.


"Bawa dia, dan perketat penjagaan!" Tegas Nanda


"Baik, Tuan" Dua pengawal membawa pergi Dani.


Dokter yang di panggil Adnan datang dan langsung mengobati luka di leher Deva, Deva tersenyum geli melihat suaminya menatap tajam dokter yang sedang mengobatinya. Bagaimana tidak, dokter yang di panggil oleh Adnan adalah seorang pria.


"Bagaimana, Dokter" Tanya Lily cemas, "Tidak ada yang perlu di khawatirkan, hanya goresan biasa. Oleskan saja ini agar lukanya tidak membekas" Jawab sang dokter memberikan salep kepada Deva


"Terimakasih"


"Kalau begitu saya permisi" Adnan juga pamit mengantar dokter ke depan.

__ADS_1


__ADS_2