
Sudah satu minggu berlalu, Deva menghilang tanpa jejak sedikitpun. Ayah Nanda dan Nathan sudah mengerahkan seluruh pengawal dan orang-orang kepercayaan mereka tetapi hasilnya tetap sama, nihil. Deva begitu pintar menghapus jejaknya sampai dia detektif yang sempat di sewa Nathan tidak mendapatkan hasil.
Rasa kecewa bunda Lily kepada putrinya seketika langsung berubah dengan kekhawatiran, karena ini pertama kalinya sang putri hilang tanpa jejak.
Lain lagi dengan keluarga Abraham, mereka tampak tenang bahkan seperti tidak peduli mendengar kabar bahwa Deva menghilang.
"Mereka membuang banyak uang dan waktu hanya untuk mencari pembunuh itu? Biarkan saja dia pergi" Ucap Ny. Abraham, "Mama benar, sayangkan uang segitu banyak buat nyewa detektif. Lagian anak kurang ajar sepertinya pantas mendapatkan semua ini" Tambah Nora
"Di mana Rani?" Tn. Abraham bersuara.
"Masih mencoba merebut hati menantu Gautama, papa tau sendiri dia keras kepala" Jawab Nora "Awasi terus dia, jangan sampai membuat masalah kembali!" Tegas Tn. Abraham
"Iya, Pah."
Di sisi lain, Ambar tengah asik bermain dengan Baby Chesa di teras rumah. Satu vidio kegiatan Baby Chesa yang berdurasi empat menit siap di kirim ke nomor dr. Akbar.
"Anak cantik, kau harus tetap tersenyum seperti ini. Senyummu ini akan membuat bundamu semakin kuat, kau tau? Bundamu sangat menyayangi mu dan juga ayahmu" Ucap Ambar tersenyum hangat, "Jadilah anak baik"
Dari kejauhan, Nathan yang melintas tak sengaja mendengar ucapan Ambar.
"Buktikan kalau kamu memang menyayangi kami, Va. Aku nggak mau kalau Chesa nanti lebih akrab dengan orang lain" Ucap Nathan berlalu pergi masuk ke dalam rumah.
Di tempat Deva, Dr. Akbar mengajak Deva ke taman untuk menghirup udara segar.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan rumah?" Tanya Deva, "Tuan besar Gautama, tuan muda Gautama, dan tuan muda Alexander, sekarang sedang melakukan pencarian anda, Nona. Ini sudah satu minggu anda melakukan pengobatan di sini dan tidak ada yang tau kecuali kami bertiga" Jawab Akbar, "Dan satu lagi, Nona. Kondisi nyonya besar Gautama sempat drop setelah anda menghilang tanpa jejak"
"Ada lagi?"
"Dari informasi yang saya dapat dari Ambar, cucu tuan besar Abraham sering datang ke kediaman Alexander untuk bertemu dengan tuan muda" Jawab Akbar
Deva tersenyum sinis setelah mendengar penjelasan dari Dr. Akbar.
Dia benar-benar tidak takut dengan ancaman oma waktu itu, kita lihat apa yang akan di lakukan oma jika dia berani lebih melakukan hal lebih kepada ayah Chesa. Ucap Deva dalam hati
"Reaksi tuan muda?"
"Tuan muda tidak respon sama sekali dengan apa yang di lakukan cucu tuan besar Abraham, bisa di katakan sikap tuan muda sama seperti bertemu orang asing" Jawab Akbar
"Iya, Nona"
"Lalu, apa mereka berhasil melacak keberadaan kita disini" Tanya Deva sekali lagi, "Tidak, Nona. Seminggu ini semuanya masih aman, tapi saya belum bisa memastikan bagaimana kedepannya. Mengingat koneksi keluarga besar anda, membuat saya kurang yakin" Jawab Akbar
"Bagaimana pun caranya, jangan sampai mereka tahu kita berada disini" Tegas Deva
"Baik, Nona."
Untuk pertama kalinya, Ambar menginjakkan kaki di kediaman Gautama. Ia dan Baby Chesa datang kesana sesuai permintaan bunda Lily yang merindukan cucunya. Nathan? Tidak bisa ikut mengantar karena ada urusan penting di kantor.
__ADS_1
"Anak cantik, ayo kita masuk. Pasti oma-mu sudah menunggu di dalam" Ucap Ambar melangkah masuk ke dalam rumah karena pintu utama terbuka lebar
"Selamat siang, Nyonya Gautama" Sapa Ambar saat melihat Bunda Lily berada di ruang tengah
"Siang. Maaf, kamu siapa? Dan bagaimana cucu saya ada bersamamu" Tanya Lily menggendong Baby Chesa, "Saya Ambar, Nyonya. Saya di kirim oleh nona ke rumah tuan muda Alexander untuk menjaga Baby Chesa" Jawab Ambar menjelaskan
"Nona?"
"Nona Deva parameswara Gautama" Jawab Ambar lagi, "Deva? Lalu di mana dia" Tanya Lily
"Maaf, Nyonya. Tugas saya hanya menjaga Baby Chesa, saya tidak bisa mengatakan apapun tentang nona. Saya juga tidak ada hak untuk itu" Jawab Ambar sopan, "Berapa Deva membayar mu? Saya akan membayar mu lebih dari itu asal kamu mengatakan di mana putri saya" Tawar Lily
"Sekali lagi saya minta maaf, Nyonya. Tugas saya hanya menjaga Baby Chesa, selebihnya itu bukan urusan saya" Tolak Ambar halus
"Apa saya harus memohon padamu terlebih dulu agar kamu mau mengatakannya" Ujar Lily mulai merundukkan tubuhnya, "Nyonya, apa yang Anda lakukan" Cegah Ambar
"Tolong katakan di mana Deva, saya hanya ingin mengetahui keadaan nya"
Itu masalahnya, Nyonya. Nona sedang tidak baik-baik saja, bahkan sekarang nona sedang berjuang dengan mengorbankan kepercayaan kalian padanya. Ucap Ambar dalam hati
"Tapi saya sudah terikat janji, Nyonya. Saya disini hanya menjalankan tugas dari nona" Imbuh Ambar
"Tolong mengerti."
__ADS_1