
Sett dugh akhhhh
Deva yang baru saja ingin menggantung handuk tak sengaja terpeleset di kamar mandi.
"Nathan! Bunda!" Kepanikan Deva semakin menjadi saat melihat darah mengalir dari kakinya.
"Nathan!"
Dug dug brakk
"Astaga, Deva!!" Nathan bergegas mendekat dan menggendong bridal sang istri keluar dari kamar mandi.
Ayah Nanda meminta supir untuk segera menyiapkan mobil dan pergi ke rumah sakit.
"Nathan, sakit!" Rintih Deva memegang perutnya dengan kuat, "Sebentar lagi kita sampai, tahan sebentar. Pak, tolong agak cepat sedikit" Pinta Nathan
"Baik, Tuan Muda."
Sampai di rumah sakit, tanpa berfikir lagi Nathan mengeluarkan kartu namanya agar sang istri cepat di tangani. Badannya masih bergetar sebab tadi ia melihat Deva kesakitan di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.
Tak tak tak
Suara kaki beradu terdengar mulai mendekat, Nathan menengok dan melihat mertua dan kakak iparnya datang bersama abi Farhan dan Uma Farah.
"Nathan, bagaimana keadaan Deva?" Tanya Lily, "Masih belum tau, Bun. Dokter masih menanganinya" Jawab Nathan
Crieettt
Seorang pria berjas putih keluar dari ruang UGD.
"Keluarga pasien?" Tanya sang dokter, "Saya suaminya, Dokter" Sahut Nathan
__ADS_1
"Bisa ikut saya sebentar? Ada yang ingin saya sampai tentang kondisi pasien" Nathan mengangguk cepat, lalu membuntuti dokter tadi ke ruangannya.
"Dokter"
"Kondisi pasien sekarang baik-baik saja, hanya saja kami tidak bisa menyelamatkan dua janin yang ada di rahim istri anda, Tuan" Jelas sang dokter
"J–janin?"
"Ya, kira-kira usia janinnya memasuki minggu ke tiga" Jawab dokter lagi, "Tapi selama ini istri saya terlihat baik-baik saja, tidak seperti orang hamil" Kata Nathan masih tidak percaya
"Hamil tanpa mual merupakan hal yang normal karena setiap wanita yang hamil mengalami kondisi yang berbeda-beda. Jika pasien tidak merasakan mual, kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh tubuh yang dapat beradaptasi dengan cepat"
"Saya permisi."
"Dua janin? Sekarang sudah terlambat, semuanya sudah terlambat. Kau bo**h, Nathan. Suami macam apa aku ini, aku gagal menjaga istri dan anakku" Lirih Nathan, lelaki itu duduk sendiri di bangku taman
"Nathan"
"Kamu ngapain disini, Deva mencarimu" Ucap Adnan, "Hey, ada apa dengan matamu?"
"Nggak papa, Bang. Ayo masuk" Ajak Nathan tersenyum paksa.
Ceklek
Adnan dan Nathan masuk ke ruang rawat Deva, Ibu satu anak itu menatap suami dengan tatapan bingung, apalagi setelah melihat mata dan hidung suaminya memerah.
"Nathan"
"Ya, bagaimana keadaan mu" Tanya Nathan, "Agak membaik, hanya masih terasa nyeri di bagian perut" Jawab Deva terus memerhatikan mimik wajah sang suami yang sedikit berbeda, "Kamu baik-baik saja, Nathan. Kenapa mata dan hidung mu merah?"
"Aku hanya takut melihatmu seperti tadi" Jawab Nathan mencoba mengusir kegugupan nya
__ADS_1
"Lalu bagaimana kata dokter tadi, Nathan" Sahut Lily, "Keadaan Deva sekarang baik-baik saja, kita harus menunggu informasi dari dokter lagi sampai Deva di perbolehkan untuk pulang" Jelas Nathan
"Syukurlah."
Sekarang yang ada di ruang rawat hanya Nathan dan Deva, Deva sedari tadi merasa aneh dengan sikap Nathan yang sering melamun.
"Daddy Chesa"
"Ya, kau butuh sesuatu"
"Apa ada yang kamu sembunyikan dariku, Nathan" Tanya Deva, "Apa yang harus ku sembunyikan dari mu, Bunda Chesa" Tanya balik Nathan
Deva terdiam.
"Istirahatlah, aku akan bertanya kepada dokter kapan kamu boleh pulang" Ujar Nathan
"Baiklah"
Dengan berat hati, Nathan melangkah keluar dari ruangan tersebut. Ia berusaha mencari waktu dan tempat yang pas untuk memberitahu Deva segalanya.
"Ya Tuhan, apa yang harus ku lakukan sekarang. Cepat atau lambat Deva akan tau semuanya" Ucap Nathan duduk di kursi depan ruang rawat istrinya
"Apa yang akan Deva ketahui, Nathan" Sahut seseorang mengejutkan Nathan
"Bunda"
"Kau menangis? Katakan yang sebenarnya, pasti ada yang kamu sembunyikan dari Deva sampai membuatmu menangis seperti ini" Cerca Lily, "Nathan"
"Deva keguguran, Bunda. Bahkan bukan hanya satu, tapi dua janin sekaligus" Jawab Nathan merunduk pelan, "Dan Nathan juga belum ngasih tau ini ke Deva, Nathan takut dengan reaksi Deva nanti, Bun. Maaf, Nathan belum bisa menjaga Deva dengan baik"
"Jangan menyalahkan dirimu, Nak. Ini bukan salahmu. Tapi saran Bunda, kasih tau Deva sekarang atau dia akan tau dari orang lain dan dia akan sangat kecewa padamu karena sudah menyembunyikan hal yang seharusnya dia ketahui" Urai Lily mengusap bahu kokoh menantunya.
__ADS_1