DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 36


__ADS_3

Dua orang wanita berdiri di depan gerbang kediaman Gautama dengan wajah angkuhnya, salah satu petugas keamanan yang berjaga di pos satpam rumah tersebut menghampiri keduanya.


"Maaf, kalian berdua siapa?" Tanya sang satpam, "Kamu satpam baru disini sampai nggak kenal sama kita" Tanya wanita setengah baya menatap sinis


"Benar"


"Cepat buka-kan gerbangnya, kita mau ketemu sama pemilik rumah ini" Ucap seorang wanita berpakaian modis dengan gaya sombongnya, "Maaf, saya tidak bisa membukakan gerbang untuk sembarang orang" Balas satpam tadi sopan


Tin tin


Suara klakson mobil mengejutkan mereka bertiga, satpam yang melihat mobil sang majikan pun segera membuka gerbangnya.


Turunlah pasangan muda dari mobil tersebut, mereka adalah Nathan dan Deva yang baru pulang dari rumah sakit untuk memeriksa kandungan.


"Deva!" Dua wanita tadi menerobos masuk ke dalam diikuti satpam yang berjaga.


"Kalian?" Ucap Deva dengan mata menyipit melihat kedatangan dua orang yang kadang selalu membuat dirinya jengkel dengan sikap dua manusia itu


"Maaf, Nona. Saya sudah melarang mereka, tetapi merek—"

__ADS_1


"Pergilah" Satpam itu mengangguk menuruti perintah dari Deva.


"Ada perlu apa kalian datang kemari?" Tanya Deva bersidekap dada, "Apakah ada larangan kita datang kemari, kami juga keluarga mu. Biarkan kami masuk" Ketus Nora-Bibi Adnan dan Deva/Adik angkat ayah Nanda


"Ya baiklah, silahkan masuk. Pintu utamanya ada di sana" Kata Deva menggandeng Nathan masuk ke dalam rumah


"Dasar anak itu, nggak ada sopan santun nya sama sekali" Gerutu Nora, "Udahlah, Ibu. Ayo kita masuk, aku ingin bertemu mas tampan" Ucap Rani-Sepupu Adnan dan Deva/Anak bibi Nora.


"Mas tampan?"


"Ish..Ibu, tadi yang di gandeng sama Deva" Kesal Rani


"Ouh. Yasudah, ayo kita masuk" Mereka berdua pun masuk ke kediaman Gautama.


Seorang pria berpakaian rapi berjalan menghampiri keduanya.


"Kalian datang kenapa tidak memberi kabar" Tanya Nanda, "Nggak ada waktu buat ngasih kabar, Bang" Jawab Nora duduk sebelum di persilahkan


"Ada apa memang?"

__ADS_1


"Rani ingin pindah di kampus yang sama dengan Deva" Kata Nora


"Pindah? Tapi kenapa? Jarak rumah kalian dengan kampus Deva sangat jauh" Tanya Nanda bingung


"Maaf, Tuan. Perawat yang melatih nyonya sudah selesai" Ucap salah seorang pelayan memberikan informasi


"Ya baiklah, kau bisa pergi" Pelayan itu pun pergi melanjutkan pekerjaannya.


Seorang perawat wanita mendorong kursi roda Bunda Lily menuju ruang tamu.


"Tuan/Nyonya, tugas saya hari ini sudah selesai. Kalau begitu, saya pamit undur diri" Pamit sang perawat, "Ini upahmu, terimakasih" Ucap Nanda memberikan sebuah amplop coklat kepada perawat


"Tapi ini terlalu banyak, Tuan"


"Ambil saja" Timpal Lily tersenyum


"Terimakasih, kalau begitu saya permisi" Perawat wanita tersebut pergi dengan membawa tas kerjanya.


"Kalian disini, lalu di mana Deva sama Nathan? Apa mereka belum pulang" Tanya Lily, "Mereka sudah pulang, mungkin lagi istirahat di kamar" Jawab Nanda, "Untuk Rani, Paman akan memikirkan nya. Kalian bisa pulang sekarang"

__ADS_1


"Hei, kenapa disuruh pulang. Mereka baru saja sampai" Timpal Lily, "Biarkan mereka istirahat dulu"


Ayah Nanda mengangguk, dan Bunda Lily memanggil pelayan untuk menyiapkan kamar untuk Bibi Nora dan Rani.


__ADS_2