DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 78


__ADS_3

Flashback on


"Kakak tidak bisa membantumu, Kakak harus memberitahukan ini kepada yang lain" Ucap seorang wanita menolak permintaan wanita di depannya


"Jika Kakak memberitahu yang lain, aku juga akan memberitahu siapa ayah biologis anak Kakak yang sebenarnya kepada anggota keluarga. Aku sudah membantu Kakak menyembunyikan identitas pria itu dari semua orang termasuk oma" Ancam wanita yang mendapat penolakan


"Tapi ini masalah serius, Deva. Ini menyangkut nyawamu" Balas Arinda


"Aku tau itu, biarkan aku sendiri yang merasakannya. Aku hanya butuh bantuan dari Kakak, kita akan bekerja sama agar semua orang membenci diriku. Dengan begitu, aku bisa melakukan semuanya dengan tenang tanpa harus memikirkan hal lain" Sambung Deva menunduk pelan


"Lalu bagaimana dengan Nathan dan Chesa? Mereka masih membutuhkan mu, Deva. Kau tega meninggalkan mereka berdua"


"Aku pergi bukan untuk meninggalkan mereka, aku pergi untuk bertahan. Aku sudah memikirkan nya dengan matang, Kak. Dan selama aku pergi, aku sudah meminta seseorang untuk menjaga dan merawat keduanya"


"Lalu Bunda? Kau akan menyakitinya"


"Aku harus melakukan nya, Kak. Masih ada kesempatan untuk aku bisa kembali bersama mereka"


"Dengan menahan kebencian mereka padamu?"


"Itu tidak masalah, aku masih bisa melihat mereka dari jauh. Apa Kakak bersedia membantu ku?"

__ADS_1


Arinda menghembus nafasnya pelan lalu mengangguk. "Untuk dirimu, Kakak akan melakukannya. Tapi Kakak tidak bisa berjanji untuk bisa lebih lama menyembunyikan ini kepada yang lain"


"Terimakasih"


"Cepatlah kembali, Chesa menunggumu" Deva mengangguk lalu memeluk erat tubuh mantan Kakak ipar nya.


"Setelah semuanya berjalan, Kakak dan Anin akan tinggal di rumah yang sudah aku siapkan. Kalian nanti akan diantar oleh orang suruhan ku, di sana akan ada dokter wanita yang selalu siaga kalau ada sesuatu" Ujar Deva


"Lebih baik kamu pulang sekarang, puaskan dirimu bersama Nathan dan Chesa" Suruh Arin


"Baiklah, aku pergi dulu. Sekali lagi terimakasih."


Flashback off


Wanita itu tiba-tiba datang ke rumah keluarga Gautama dan menjelaskan semuanya, sudah satu tahun lamanya ia menyembunyikan kenyataan tentang Deva kepada semuanya. Setelah mendengar kabar Deva sempat kritis, ia panik dan berniat memberitahu keluarga tetapi ia langsung di tahan oleh dr. Akbar dan Ambar sesuai perintah dari Deva.


"Ibu!" Seorang gadis kecil berlari ke arah Arinda, dengan sigap wanita itu langsung menangkapnya.


"Ibu, Anin mau coklat" Pinta Anindita menatap wajah sang Ibu, "Ya, nanti kita beli coklat. Sekarang Anin salim dulu sama Kakek-Nenek, sama Om-Tante juga. Ayo, Sayang" Titah Arinda


Dengan menggemaskan nya, Anin berjalan menghampiri mereka satu per satu dan di sambut bahagia oleh mereka semua.

__ADS_1


"Tapi, Nak. Dari ceritanya mu tadi, kamu dan Deva saling sepakat bukan? Kamu setuju menyembunyikan penyakit Deva dari kami, dan Deva menyembunyikan identitas asli ayah biologis Anindita. Bisakah kau jelaskan itu?" Ujar Nanda


Arinda tersenyum kecut. "Tidak ada, Yah"


"Tidak ada? Deva tidak akan membuat kesepakatan jika itu hanya menguntungkan salah satu pihak, katakan yang sejujurnya" Sahut Oma Yosy


"A–aku belum bisa mengatakan nya sekarang" Balas Arinda meremas kedua tangannya, "Arin, kamu keluarga kami. Kalau masih ada masalah yang belum selesai atau kamu tidak bisa menyelesaikan nya, katakan kepada kami" Imbuh Lily


"Akan ku katakan nanti jika aku sudah benar-benar siap."


***


"Putri Bunda sudah besar sekarang. Maaf, Bunda sudah membuang waktu berharga kita selama satu tahun ini, sayang. Bunda janji akan mengganti semuanya, kita akan segera bertemu" Ucap seorang wanita menatap haru foto gadis kecilnya


"Permisi, Nona" Dr. Akbar masuk ke ruang rawat Deva.


"Katakan"


Dr. Akbar tampak tersenyum sebelum menjawab. "Setelah pemulihan satu minggu ini, anda sudah bisa pulang. Disini anda di nyatakan sudah sembuh secara total, saya juga sudah mengecek semuanya berulang kali dan hasilnya tetap sama. Anda sudah sehat" Jelas Akbar memberikan hasil tes kesehatan kepada Deva


"Kau yakin ini benar?" Tanya Deva memastikan, "Iya, Nona. Laporan itu benar adanya, dan saya juga sudah menyiapkan kepulangan anda minggu depan" Jawab Akbar

__ADS_1


"Terimakasih banyak"


"Sama-sama, Nona. Ini sudah tugas saya sebagai dokter, kalau begitu saya pamit" Deva hanya mengangguk.


__ADS_2