
Nathan masuk kedalam rumah sambil menggendong bridal Deva yang tertidur di dalam mobil, karena tidak tega membangunkan wanitanya.
Bunda Lily yang sedang duduk bersama Ayah Nanda, Bibi Nora, Rani, Tn. Abraham dan Ny. Abraham pun menghampiri keduanya dengan wajah cemas
"Nathan, Deva kenapa?" Tanya Lily khawatir, "Deva nggak papa, Bun. Dia hanya ketiduran di mobil tadi" Jawab Nathan menenangkan Ibu mertuanya
"Syukurlah. Bawa di kamar, Nathan" Pemuda itu hanya mengangguk lalu pamit pergi ke kamar.
Nathan merebahkan tubuh Deva dengan perlahan ke atas kasur, setelah itu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Hap
Nathan yang baru saja keluar dari kamar mandi di kejutkan dengan sepasang tangan yang melingkar di perutnya.
"Va"
"Hm. Baumu sangat harum, aku suka" Ucap Deva mendapat kecupan bertubi-tubi di punggung polos suaminya karena Nathan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya
Nathan melepas pelukan sang istri lalu menariknya ke depan. "Kamu kenapa? Akhir-akhir ini kau sering sekali menggodaku"
"Entah" Deva memeluk Nathan
"Aku akan memakai pakaian ku dulu, lalu nanti kamu bisa memeluk ku kembali sepuasnya" Ujar Nathan, Deva menggeleng. "Aku ikut"
"Hei, kau yakin akan ikut? Aku hanya ingin memakai baju" Tanya Nathan bingung dengan sikap Deva
__ADS_1
"Yakin" Nathan menghela nafasnya pelan dan membiarkan Deva mengikutinya berganti pakaian.
Deva berdiri berlawanan arah dengan Nathan, jadi ia tidak melihat. Hanya saja, jarak mereka yang masih dekat.
"Aku sudah selesai, kau bisa memeluk ku lagi" Tanpa menunggu lagi, Deva pun kembali ke dekapan sang suami
Nathan berjalan perlahan menuju ke tempat tidur, posisinya masih mendekap hangat tubuh Deva.
"Nathan"
"Hm"
"Aku mau jagung bakar" Pinta Deva, "Jagung bakar? Baiklah, aku akan membelinya. Berapa?" Tanya Nathan
"Dua untukku dan lima untukmu, kau harus menghabiskan lima jagung itu di hadapan ku" Jelas Deva, "Lima? Va, mana bisa aku menghabiskan jagung sebanyak itu, dua aja sama kayak kamu" Tawar Nathan memelas
"Gimana?"
"Boleh, tapi dengan satu syarat" Kata Deva
"Baiklah, apa syaratnya?"
"Malam ini—"
"Tidak"
__ADS_1
"Nathan, aku belum selesai bicara" Kesal Deva
"Aku bilang tidak, kita sudah—"
"Sudah apa? Orang malem ini aku mau makan bakso mercon yang ada di deket kampus, katanya sih enak" Ucap Deva menyela ucapan Nathan
"Jangan makan yang pedes-pedes, Sayang" Kata Nathan, "Hanya sekali, janji nggak lagi" Bujuk Deva
"Hahh...okey, tapi janji hanya sekali" Deva mengangguk senang.
Nathan meraih jaketnya yang berada di kursi meja belajar lalu pergi membeli permintaan Deva. Sambil menunggu Nathan datang membawa keinginannya, Deva memilih keluar dari kamar dan bergabung bersama yang lain di ruang santai
"Sayang, kok udah bangun?" Tanya Lily melihat putrinya dari tangga, "Kebangun waktu dengan Nathan mandi" Jawab Deva duduk di sebelah Bunda Lily
"Lalu tadi Nathan mau kemana?" Ayah Nanda bertanya
"Beli jagung bakar" Jawab Deva menyenderkan kepalanya di bahu sang Ibu, ekor matanya menangkap tatapan tak suka dari empat orang yang duduk tidak jauh dari nya. "Kenapa kalian menatapku seperti itu?"
"Deva"
"Bunda terlalu baik kepada mereka" Gerutu Deva, "Dan ya, Bunda. Oma akan datang besok, Bunda sama Ayah pasti sudah tau maksud kedatangan oma bukan?"
"Ya. Tapi kenapa tidak mengabari kami?" Tanya Lily, "Mana aku tahu, nanti Bunda bisa protes sama oma" Jawab Deva santai
"Besan akan datang tapi kalian masih santai, lakukan sesuatu untuk penyambutan nya" Suruh Ny. Abraham diangguki Tn. Abraham
__ADS_1
"Maaf, oma Yosy tidak pernah suka dengan penyambutan-penyambutan yang kalian maksud tadi. Bisa di bilang, sederhana tapi berkelas" Sindir Deva
Kenapa Ayah Nanda diam saat Deva terus melontarkan perkataan sinis kepada orang tua nya? Karena Tn. dan Ny. Abraham sendirilah yang memutuskan hubungan di antara mereka, jadi ia hanya akan menegur halus jika kedua anaknya terlalu jauh berbicara.