DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 62


__ADS_3

• WARNING!!!


Seorang wanita berdiri di depan cermin menatap dirinya yang mengenakan pakaian yang akan menggoyahkan iman adam miliknya. Kedua pipinya bersemu merah memikirkan aksi gilanya


"Perfect, semoga Nathan suka" Gumam Deva


Setelah pertemuannya dengan Frans empat bulan yang lalu di alam mimpi, ia mulai kembali mengingat semuanya. Ia merasa bahagia mengetahui kalau perkataan Frans memang benar, Nathan sangat mencintai dirinya. Dan ini adalah kesempatan nya untuk memberikan kejutan kepada sang suami.


Deva menyemprotkan parfum di tubuhnya. "Kau memang sudah gila, Deva"


Manik matanya mengarah ke jam dinding. "Sebentar lagi Nathan pulang, aku harus bersiap" Ucap Deva mematikan lampu kamar, hanya lampu tidur yang tersisa


Tidak ingin Nathan mengetahui aksinya, dengan segera ia merebahkan diri di atas kasur lalu menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


Ceklek


Baru saja masuk ke kamar, indra penciuman Nathan langsung mencium aroma parfum yang begitu mudah membangkitkan gairah dalam dirinya. Ia menggelengkan kepala mencoba membuang fikiran kotornya


Ia meletakkan tas kerjanya di atas meja dan berlalu ke kamar mandi untuk menyegarkan diri. Selesai menyegarkan diri, Nathan ikut bergabung bersama Deva yang ia kira sudah tidur


Tapi saat Nathan menyingkap selimut, ia melihat pemandangan yang membuat jakunnya naik turun. Pemuda itu berusaha untuk tidak tergoda mengingat sang istri yang tidak mengingatnya. Ia menidurkan dirinya memunggungi sang istri


Baru saja ingin memejamkan mata, Nathan kaget dengan sebuah lengan yang memeluk dirinya dari belakang.

__ADS_1


"Kau tidak ingin menatap istrimu, suamiku?" Bisik Deva tepat di telinga Nathan, pemuda itu memejamkan matanya merasakan nafas sang istri yang begitu menggoda


Ia berbalik dan melihat Deva menatapnya dengan senyuman.


"Va?"


"Chesa sudah tidur, waktunya kita bersenang-senang" Ucap Deva bangkit, lalu duduk di atas perut suaminya


"Apa yang kau lakukan?"


"Aku hanya menjalankan kewajiban ku sebagai istrimu, kau diam dan biarkan aku yang memulainya" Kata Deva, tangannya mulai nakal dengan membuka satu persatu kancing baju sang suami


"Va, kau—"


"Diam atau Chesa akan bangun" Ancam Deva membuat Nathan mengatupkan mulutnya rapat-rapat


Karena sudah tidak tahan dengan godaan istrinya di bawah, Nathan membalikkan posisi mereka. Sekarang Nathan yang berada di atas dan Deva di kungkungan nya


Deva tersenyum puas melihat reaksi suaminya, tangannya mengulur membelai wajah pria di atasnya.


"Kau sudah menunggu saat-saat ini bukan? Lakukan lah, suamiku. Aku hanya milikmu" Ucap Deva di balas senyuman oleh Nathan.


Keesokan harinya, Deva mulai membuka matanya. Badannya terasa pegal karena ulahnya sendiri yang membuat Nathan terus mengerjai nya sampai jam dua pagi.

__ADS_1


Manik mata nya bertumbuk dengan mata elang milik Nathan yang menatap dirinya.


"Selamat pagi" Ucap Deva tersenyum


"Pagi"


Tangan kiri Nathan menarik pinggang sang istri agar lebih dekat dengannya.


"Katakan, apa yang terjadi padamu semalam? Ada yang memberimu obat" Selidik Nathan, "Apa tadi malam aku menggodamu seperti habis minum obat?" Tanya balik Deva di balas gelengan ragu oleh Nathan


Deva tersenyum. "Aku melakukan nya dengan akal sehatku, Ayah Chesa"


"Hem?"


"Aku sudah mengingat semuanya, Nathan. Maaf, aku sempat melupakanmu dan juga Chesa" Ujar Deva, "Hey? Itu semua bukan keinginan mu, pernikahan kita saat itu sedang uji dengan dirimu yang hilang ingatan. Tapi, sejak kapan kamu ingat semuanya" Balas Nathan menangkup wajah istrinya


"Seminggu ini, aku masih diam karena aku ingin memastikannya terlebih dulu" Lanjut Deva


"Terimakasih" Ucap Nathan memeluk tubuh polos sang istri, "Kau tau, aku selalu menyalahkan diriku sendiri atas kondisimu waktu itu. Kalau aku tidak meminta mu datang, pasti semuanya tidak akan terjadi. Tapi, ibu selalu menenangkan ku saat aku terus berfikir seperti itu"


"Semua yang terjadi ada di luar kendali kita, Nathan. Tapi sekarang semuanya sudah kembali, kita akan memulainya bersama putri kita, Chesa" Kata Deva, "Sebentar lagi Chesa akan bangun, aku mau mandi"


"Eitss! Tidak semudah itu, Bunda Chesa" Nathan kembali menarik Deva ke tempat tidur

__ADS_1


"Masih kurang yang tadi malam? Tapi sayangnya Chesa akan segera bangun, kau tidak akan puas jika tiba-tiba Chesa menangis" Ledek Deva


"Aku tidak peduli, Sayang. Masih ada ibu kalau Chesa menangis, lebih baik kita bersenang-senang" Deva akhirnya pasrah dan menikmati serangan demi serangan dari suaminya.


__ADS_2