DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 97


__ADS_3

Di perusahaan, Deva baru saja selesai rapat dengan para investor asing. Pukul 5 pagi tadi, Kana memberitahu kalau para investor menolak rapat di undur, jadi Deva terpaksa kembali sendiri.


"Apa jadwal ku hari ini?" Tanya Deva tanpa mengalihkan pandangannya layar kotak di hadapannya, "Sebelum jam makan siang nanti ada yang ingin bertemu dengan anda di cafe carty meja nomor 8, Nona" Jawab Kana melihat ke iPadnya


"Siapa?"


"Saya kurang tau, Nona. Orang itu datang kemari dan memaksa saya membuatkan janji bertemu anda" Jawab Kana lagi


"Hem, pergilah"


Sepeninggalan Kana, Deva berfikir tentang orang yang memaksa ingin bertemu dengannya.


"Mungkin ini penting. 20 menit lagi waktunya makan siang, lebih baik aku kesana sekarang."


Sampai di cafe carty, Deva mencari meja nomor 8 seperti yang di katakan oleh Kana. Karena cafe tersebut tidak terlalu ramai, jadi Deva sedikit lebih muda mencarinya.


"Ini sudah lebih dari waktu makan siang, tapi orang itu belum juga datang" Gerutu Deva melihat jam tangan miliknya


Tadi selama perjalanan, ia sengaja mengemudi lambat agar tidak terlalu menunggu jika ia sampai duluan.


"Membuang waktu saja."


Sedangkan di kediaman Gautama, Ayah Nanda, Bunda Lily, Adnan, Nathan, dan Chesa, baru saja sampai di rumah. Saat mengetahui Deva pulang duluan, Chesa terus merengek menyusul sang Ibu. Tadi waktu Deva pergi, Chesa tertidur pulas di kamar. Jadi ia tidak berbicara terlebih dahulu kepada putri kecilnya.


"Daddy, bunda mana" Tanya Chesa, "Bunda ada di kantor, Sayang. Sebentar lagi juga pulang, Chesa istirahat dulu di kamar" Kata Nathan

__ADS_1


"Nggak mau, Chesa mau bunda"


"Iya. Gimana kalau sambil nunggu bunda pulang, Chesa makan es krim dulu?" Tawar Nathan


"Oke, Daddy" Nathan menggendong putrinya menuju ke dapur untuk mengambil se wadah es krim dari lemari es.


"Chesa makan es krim nya dulu, Daddy mau ganti baju sebentar" Chesa menanggapinya dengan anggukan.


"Assalamu'alaikum"


"Bunda!" Chesa meletakkan kotak es krim yang ada di pangkuannya dan langsung berlari menghampiri sang Ibu


"Hai" Tapi saat Deva hendak memeluk Chesa, gadis kecil itu malah melangkah mundur.


"Ada apa?" Tanya Deva


"Chesa ada apa?" Tanya Nathan mensejajarkan tubuhnya dengan sang putri, bukannya menjawab gadis itu malah bersembunyi di belakang punggung ayahnya.


"Chesa"


"Daddy.." Chesa mencengkram erat baju Nathan, lelaki itu membalikkan badannya dan melihat wajah ketakut Chesa.


"Anak Daddy kenapa? Bunda Chesa udah pulang, bukankah tadi Chesa mau ketemu bunda? Kenapa sekarang takut" Tanya Nathan memindahkan Chesa ke dalam pangkuannya


Chesa menggeleng. "Chesa nggak mau, Daddy"

__ADS_1


"Yaudah nggak papa, lagian bunda pasti capek abis kerja. Chesa juga belum istirahat karna nungguin bunda pulang tadi" Lanjut Nathan, walau dalam hatinya ia masih bertanya-tanya dengan perubahan sang anak.


Sifat ceria Chesa yang mendadak hilang membuat anggota keluarga Gautama yang ingin melakukan kegiatan makan malam tertunda.


"Chesa"


"Chesa mau di suapin sama bunda" Pinta Chesa, "Bunda akan menyuapi mu, kemarilah" Balas Deva


Chesa menggeleng.


"Sebenarnya ada apa denganmu, Sayang" Tanya Nathan, "Kamu mau di suapin bunda, tapi saat bunda ingin menyuapi mu kau menolak?"


"Chesa mau bunda!" Chesa beranjak pergi ke kamarnya.


"Biar Bunda yang susul Chesa, kalian lanjut saja makan malamnya" Ujar Lily bangkit dari tempat duduknya


Ceklek


Bunda Lily membuka pintu kamar yang dulunya adalah kamar anak bungsunya sebelum menikah. Terlihat gadis kecil duduk di tepi ranjang sambil menundukkan kepala.


"Chesa"


"Grandma" Chesa menghambur memeluk sang nenek.


"Chesa kenapa? Cerita sama Grandma" Ucap Lily mengelus surai hitam cucunya.

__ADS_1


⋇⋆✦⋆⋇ 


👤 : "Beberapa part lagi ending!!"


__ADS_2