DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 26


__ADS_3

"Shit! Bagaimana mungkin mereka sudah menikah, selama ini mereka sangat menjaga jarak bahkan seperti orang tidak kenal" Umpat seorang wanita, "Kita lakukan permainan, tapi kali ini akan lebih berbahaya" Balas teman wanita tadi


"Jangan gila, Rissa. Aku tidak ingin masuk penjara dengan berbuat hal itu" Kata Melda, "Itu jalan satu-satunya agar kau bisa mendapatkan Nathan kembali, jika kau tidak ingin? Biar aku saja. Tetapi setelah aku berhasil, aku tidak akan membiarkan Nathan menjadi milikmu" Imbuh Rissa


Melda tampak menimbangkan ucapan Rissa, ia bernafas gusar. "Hanya sekali, ini terlalu beresiko untuk kita"


"Tidak masalah. Jika ini gagal, kita masih ada cara lain" Ucap Rissa.


Di tempat lain, Deva tersenyum geli melihat Nathan yang terus mengusap perutnya dan mengajak bicara buah cinta mereka.


"Kau tidak lelah terus mengoceh sedari tadi" Ledek Deva, "Lumayan, tetapi aku menikmati nya" Balas Nathan memberikan ciuman bertubi-tubi di perut sang istri, "Momen seperti ini tidak akan pernah terulang lagi. Walaupun nanti akan terulang, tetapi rasanya akan berbeda"


"Secara tidak langsung, kau sudah merencanakan memberikan dia adik" Sinis Deva, Nathan tertawa. "Kau memang pintar"


Deva mencebik kesal. "Dia saja belum terlihat organ tubuhnya dan kau sudah merencanakan nya lagi? Dasar"


"Aku hanya bercanda, Sayang"


Blush..


Mendapat panggilan 'sayang' dari Nathan membuat kedua pipi Deva memerah.


"Ada yang merah tapi bukan bendera perang" Goda Nathan menoel pipi istrinya


"Nyebelin"


Lagi-lagi Nathan tertawa lepas. "Ini, makan buahmu dulu. Aku akan keluar sebentar" Kata Nathan meletakkan sepiring buah di pangkuan Deva, "Mau kemana?" Tanya Deva


"Ada urusan sedikit, janji nggak akan lama" Ucap Nathan

__ADS_1


"Oke" Sebelum pergi, Nathan mencium kening Deva lalu beralih ke perutnya.


Melihat Nathan sudah menghilangkan dari balik pintu kamar, Deva beringsut turun dari atas ranjang dan masuk ke walk in closed


Deva mengganti bajunya menggunakan sebuah baju yang akan menggoyahkan iman Nathan, wanita itu menatap dirinya di depan cermin dengan tatapan risih


"Ini mah sama aja nggak pake baju, tipis banget. Mau di taro di mana muka gue di depan Nathan, malu ya Tuhan" Ucap Deva risih


Tanpa di sadari Nathan sendiri, Deva mengetahui kalau Nathan setiap malam selalu menahan hasrat nya untuk tidak menyentuhnya.


Sebelum Nathan kembali, dengan cepat Deva merebahkan diri di atas kasur dengan selimut yang menutupi tubuhnya


Deva sesekali mengintip di balik selimut untuk memeriksa ataukah Nathan sudah kembali.


"Kemana dia? Katanya cuma sebentar" Gumam Deva menyibak selimut yang ia kenakan lalu meraih ponselnya


...Nathan...


^^^Kenapa belum pulang^^^


^^^Katanya tadi cuma sebentar^^^


^^^Nathan^^^


^^^Nathan^^^


^^^Di asikin mainnya, gue mau tidur!^^^


Dengan perasaan kesal, Deva melempar ponselnya ke atas nakas lalu beringsut turun dari ranjang menuju ke walk in close untuk berganti pakaian.

__ADS_1


Greep


Sepasang tangan tiba-tiba saja melingkar di pinggang Deva dan membuat empunya terkejut, pasalnya ia hanya menggunakan pakaian dalam saja


"Siap—"


"Suamimu, Sayang" Bisik orang itu, Deva berbalik cepat dan melihat Nathan tersenyum ke arahnya.


Kedua tangan Deva melepas paksa pelukan Nathan lalu dengan segera memakai bajunya.


"Va" Nathan duduk di atas kasur di samping Deva yang tidur memunggungi-nya


Dia ngambek? Ma** gue. Ucap Nathan dalam hati


"Va" Nathan memeluk Deva dari belakang, tidak ada respon sama sekali dari wanitanya


"Gue mau tidur" Ketus Deva, "Eh mulutnya, ntar dedeknya copas loh" Tegur Nathan


"Ck, lepasin engap" Dengus Deva melepas tangan kiri Nathan yang melilit di pinggangnya, "Kenapa pulang, bukannya tadi lagi asik main di luar"


"Bukan main, tap—"


Titt


Suara alarm ponsel Nathan berbunyi seiring dengan senyuman di wajah Nathan. Karena penasaran, Deva melirik ke layar ponsel tersebut


"Nathan.."


Pemuda itu mengangguk. "Happy anniversary"

__ADS_1


"Happy anniversary."


__ADS_2