DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 76


__ADS_3

Di kediaman Alexander, semua orang tengah kalang kabut karena baby Chesa terus menangis. Bahkan mereka sudah melakukan berbagai cara agar baby Chesa tenang, tetapi tidak berhasil.


"Apa Chesa salah makan, Nak?" Tanya Zoya khawatir, "Nggak, Mah. Aku sendiri tadi yang menyuapi nya" Jawab Nathan


Ambar terus memutar otaknya, ia berusaha mengingat apa saja yang Deva katakan kepadanya.


"Ahya, aku ingat sekarang. Tuan, tolong taruh kepala Baby Chesa di pundak anda, pasti dia akan langsung tenang" Ujar Ambar, "Kau disini belum genap 24 jam, tapi kau berbicara seakan-akan sudah mengenal putriku dengan baik" Ketus Nathan


"Nathan..."


"Ya, baiklah" Perkataan Ambar terbukti benar, Baby Chesa berangsur tenang setelah kepalanya bersandar di bahu kokoh sang ayah.

__ADS_1


"Dia tenang? Nak Ambar, bagaimana kau bisa tau tentang hal ini? Bahkan dari tadi kami tidak bisa menenangkan nya" Tanya Zoya


"Kasih sayang seorang ibu yang melakukan semua ini, saya hanya melakukan apa yang di katakan oleh nona" Jawab Ambar, "Bisakah kau beritahu kami di mana Deva?" Timpal Surya


"Maaf, itu sudah di luar tugas saya. Saya disini hanya untuk menjaga Baby Chesa, mohon mengerti" Kata Ambar, "Mau sampai kapan dia akan menyuruhmu tinggal di rumah ini? Dia masih mempunyai tanggung jawab atas putrinya" Tutur Nathan


"Dengar, Tuan Muda. Nona tidak pernah meninggalkan tanggung jawab nya, dia masih tetap melakukan kewajiban nya walaupun dia tidak ada di rumah ini" Jelas Ambar menatap dingin ke arah Nathan


"Ohya? Kalau begitu, suruh di pulang. Dia masih mampu untuk mengurus putrinya tetapi dia malah mengirim dirimu ke rumah ini" Nathan sudah kehabisan akal untuk membuat Deva kembali ke rumah, ia juga sudah melacak keberadaan sang istri tetapi hasilnya nihil.


Nathan mengacak rambut nya frustasi. "Apa dia benar-benar pergi!"

__ADS_1


"Deva tidak akan setega itu, Nak. Buktinya, dia mengirim Ambar kemari" Balas Surya, "Ada sesuatu yang membuatku bingung sampai sekarang" Tutur Nathan


"Apa?"


"Tengah malam setelah dinner, aku turun ke bawah mencari Deva, dia ada di ruang makan. Terus paginya kita ke rumah sakit setelah mendengar Anindita di larikan kesana, tapi bukti tim penyidik mengarah ke Deva. Bagaimana bisa bukti itu mengarah ke Deva, sedangkan Deva makan di sini" Urai Nathan bingung


"Semuanya bisa di lakukan oleh Deva, Nak. Apalagi dengan kepintaran yang dia miliki, bahkan nyonya Smith sangat mengandalkan dirinya untuk membalas orang yang berani mengusik keluarga Gautama" Sahut Zoya, "Mama-mu benar, Nak. Apalagi dengan dengan pengakuan Deva waktu itu" Tambah Surya


Tanpa mengatakan apapun, Nathan melenggang pergi ke kamar.


Deva tersenyum diiringi isakan pelan saat melihat vidio yang baru saja dikirimkan oleh Ambar, wajah teduh baby Chesa yang terlelap membuat hatinya menghangat.

__ADS_1


"Bunda akan segera kembali, Sayang" Ucap Deva meletakkan ponselnya. Ia lega karena Ambar bisa di andalkan, gadis itu juga mengatakan kalau baby Chesa sempat menangis dan membuat orang rumah bingung.


"Baru sehari aku menghabiskan waktuku disini, aku sudah merindukan kalian. Bagaimana dengan hari-hari berikutnya nanti" Gumam Deva tersenyum tipis menatap lockscreen foto baby Chesa yang berada di gendongan Nathan.


__ADS_2