
"N–Nathan?" Jantung Deva berdegup sangat kencang melihat sosok suaminya berada di ambang pintu ruang rawatnya, kedua bola matanya meneliti tubuh Nathan dari atas sampai bawah.
Tidak terurus.
Nathan tersenyum sinis ke arah istrinya. "Aku menemukan mu, Sayang. Dan aku akan menghukummu karena telah meninggalkan ku dan juga Chesa"
Greepp
Deva memejamkan kedua matanya saat Nathan memeluknya begitu erat. Jika harus di suruh jujur, ia sangat merindukan pria yang sedang mendekapnya. Setelah sekian lama ia kembali mendapatkan pelukan hangat dari suaminya lagi.
Perlahan Nathan mengurai pelukannya. "Kau melewatinya sendiri sedangkan aku masih ada? Dengan kamu menahan semuanya sendiri, aku merasa seperti tidak berguna. Aku bahkan tidak menyadari kalau istriku sedang berjuang untuk tetap bersamaku. Kenapa kamu tidak mengatakannya, aku bis—"
"Aku sudah sembuh, Ayah Chesa. Ak—"
__ADS_1
"Jangan bohong lagi" Sela Nathan, "Tidak, aku benar-benar sudah sembuh. Minggu depan aku sudah bisa pulang, tadi dokter Akbar yang mengatakannya sendiri. Ini buktinya" Balas Deva memperlihatkan hasil tes kesehatan nya kepada Nathan
"Ini benar?"
"Ya, aku sedang dalam masa pemulihan. Semuanya sudah terbayar lunas, Nathan. Rasa sakit ku sudah terbayar lunas dengan mendengar kabar ini" Ujar Deva menitikkan air matanya, "Kali ini aku akan membiarkan mu menangis karena ini air mata kebahagiaan" Kata Nathan lalu kembali mendekap tubuh istrinya, "Aku merindukanmu"
"Aku juga merindukanmu, Ayah Chesa."
Bunda tau kamu wanita kuat, tapi bukan dengan menyembunyikan masalah besarmu seperti ini. Ini menyangkut nyawamu, kenapa kamu malah menyembunyikannya dari kami. Ayah sama Bunda akan melakukan apapun asal kamu kembali pulih, kami sangat menyayangimu. Ucap Lily dalam hati
"Bunda"
"Deva tega melakukan ini kepada kita, Yah. Apa dia sudah tidak menganggap kita sebagai orang tuanya, dia tau bagaimana kita sangat menjaganya dan juga Adnan. Bunda takut, Yah" Lirih Lily, "Bunda, kita berdoa saja, Nathan sudah ada di sana menemani putri kita" Kata Nanda
__ADS_1
"Bunda mau tau bagaimana keadaan nya, Yah. Sudah satu tahun dia menghilang tanpa kabar, dan sekarang? Kita mengetahuinya sedang terbaring di rumah sakit" Lanjut Lily, "Ayah tau, kita percayakan semuanya sama yang di atas. Semua akan baik-baik saja, Nathan akan kembali bersama Deva" Ujar Nanda.
Deva menggelengkan kepalanya melihat ke posesif-an suaminya yang tak berubah, dari dr. Akbar memeriksa keadaannya sampai dr. Akbar pamit, Nathan terus memerhatikan dirinya. Bahkan tadi Nathan sempat menatap tajam dr. Akbar saat menyentuh tangan Deva.
"Ayah Chesa, kau cemburu dengan dokter Akbar?" Tanya Deva tersenyum geli, "Tidak, hanya saja aku tidak rela kalau ada yang menyentuhmu" Jawab Nathan cuek
"Apa bedanya? Ayah Chesa, dokter Akbar hanya menjalankan tugasnya. Dia sudah punya tunangan, jadi untuk apa dia macam-macam kepada istrimu ini" Jelas Deva tetapi Nathan tidak merespon, "Nathan.."
"Ya, aku hanya tidak ingin milikku di sentuh orang lain" Kata Nathan, "Kau tidak pernah berubah" Tambah Deva tertawa, "Apa kau sudah memberitahu orang rumah?"
"Aku hanya memberitahu kalau aku sudah sampai disini, tidak dengan kondisi mu. Akan ku beritahu mereka sekarang" Jawab Nathan, "Eitss! Jangan, kita akan membuat kejutan untuk mereka" Cegah Deva
"Baiklah."
__ADS_1