DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 40


__ADS_3

Nathan dan Deva masuk ke dalam rumah. Deva memutar bola matanya malas melihat dua orang yang sudah membuatnya kesal tadi pagi. Dua orang itu tengah duduk santai di ruang tv bersama bunda Lily.


"Pelayan, tolong bagikan ini ke yang lain. Dan bilang, untuk bagian para penjaga akan datang sebentar lagi" Perintah Deva


"Baik, Nona. Terimakasih" Pelayan tersebut pergi dari hadapan Nathan dan Deva.


Di kediaman Gautama, terdapat dua satpam, sepuluh pelayan, tiga tukang kebun, dan kurang lebih ada tiga puluh bodyguard yang sudah di latih dengan khusus.


"Bunda" Deva duduk di sebelah Bunda Lily dan Nathan duduk di sofa single yang berada di sebrang sofa yang duduki istri dan Ibu mertuanya.


"Kalian? Kok balik lagi, ada apa" Tanya Lily, "Lagi nggak mood, jadi tadi di ajak Nathan ke mall" Jawab Deva


"Yasudah, kalian istirahat saja. Nathan, ajak Deva ke kamar. Nanti kalau sudah waktunya makan siang, Bunda akan memanggil kalian berdua" Titah Lily


"Iya, Bun" Pasangan itupun beranjak pergi dari sana.


"Mereka berdua nggak masuk kuliah, kenapa Mbak nggak marah? Percuma dong bayar kuliah mahal-mahal tapi absen" Tanya Nora tak suka


"Kata siapa mereka absen? Mereka tetap masuk kok, tapi dari rumah. Ayahnya Deva udah bicara sama pihak kampus yang bersangkutan dengan mata kuliah Deva dan Nathan, kalau mereka berdua tidak masuk kelas? Berarti mereka akan belajar dari rumah" Jawab Lily santai

__ADS_1


"Kok bisa gitu, Bi" Sahut Rani tak terima


"Ya. Kondisi Deva sekarang sedang hamil, nggak mungkin kalau paman sama Bibi memaksanya kuliah. Jadi jalan satu-satunya ya itu tadi, dan untuk Nathan? Dia yang memintanya sendiri, karena dia mau menjaga Deva yang sedang dalam kondisi hamil" Lanjut Lily, "Kalian bisa lanjut nontonnya, Mbak mau ke dapur nyiapin makan siang"


Melihat bunda Lily pergi dari sana, Rani menggeser tubuhnya di dekat sang Ibu.


"Ibu, paman sama bibi masa nggak adil. Aku absen mata kuliah aja langsung di tegur, sedangkan Deva? Dia bisa dengan seenaknya kuliah di rumah" Keluh Rani, "Jangan memikirkan bagaimana Deva kuliah, kita harus memikirkan bagaimana uang yang setiap bulan paman mu kirim itu tetap" Balas Nora memijit pelipisnya.


Hap


Nathan menangkap Deva ke dalam pelukannya, Deva yang sedang duduk di atas kasur hanya mengulas senyum dan memilih menikmati dada bidang suaminya


"Nggak boleh nakal sama suami sendiri?" Tanya Deva menyibak kaos hitam Nathan, sekarang perut kotak-kotak milik Nathan terpampang jelas di hadapan Deva


"Hemm" Nathan memejamkan matanya menikmati sentuhan dari istrinya.


"Kau tidak ingin menghukum istri nakal mu ini, Sayang" Bisik Deva membuat giarah Nathan semakin menjadi, "Yahh, aku akan menghukummu dan akan ku pastikan kau tidak akan bisa jalanhh" Balas Nathan


Deva tersenyum puas melihat kabut gairah sudah menyelimuti suaminya. "Lakukan lah. Tapi ingat, ada anak kita disini" Kata Deva mengarahkan tangan kokoh Nathan ke perutnya

__ADS_1


"Aku selalu ingat" Sebelum melakukan nya, Nathan terlebih dulu mencium perut sang istri sebagai ijin kepada buah hati mereka.


***


Saat jam makan siang, Bunda Lily berjalan ke lantai atas menuju ke kamar putrinya. Tetapi langkah nya terhenti ketika mendengar suara aneh dari dalam


"Astaga, pasti mereka lupa ngaktifin kedap suara kamar Deva. Dasar anak muda" Tidak ingin mengganggu aktivitas putri dan menantunya, Bunda Lily kembali lagi ke meja makan.


"Bun, kok kesini sendiri. Mana Nathan sama Deva?" Tanya Nanda, "Lebih baik kita makan siang duluan, ada urusan suami-istri yang harus di selesai kan" Jawab Lily


"Mereka bertengkar?" Tanya Nanda was-was, "Nggak, Yah. Udah, lebih baik kita makan aja dulu" Kata Lily


Ayah Nanda pasrah tanpa berniat bertanya kembali. "Ohya, Rani. Paman udah dapat pekerjaan yang cocok untukmu, kamu bisa bekerja setelah atau sebelum mata kuliah mu di mulai. Tapi kalau hati libur, kamu bisa bekerja full dari pagi sampai sore" Ujar Nanda


"Paman serius nyuruh aku kerja" Rengut Rani, "Iya, belajar mandiri. Nggak selamanya kamu terus bergantung, kehidupan mu masih panjang" Jawab Nanda


"Lalu bagaimana dengan Deva yang hanya duduk di rumah" Sahut Nora, "Hei? Kata siapa Deva hanya duduk di rumah, dia juga bekerja. Dia punya cafe, dan juga showroom mobil. Bisnis itu dia bangun dengan uang sisa jajannya dari kecil" Jawab Nanda, "Lalu, bukankah uang jajan Rani sama dengan uang jajan Deva sama Adnan?"


"Mas, sudah. Lebih baik kita makan siang. Kasian makanannya di anggurin" Lerai Lily.

__ADS_1


__ADS_2