
Dengan di dampingi oleh Adnan, Deva mulai menginjakkan kaki di sebuah gedung di mana ia akan meneruskan bisnis sang ayah. Semua karyawan dan pekerja yang ada di sana di kumpulkan di aula untuk pengumuman.
"Selamat pagi menjelang siang semuanya! Saya mengumpulkan kalian disini untuk mengumumkan bahwa mulai hari ini dan seterusnya, perusahaan ini akan di pimpin oleh adik saya" Ucap Adnan dengan tegas lalu mempersilahkan Deva untuk berbicara
"Peraturan di perusahaan tetap seperti biasanya, mungkin jika ada peraturan yang merugikan salah satu dari karyawan atau pekerja perusahaan ini, saya yang akan bertanggung jawab dan membenahi nya" Lanjut Deva, "Terimakasih atas waktunya, kalian bisa kembali bekerja"
Sebelum pergi, para karyawan dan pekerja membungkukkan badan sebagai tanda hormat untuk pemimpin baru.
"Semuanya sudah ada di tanganmu, Abang tinggal mantau pekerjaan mu" Ujar Adnan, "Ya, sepertinya waktuku akan sedikit terbuang disini" Kata Deva
"Mungkin, selamat bergabung" Imbuh Adnan
"Terimakasih."
Deva meregangkan otot-otot nya setelah berkutat dengan setumpuk berkas yang ada di atas mejanya. Ia melihat ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya dan sudah menunjukkan waktu makan siang.
"Hari pertama di sini sudah sangat melelahkan, aku jadi merindukan Chesa" Gumam Deva tersenyum menatap foto baby Chesa yang berada di layar ponselnya
Deva beranjak dari duduknya, kemudian melangkah keluar dari ruangannya. Karena perutnya sudah sangat lapar, jadi ia memutuskan untuk makan di kantin bersama karyawan yang lain.
Para karyawan agak terkejut melihat Deva mau makan di kantin, mereka pikir Deva akan gengsi makan di kantin bersama mereka dan ternyata Deva sama seperti Adnan, mau makan satu ruangan dengan bawahannya.
Ibu anak satu itupun menikmati makan siangnya sembari melakukan video call dengan sang suami yang juga berada di kampus.
"Gimana hari pertama mu?"
^^^"Sangat melelahkan, aku ingin tidur di rumah dan bermain dengan Chesa"^^^
"Haha, itu tidak akan bisa terjadi lagi. Sekarang tanggung jawab mu bertambah, Sayang. Kita nanti juga akan sama-sama sibuk, jadi kita harus bisa membagi waktu untuk Chesa"
^^^"Kau benar, Nathan"^^^
^^^"Sudah makan siang?"^^^
"Hem, bekal yang kamu siapkan tadi sudah habis" Nathan memperlihatkan sebuah kotak makan kosong.
^^^"Kau lapar atau doyan? Tadi aku sengaja menyiapkan lebih untukmu"^^^
__ADS_1
"Dua-duanya" Nathan terkekeh
"Lanjutkan makan siang mu, aku mau ke kelas"
^^^"Ya, sampai bertemu di rumah"^^^
"Bye."
Usai makan siang, Deva memilih mengecek seluruh sudut perusahaan di temani oleh asisten pribadi ayah Nanda (Reza) tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, agar ia bisa melihat bagaimana cara kerja para karyawan di perusahaan yang sekarang ia pimpin tanpa ada sandiwara.
"Bagaimana, Nona. Apa ada yang perlu saya ubah" Tanya Reza, "Tidak, biarkan semuanya seperti ini. Hanya saja, tambahkan cctv disetiap sudut perusahaan dan sambungkan ke laptop saya termasuk cctv ruangan saya" Pintar Deva
"Baik, Nona. Saya akan melakukannya secepat mungkin, ada lagi, Nona?" Tanya Reza lagi
"Tidak, kau bisa pergi" Sang asisten mengangguk, lalu pamit pergi.
Di rasa tidak ada yang perlu di periksa lagi, Deva kembali ke ruangannya.
Sore harinya, Deva langsung pulang ke kediaman Alexander. Sebelum itu, ia membeli beberapa mainan untuk baby Chesa di rumah.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Maaf, Mah. Mama jadi kerepotan mengurus Chesa seharian" Ucap Deva, "Nggak sama sekali, Mama malah senang bisa main sama Chesa. Lagian Chesa juga nggak rewel" Kata Zoya
"Kalau begitu, Deva mau bersih-bersih dulu" Mama Zoya hanya mengangguk.
Ceklek
Deva masuk ke kamar dan terlihat Nathan tengah sibuk dengan iPadnya.
"Nathan!" Deva berlari dan langsung menghambur ke pelukan suaminya.
"Aku merindukanmu" Ucap Deva nyengir, "Begitukah? Kalau begitu aku juga merindukanmu, lebih baik sekarang kamu mandi" Sambung Nathan mengecup bibir sang istri
"Aku ingin seperti ini sebentar" Nathan menyanggupi sekaligus senang melihat sikap manja sang istri
__ADS_1
"Mau dipijit?" Tawar Nathan, "Nggak, cuma pengen di peluk aja" Jawab Deva, "Gimana kalau nanti malam kita keluar" Tanya Nathan
"Kemana?"
"Ke hotel"
"Ngapain?"
"Main kelereng"
Deva tertawa. "Ngapain sampe ke hotel kalau di sini bisa"
"Sayang, aku mau ngajak kamu dinner sama Chesa juga. Ini dinner pertama kita sama Chesa kan?" Deva mengangguk setuju
"Sekarang kamu mandi, bau acem" Lanjut Nathan, "Hehe, acem-acem gini kamu juga mau" Ledek Deva beringsut turun dari ranjang.
***
Nathan menggeser kursi dan mempersilahkan sang istri duduk. Sekarang mereka sudah berada di sebuah restoran untuk dinner pertama bersama Baby Chesa.
"Ayah Chesa, apa kau yang menyiapkan semua ini?" Tanya Deva menatap kagum ruangan private yang mereka tempati dan juga banyak jenis makanan sudah tertata rapi di atas meja.
"Ya, siapa lagi" Nathan mengambil piring milik sang istri lalu memotong kecil-kecil daging yang ada di piring tersebut agar Deva lebih mudah memakannya.
"Terimakasih"
Baby Chesa terus berceloteh membuat Nathan dan Deva tersenyum bahagia, keduanya makan malam dengan tenang dan sesekali Deva menyuapi bubur halus kepada Baby Chesa.
"Na na na na" Baby Chesa berusaha menggapai pisau yang ada di tangan sang Ibu.
"Baby, ini bukan mainan" Ucap Deva mendudukkan Baby Chesa di kursi bayi yang juga di siapkan oleh Nathan.
Setelah sang Ibu melarang, Baby Chesa pun menangis kencang. Deva menghela nafasnya lalu memposisikan Baby Chesa meminum ASI supaya kembali tenang.
Untuk aja gue siapin ruang private. Ucap Nathan dalam hati
Tentu saja ia tidak rela jika ada pria lain yang melihat tubuh istrinya. Apalagi dengan aktivitas Deva memberikan ASI kepada Baby Chesa, pasti akan terlihat aset penting milik istrinya.
__ADS_1