DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 43


__ADS_3

Kedatangan salah seorang bodyguard membuat Tuan besar dan Nona Muda Gautama menghentikan obrolan mereka.


"Maaf, Tuan/Nona. Saya kesini ingin memberitahu kalau rumah nyonya Nora mengalami kebakaran, hanya sebagian barang-barang yang bisa di selamatkan" Jelasnya


"Apa? Bagaimana bisa, kalian sudah menyelidiki tentang hal ini" Tanya Nanda, "Sudah, Tuan. Kebakaran ini bisa terjadi karena listrik rumah itu konslet, Tuan" Jawabnya


"Baiklah, terimakasih" Bodyguard itupun pergi dari sana.


"Ayah, lebih baik kita kesana sekarang" Kata Deva, "Tidak, Nak. Tidak baik kalau kamu keluar malam-malam, biar Ayah sama pengawal saja yang kesana" Larang Nanda


"Baiklah, tapi Ayah harus hati-hati" Ayah Nanda mengangguk dan berlalu pergi.


Deva membuka pintu kamarnya, terlihat Nathan duduk di kursi meja belajar sambil mengerjakan pekerjaannya yang akhir-akhir ini tertunda.


"Kamu dari mana?" Tanya Nathan tanpa mengalihkan pandangan nya, "Ngobrol sama ayah di kolam ikan" Jawab Deva duduk di tepi meja


Nathan menarik Deva agar duduk di pangkuannya, ia tersenyum melihat Deva yang melototi-nya.


"Apa yang kau lakukan?"


"Memintamu duduk, itu saja" Jawab Nathan santai dan kembali melakukan aktivasi nya tadi, "Aku akan duduk sofa, jadi kau bisa mengejar pekerjaan mu dengan nyaman" Kata Deva


"Eitss! Tetaplah disini. Jangan bergerak, atau kau akan membangunkan singa yang tertidur" Ancam Nathan


"Ceh"

__ADS_1


Deva mengalah lalu menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. Tidak lama dari itu, ide jail pun muncul. Deva menjulurkan lidahnya menyapu rahang sampai ke belakang telinga Nathan, tidak lupa ia juga memberikan beberapa stempel kepemilikannya di sana.


Sedangkan Nathan mati-matian menahan sesuatu yang di bawah sana yang ingin di loloskan, godaan istri nya sungguh menyiksa diri.


Deva tersenyum puas saat merasa ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana, ia pun terus melakukan kejailan nya.


"Va, jangan seperti ini" Ucap Nathan menatap sayu manik mata Deva, "Lalu bagaimana, Sayang. Aku hanya bermain, kau lanjutkan saja pekerjaanmu" Tutur Deva, "Aku tidak ingin menyakitinya, kita sudah melakukan nya dari kemarin. Bukankah kita tidak boleh berhubungan terlalu sering?" Imbuh Nathan


"Tapi aku merindukanmu"


"Baiklah, aku akan menyelesaikan ini dulu lalu kita tidur. Aku akan memelukmu agar kau tidur dengan nyaman, bagaimana?" Tawar Nathan


"Okey."


Selesai mengerjakan pekerjaannya, Nathan menggendong bridal Deva lalu menidurkan di atas kasur.


"Tapi punyamu masih bangun, pasti sakit" Ucap Deva meringis, "Tidak masalah, tidurlah" Balas Nathan mengecup kening Deva


"Hem."


Setelah menidurkan Deva, Nathan segera masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan hasrat nya.


"Astaga, dia seperti bukan Deva yang ku kenal. Apa karna dia sedang hamil, dia jadi seperti itu" Setengah jam berlalu akhirnya Nathan selesai, pemuda itu keluar dari kamar mandi dengan wajah lega.


Nathan kembali merebahkan dirinya di samping Deva yang sudah terlelap.

__ADS_1


"Selamat malam."


***


Tidur nyenyak Deva terusik ketika sinar mentari menerobos masuk ke dalam kamar melalui celah-celah tirai. Ia menggeliat kecil dan merasa kalau ada seseorang yang memeluknya.


Ia tersenyum melihat sang suami masih terlelap, tak lama ia teringat kejadian tadi malam. Rasa bersalah pun muncul di hatinya, sampai tak sadar air matanya menetes mengenai lengan Nathan


"Mghh..Va, kamu kenapa? Kok nangis, ada yang sakit? Di sebelah mana, aku akan memanggil dokter" Cerca Nathan khawatir, "A–aku nggak papa, Nathan" Ucap Deva menahan lengan kekar suaminya


"Lalu kenapa kamu menangis, aku ada salah? Maafkan aku"


"Nathan, seharusnya aku yang minta maaf" Cicit Deva, "Kamu? Memangnya kamu ngapain sampai harus minta maaf" Tanya Nathan kurang paham


"Tadi malam, kau pasti tersiksa karena ulahku kan?"


Nathan menyunggingkan senyumnya. "Jangan dipikirin, sekarang udah nggak papa kan. Ayo kita bersiap, pasti yang lain udah ada di meja makan"


"Ohya, Nathan. Tadi malam waktu aku sama ayah di kolam ikan, bodyguard rumah dapet kabar kalau rumah bibi kebakaran" Ujar Deva tiduran di pangkuan Nathan


"Kok bisa kebakaran?"


"Listriknya konslet, dan tadi malem ayah ngecek kesana" Kata Deva, "Kenapa tidak bilang dari tadi malam, aku bisa ikut dengan ayah kesana" Imbuh Nathan


"Tadi malem kamu sibuk, ayah kesana juga sama pengawal" Urai Deva

__ADS_1


"Yasudah, lebih baik kamu bersiap. Aku akan merapikan tempat tidurnya" Titah Nathan, "No, kau duluan dan aku yang akan merapikan nya" Tolak Deva bangun dari tidurnya


"Baiklah."


__ADS_2