
Seorang wanita hamil kini tengah asik duduk menonton sambil memakan cemilan di dalam kamar, tangan kirinya mengusap perutnya yang besar. Usia kandungan yang mulai memasuki bulan ke sembilan, membuat ruang geraknya terbatas.
Wanita tersebut tersenyum ketika ada sebuah benda kenyal menempel di pipi kirinya.
"Kapan kamu pulang?" Tanya sang wanita, "Udah dari tadi, kamunya aja yang asik nonton sampe suami pulang nggak nyadar" Balas sang pria dengan rengutan
"Maaf, aku akan menyiapkan air untukmu" Kata sang wanita berdiri dari duduknya
Tetapi sebelum melangkah, pergelangan tangannya di cekal oleh sang pria. "Kamu duduk saja, Va. Aku bisa menyiapkan air untukku sendiri. Di kamar mandi licin, kalau kamu kenapa-napa gimana"
"Iya, aku akan menyiapkan bajumu saja" Nathan mengangguk setuju.
Setelah menyiapkan baju untuk suaminya, Deva duduk di tepi ranjang. Tangannya mengulur membuka laci dan mengambil sebuah buku album dari dalam sana.
Dvea membuka selembar demi selembar buku album tersebut, senyum-nya terukir dengan jelas di wajah-nya.
"Kau sedang lihat apa?" Tanya Nathan yang baru saja selesai berpakaian, "Aku sedang melihatnya, nggak kerasa sebentar lagi kita akan bisa menggendongnya. Rasanya baru kemarin dia hadir disini" Jawab Deva memegang perutnya
"Kamu benar, dan sebentar lagi akan ada tangisan bayi di rumah ini" Imbuh Nathan tersenyum, "Dan semakin kesini kau semakin cantik"
"Gombal, pasti ada maunya"
"Ya"
"Katakan"
"Besok aku akan lembur di kantor, bisakah kau mengantarkan makan siangku kesana?" Pinta Nathan, "Tumben kamu minta aku antar makanan kesana?" Selidik Deva
__ADS_1
"Hanya ingin makan berdua denganmu" Jawab Nathan mengikis jarak wajah mereka, "Sepertinya bukan hanya makan berdua yang kau inginkan" Tambah Deva mengaitkan kedua lengannya di leher sang suami
"Aku merindukanmu" Bisik Nathan dengan nafas yang mulai berat
Deva tersenyum geli. "Lakukanlah"
Mendapatkan lampu hijau dari Deva, Nathan tak menyia-menyiakan waktunya lagi.
"Haaaah!" Nathan dan Deva mengatur nafas mereka setelah melakukan kewajiban masing-masing.
"Terimakasih" Ucap Nathan, "Hem. Kau tidur saja, aku ingin mandi" Kata Deva
"Tetaplah disini sebentar" Deva hanya mengiyakan permintaan Nathan. Karena perut Deva yang membesar, membuat Nathan tidak bisa dengan leluasa memeluk tubuh istrinya.
"Kau kenapa?" Tanya Deva
"Aku nggak akan pernah pergi ke manapun, apapun keadaannya, aku akan selalu bersamamu" Balas Nathan.
"Bagaimana dengan rencanamu?" Seorang wanita bertanya kepada temannya yang tengah asik menikmati kopi panas di tangannya
"Akan segera di mulai" Balas Rissa, "Setelah semuanya berjalan, hanya akan ada satu kemungkinan"
"Apa?"
Rissa menyeringai.
***
__ADS_1
Deva menghentikan kegiatannya menata makan malam di atas meja saat ada sepasang tangan melingkar di perutnya.
"Disini ada pelayan, kamu nggak malu" Tanya Deva pelan, "Ngapain malu? Duduklah, biar aku yang lanjutin" Kata Nathan mencium leher jenjang istrinya
"Nggak papa, tinggal sedikit lagi selesai" Lanjut Deva, "Ya. Tolong lepaskan pelukan mu, atau semuanya akan terlambat"
"Tapi aku kangen sama kamu"
"Kau bisa memelukku lagi nanti. Ini sudah lewat jam makan malam, kau ingin dia kelaparan di dalam"
Nathan menggeleng cepat lalu duduk di salah satu kursi meja makan. Melihat itu, Deva kembali melakukan aktivitas nya tadi.
Usai makan malam, pasangan muda itupun duduk berdua di ruang santai sambil menikmati film yang berputar di depan mereka.
"Besok kamu ke sana pakai supir, jangan sendiri" Peringat Nathan, "Iya, aku inget kok. Memangnya besok mau aku masakin apa?" Tanya Deva
"Terserah kamu aja, semua masakan yang kamu bikin akan ku makan" Jawab Nathan
"Ah!"
Deva kaget saat tiba-tiba sesuatu di dalam perutnya menendang. Tangan Nathan yang setia berada di atas perut Deva pun juga merasakan tendangan tersebut.
"Melihatnya hal seperti, membuatku ingin dia cepat-cepat keluar" Ujar Nathan, "Rasanya pasti akan sangat menyenangkan saat tangan kecilnya memegang jari ku"
"Kamu benar sekali, Nathan. Di usia kita yang masih muda, kita akan segera menjadi orang tua. Itu adalah hal yang indah, kita dengan begitu cepat di percaya untuk menjaga malaikat kecil ini" Tambah Deva, "Dan, aku sangat bersyukur untuk ini"
"Ya. Lebih baik kita istirahat, ini sudah sangat malam."
__ADS_1