DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 98


__ADS_3

"Hahaha! Ikatan antara Ibu dan anak tidak akan ada yang bisa memutus, sekuat apapun kalian bersandiwara, putriku akan tetap mengenali siapa Ibu kandungnya!" Sentak seorang wanita yang terikat di sebuah kursi kayu


"Jangan sombong dulu, Nona. Nyawa putrimu ada di tanganku, aku bisa kapan saja melenyapkan nya" Ucap seorang pria bersender di tembok dekat pintu kamar di mana wanita itu di sekap


"Ceh, sekali putriku mengatakan kalau yang di sana bukan ibunya, sudah ku pastikan wanita itu akan langsung di usir. Karena ucapan anak kecil berasal dari hati" Balas wanita itu, "Mungkin kesombongan mu akan berakhir jika aku melenyapkan putrimu sekarang, Nona Gautama" Pria tersebut menyeringai


"Aku tidak akan mengampuni mu jika kau berani menyentuh putriku, Dani!!"


"Ah aku sangat takut, ampuni aku" Dani merubah mimik wajahnya memelas, beberapa detik kemudian ia tertawa keras.


"Deva Deva, aku sebenarnya tidak ingin melakukan semua ini kalau kamu mau menurut padaku. Perkara mudah, kau bercerai darinya dan menikah denganku. Aku juga sudah mengatakan bahwa aku akan menerima putrimu sebagai putri kandungku sendiri. Tapi kau menolak nya? Jadi terima saja semua ini, dan jangan salahkan aku jika nyawa putri mu tiba-tiba lenyap" Ujar Dani


Semua sudah di rencana kan oleh Dani secara matang dan cerdik. Saat mobil bodyguard keluarga Gautama tiba di G2, kembaran Dani, Doni. Sudah bersiaga di sekitar sana dan membawa pergi Dani setelah melumpuhkan para penjaga.


"Ternyata serendah ini harga dirimu, Dani. Kau rela melakukan apapun untuk memenuhi keinginan mu termasuk mengambil istri orang lain. Kau seorang pria, bagaimana kalau sekarang kau dalam posisi Nathan, istrimu di sandra oleh pria yang terobsesi dengan istrimu dan berencana membunuh putrimu!" Seru Deva


Dani diam sejenak sebelum menatap ke arah Deva. "Tapi sayangnya itu semua tidak terjadi, hahaha!!"


"Nikmatilah suasana kamar ini dan pikirkan ucapanku tadi" Dani berdiri dari duduknya dan berlalu pergi dari kamar tersebut.


"Bunda percaya padamu, sayang. Kau pasti akan langsung mengenali kalau wanita itu bukan Bunda" Lirih Deva.


Di kediaman Gautama, Chesa merencanakan sesuatu bersama Anindita. Kebetulan Anindita datang berkunjung, jadi Chesa punya partner untuk menjalankan aksinya.

__ADS_1


Anindita datang membawa seember air yang sudah di campur dengan tepung. "Ini, kita hanya punya waktu 13 menit" Ucap Anindita


"Okey" Chesa dan Anindita mengikatkan tali besi ember dan gagang pintu kamar, kemudian Chesa memanggil tukang kebun untuk meletakkan ember tersebut di atas pintu kamar.


Kedua gadis kecil itu bertos'ria' memikirkan rencana mereka akan berhasil, keduanya pun berdiri di samping ranjang unutk menyaksikan sesuatu yang menyenangkan


"Aunty! Tolong Anin!!" Anindita berteriak.


"Aunty!!"


Ceklek byurrr takk


"Hahahahahahahah!!!" Tawa Chesa dan Anindita pecah melihat Deva eh ralat bukan Deva tapi Dela, yang terguyur air tepung sekaligus kejatuhan ember tadi.


Keduanya tidak bisa menghentikan tawa mereka walaupun di belakang Dela ada Ayah Nanda, Bunda Lily, Adnan, Leo, Arinda, dan Nathan.


"Oma, aku hanya membantu Chesa" Ucap Anin, "Chesa nggak ada pr sekolah, Grandma. Jadi..ini" Lanjut Chesa nyengir


Chesa seperti Deva dulu waktu kecil. Astaga, kenapa akal jail Deva menurun ke Chesa, semua orang akan jadi sasaran nya nanti. Ucap Lily dalam hati


"Chesa, jangan ulangi hal ini lagi. Lihat, bunda jadi basah kuyup" Sahut Nathan


Chesa menggeleng. "Ini seru, Daddy"

__ADS_1


"Sudah-sudah. Deva, lebih baik kamu mandi" Timpal Nanda


"Ya."


Setelah kejadian tadi siang, Nathan menghukum Chesa dengan melarang nya bermain game. Tetapi semua itu tidak akan menyurutkan semangat nya mengerjai wanita yang bernama Dela atau sekarang yang sedang menyamar sebagai ibunya.


Wajah Dela bisa sama persis seperti wajah Deva karena semua bisa di lakukan dengan uang, termasuk Dani yang melakukan berbagai cara agar rencana berjalan dengan lancar.


Tetapi tidak bisa semua bisa sama terutama bola mata, Chesa sudah mengenali bagaimana bentuk dan warna bola mata sang Ibu. Jadi, ia bisa mengenali Dela langsung saat berkontak mata.


"Grandpa, mau mie goreng?" Tawar Chesa menyodorkan sepiring mie goreng kepada sang kakek, "Boleh, tapi jangan bilang sama grandma ya" Balas Nanda berbisik, Chesa mengangguk.


Ayah Nanda pergi mencari tempat persembunyian agar sang istri tidak melihatnya memakan mie instan.


Kali ini Chesa meminta pelayan memasak semua mie instan yang ada di dapur dan akan ia bagikan ke seluruh orang rumah. Tapi akan ada sepiring mie goreng yang akan Chesa beri kejutan.


"Chesa, di mana mie goreng untuk bundamu?" Tanya Adnan


"Kurang satu?" Adnan mengangguk.


Dengan semangat 45, Chesa melenggang ke dapur mengambil mie goreng spesial untuk Dela.


"Tinggal segini, nggak papa kan?" Tanya Chesa menunduk pura-pura sedih, "Nggak papa, bunda makan sekarang ya" Balas Dela, tanpa curiga Dela memakan mie goreng tersebut

__ADS_1


Dela membulatkan kedua bola mata nya saat merasakan mie goreng asin pemberian Chesa.


S***, anak ini mengerjai ku lagi. Umpat Dela salam hati


__ADS_2