DEVANATHAN

DEVANATHAN
DN – 95


__ADS_3

"Daddy Chesa, ada apa denganmu? Akhir-akhir ini kau sangat aneh, ada masalah di kantor" Tanya Deva duduk di pangkuan suaminya


Setelah kondisi Deva benar-benar membaik, dokter memperbolehkan Deva pulang ke rumah


"Aku baik-baik saja, Sayang. Dan di kantor juga terkendali dengan baik" Jawab Nathan mengangkat kedua sudut bibirnya membuat lengkungan, "Kau tidak ingin membagi masalah mu denganku, Daddy Chesa? Tidak masalah" Ujar Deva


"Bukan begitu, tapi—"


"Aku sudah tau semuanya, Nathan" Deva menunduk sebentar lalu kembali menatap wajah suaminya.


"Apa maksudmu?"


"Tidak perlu ku jelaskan, pasti kamu sudah tau kemana arah ucapanku ini" Jawab Deva meletakkan kepalanya di bahu sang suami, "Maaf, aku tidak bisa menjaga mereka dan bahkan aku tidak menyadari kehadiran mereka"


"Ini semua bukan salahmu, Sayang. Aku minta maaf karena sempat menyembunyikan hal ini kepadamu, aku masih terlalu takut melihat reaksi mu nanti setelah mengetahui semuanya" Kata Nathan, "Kita masih punya Chesa"

__ADS_1


"Bunda, Daddy"


Kedua nya menengok dan melihat anak gadis mereka berada di ambang pintu kamar.


"Kemarilah"


"Kamu bawa apaan, Sayang" Tanya Deva beralih duduk di sebelah putrinya, "Coklat, kata grandma tadi Bunda lagi sedih" Jawab Chesa, "Bunda sedih kenapa? Apa Chesa nakal"


"Mana mungkin anak cantik Bunda ini nakal, Bunda sedih karena rindu sama nenek buyut" Jawab Deva berbohong, "Terimakasih coklatnya"


"Chesa bawain coklat buat Bunda tapi nggak bawain sesuatu buat Daddy?" Rengut Nathan, "Daddy bisa minta sama grandma" Kata Chesa


Di lain tempat, seorang pria tengah duduk bersila kaki sambil menyesap kopi hitamnya.


"Bang Dani"

__ADS_1


"Tolong jaga jarak" Tegas Dani menatap tajam Kesya


"Kenapa, Bang. Kesya istri Abang, kenapa Kesya harus menjaga jarak dengan Abang" Tanya Kesya


"Sudah ku katakan, kita menikah hanya untuk orang tua kita, dan kehadiran Malik itu karena aku ingin memenuhi keinginan mami yang ingin menimang cucu. Jadi jangan pernah berharap aku jatuh hati padamu setelah anak itu ada di antara kita" Ucap Dani menegaskan, "Dan ingat ini baik-baik agar kau tidak salah mengartikan sikapku padamu saat di hadapan abi dan uma, aku hanya mencintai nona muda Gautama"


"Abang bilang sama Kesya, apa kurangnya Kesya buat Abang. Kesya udah berusaha jadi istri yang baik buat Abang, tapi Abang selalu nggak peduli"


"Aku tidak pernah memintamu menjadi istri yang baik, bahkan kalau kamu menikah lagi pun aku tidak akan peduli" Ketus Dani, "Pergilah, aku sedang memikirkan cara agar kita cepat berpisah. Sudah cukup aku hidup bersama wanita yang tidak ku cintai"


"Abang, pikirkan sekali lagi ucapan Abang. Malik masih kecil, bagaimana Abang bisa membicarakan perceraian"


"Aku dengan baik hati akan menyerahkan hak asuh Malik kepadamu setelah kita berpisah, dan aku juga akan tetap mengirimkan uang untuk memenuhi kebutuhan Malik. Aku ingin kebebasan ku yang dulu kembali dan juga wanita pertama yang berhasil membuat hatiku bergerak"


Mereka berdua di satukan oleh tali perjodohan, alasan kenapa setelah lima tahun pernikahan keduanya baru mempunyai momongan adalah karna Dani tidak pernah menyentuh Kesya, istrinya. Tapi setelah sang Ibu jatuh sakit dan menginginkan seorang cucu, dengan terpaksa Dani mengabulkan nya.

__ADS_1


"Bang, neng Deva udah punya suami bahkan anak. Abang nggak bisa begitu saja merebutnya" Ucap Kesya


Dani mencengkram dagu Kesya. "Kata siapa, hm? Deva sudah ku pin sebagai milikku. Entah bagaimana pun caranya, aku pasti akan mendapatkan nya."


__ADS_2