Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
#Episode 01


__ADS_3

Di pagi hari yang kurang bagus ini di karenakan sedang mendung dan di temani rintik hujan yang tak kunjung berhenti, seorang gadis manis nan anggun masih meringkuk di bawah hangatnya selimut.Yang tak ada niatan untuk bangkit dari sana, Tiba-tiba dari balik pintu ada wanita yang tingginya semampai masuk dengan memasang muka kesal melihat sahabatnya itu masih meringkuk di atas kasur.


"Astaghfirullah..... Ayu...!!! bangun oooii ini sudah siang kamu mau sampai kapan molor mulu, udah kaya kebo aja ..!! AYURA MILAND.... bangun gak loe kalo kaga gue siram nih pake air panas..! ya " Seru sahabatnya itu yang kesal melihat Ayura yang sedari tadi di panggilin untuk bangun malah tak bergeming sama sekali.


"Apaan sih loe Yu gak usah manggil gue pakek nama itu geli gue di sama-samain sama nama loe, ini gue juga dah bangun...!!! " gerutu Ayura sembari protes dan mengangkat selimut dari badannya.


"Ya makannya Bangun kalo dah di suruh bangun tuh, loe emangnya gak pergi kerja part-time gitu?? " tanya ayuna sembari duduk di samping tempat tidur Ayura.


"Gak gue lagi males, kan hari ini juga ujan mana masih capek gue gegara tadi malam" ucap nya sembari memegangi tengkuk dan pinggang nya.


"Emang loe tadi malam layanin berapa orang Yur?? " tanya ayu yang mulia penasaran.


"Hah...cuman dua orang sih tapi orang yang terakhir itu loh main nya, kasar terus eh.. nafsuan banget ogah gue kalo kapan-kapan di suruh layanin dia lagi " keluh nya pada sang sahabat.


Mereka berdua adalah Seorang PSK, namun di kala siang hari mereka juga memiliki pekerja sampingan di sebuah hotel berbintang milik keluarga Wiranto. Mereka berdua hidup berdua di dalam satu atap dalam bangunan yang bisa di sebut tak layak untuk di tinggali oleh dua orang.


Namun bagai mana lagi untuk mereka membeli rumah yang besar itu tak mampu, meski mereka bekerja sebagai PSK yang pasti dapat uang besar tapi, keduanya tak ada berpikir untuk membeli rumah yang layak huni.


Karena semua uang yang mereka dapat masih kurang untuk menutupi biaya hidup sehari-hari,uang hasil kerja part-time mereka kirim ke keluarga untuk menunjang biaya adik-adik nya sekolah.


"Ya yang sabar aja lah yur ini resiko kita jadi PSK, oh iya kalo loe gak kerja hari ini tar manager ngoceh lagi ,tar gaji kamu di potong lagi sama dia " ayu memberi semangat dan iya mengingat kan ayura jika manager di hotel tempat iya kerja itu sangat lah galak jika telat ancaman potong gajih.


"Gue capek yu, kalo loe mau berangkat kerja ya berangkat aja, urusan gaji gue di potong apa gak ,gak usah di pikiran lah " ucap ayura sembari pergi keluar kamar untuk menuju ke kamar mandi.


Ayu hanya menghela napas melihat tingkah ayura, dia merasa kasihan juga dengan nasib ayura yang seharusnya tak menjadi seperti ini yang terjun ke dunia yang hancur, ini malah menjadi seperti ini berakhir di dunia PSK karena mantan pacarnya yang kurang ajar.


"Hah kasian kamu yur harusnya karir kamu itu gemilang dan masa depan kamu itu bagus, tapi gegara pria brengsek itu kamu terjun ke dunia gelap ini " ucapnya pelan sembari menatap punggung ayura yang menghilang tertutup pintu kamar mandi.


Ayu bergegas bersiap untuk pergi bekerja, karena tanggungan nya sangat besar keluarga di kampung sedang membutuhkan uang yang cukup banyak untuk biaya ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit.


Meski sekarang ayu memiliki uang yang cukup banyak tapi tak berani memberikan pada orang tuanya, karena iya tau cara mendapatkan uang itu bukan dengan cara yang halal.


"Yu.....!!! nanti sebelum kamu pergi tolong ambilkan dulu aku surat di kotak surat depan ya, sepertinya hari ini paket surat ku akan tiba....!!! " teriak ayura dari dalam kamar mandi.


"Ya...! " balas ayu dengan berteriak juga.


"Heh hari gini masih main surat , tuh iPhone 12pro untuk apa gunanya " gerutu ayu sembari mengambil tas dan payung dan bersiap untuk melangkah keluar.


Ayura yang baru saja selesai mandi, dia langsung masuk kedalam kamar dan memilih pakaian yang akan di kenakan untuk pergi keluar, saat melewati meja ruang tamu terlihat amplop warna coklat, ayura mengambilnya saat di baca ternyata itu surat lamaran kerjanya di terima dan di situ juga ada pemberi tahuan untuk ayura, di siang hari nanti untuk melakukan wawan cara interview.


"Yaahhhh alhamdulillah aku di terima, tapi sekarang harus melewati tahap selanjutnya ya itu interview semoga lancar, semangat ayura." teriak ayura kegirangan dan dia menyemangati dirinya sendiri.


Iya langsung bergegas untuk berdandan dan untuk segera pergi ke perusahaan yang akan menjadi tempatnya kerja nanti.




Namun nampak berbeda di sebuah apartemen mewah seorang pemuda tampan yang sudah siap dengan setelan jasnya yang rapi, usai siap untuk meluncur ke kantornya.



"Tuan.. nanti siang kita akan ada interview mengenai para pegawai baru yang baru saja kemaren terterima. " ucap sang asisten memberitahukan tuan mudanya.



"Apa harus aku sendiri yang mengawasi interview nya, di mana di retur HDR dan yang bertugas untuk melakukan tugas interview ..! " jawabnya tegas dengan nada yang sangat dingin.



"Emh... bukan seperti itu tuan, bukanya anda sendiri yang bicara jika kamu sendiri yang akan melakukan interview agar tak ada kejadian macam kemaren " jawab sangat asisten dengan rasa segan.



"Emh.. " jawabnya singkat.



Mereka langsung bergegas menaiki lift untuk turun dan berangkat ke kantor.Sedangkan hujan yang masih belum juga mereda menemani perjalanan sangat tuan muda menuju ke kantornya.


__ADS_1


"Tuan sepertinya kita akan sedikit telat sampai ke kantor karena di depan sangat macet. " ucap si asisten pada tuan mudanya.



"Apa tak ada jalan lain?? " tanya nya dengan tanpa menatap ke lawan bicaranya.



"Tidak ada tuan karena kalo kita putar balik, sudah tidak mungkin " jawabnya lagi.



Si tuan muda pun melihat ke arah luar dan ada sepeda motong yang masih bisa berjalan agak sedikit lancar.



"Kau nanti beri tahu sekertaris Lula untuk mempersiapkan satu set pakaian untuk ku , aku pergi terlebih dulu mengenakan motor agar tak terlambat. " ucap nya memberi perintah.



"Tapi tuan ini masih hujan, nanti anda terkena hujan dan basah " cegah si asisten.



"Ini proyek yang cukup penting, kau hanya cukup ikuti apa yang aku perintahkan padamu tadi " ucap nya dengan tegas lalu berlalu keluar.



Si tuan muda menghampiri seorang pengendara motor itu dengan mengenakan patung.



"Pak saya beli motor anda... " ucap nya dengan sombong sembari memberikan selembar cek dengan tertulis delapan Digit angka .



Si pengendara menoleh pada pria yang berbicara dengannya.




"Apa ini kurang tinggal kau katakan saja berapa kurangnya, tak mungkin kan motor butut mu ini senilai seratus juta " ucapnya dengan datar.



"Sudah saya katakan pada anda tadi saya tak menjual motor saya " jawab nya lagi dengan santai.



"Memang nya tuan hendak pergi kemana??? " tanya si pengendara lagi.



"Itu bukan urusan mu " ketusnya



"Cepat saya tak banyak waktu, berikan motornya dan uang ini jadi milik mu..!! " ucapnya lagi sembari memasukan selembar cek itu ke dalam saku baju si pengendara.



"Hei.... kau jangan kurang ajar ya ini di jalan kenapa kau ingin melecehkan ku, aku dapat melaporkan mu dan di sini banyak saksi mata yang melihat " ucap si pengendara nyerocos panjang lebar.



Jadilah mereka berdebat di bawah hujan rintik-rintik dan dalam ke adan macet tersebut. Ternyata si pengendara motor tersebut adalah ayura yang ingin pergi ke perusahaan yang menerimanya kerja.



Ayura yang merasa tak senang dan dengan kesal dia melakukan motornya hingga genangan air yang ada di hadapan nya menyiratkan terkena, si tuan muda tersebut.

__ADS_1



"Aahhh sial wanita gila..!! " umpatnya sembari kesal dan dia menghampiri pengendara motor lain dan ujung-ujungnya dia menaiki sebuah ojek untuk pergi ke kantor.



Dengan badan yang sudah basah dan menggigil karena kedinginan iya langsung masuk ke dalam ruangan nya, dan masuk ke kamar mandi yang tersedia di ruangan tersebut untuk segera mengganti bajunya.



"Aahhhhgggg ...... aku telat gegara wanita gila itu...!! " umpatnya lagu saat mengingat kejadian tadi.



'Tok... tok.... tok... ' suara ketukan terdengar dari balik pintu yang menghentikan ocehannya.



"Masuk....!!! " ucapnya mempersilahkan orang yang berada di luar untuk masuk.



"Angga... Ayok cepat rapat mau di mulai nih tinggal nunggu kamu " ucap sang sahabat.



"Ya sebentar...!! " ketusnya sembari merapikan dasi.



Temanya itu celingak celinguk seperti mencari sesuatu di ruangan itu.



"Kau mencari apa..?? " tanya angga pada temannya itu.



"Mencari wanita yang bermain dengan mu, sehingga membuat kami menunggu kamu yang sedang bermain. " ucap temanya itu.



"Sampai kau lumutan tak akan menemukan siapa pun di sini, aku tak habis bermain, aku terkena hujan bajuku basah dan baru saja aku menggantinya " jawab angga sembari melangkah keluar ruangan.



"Sudah lah kau untuk ini seperti dengan siapa saja, jujur saja dengan ku secantik apa wanita itu?? " ucap temanya lagi.



Angga tak menghiraukan pelekatan temannya itu dia hanya berjalan dengan lurus dengan memasang muka datar.



"Aaiisshh kau di ajak bercanda saja tak bisa, aku tau kau sedang mencari wanita yang menemani malam mu 1tahun lalu, tapi kamu juga tak usah begitu dingin dengan wanita lain kan?? " ucap nya lagi namun masih saja tak mendapat respon dari angga.



Meski tak mendapat respon tapi temanya itu terus saja, mengoceh mengajak bicara angga di sepanjang lorong menuju ke ruang rapat.



"Dito prasetyo...!!! apa kau bisa diam, suara mu itu membuat telingaku peka..! " ucapnya dengan datar dan dingin.



"Hah kan salah kamu sendiri, dari tadi aku mengajak kau bicara tapi tak kau tanggapi " ucapnya lagi.



Keduanya kini sudah sampai di depan ruang rapat, dito yang sedari tadi m ngoceh sekarang iya menghentikan oceh hanya dan masuk kedalam ruang rapat dengan gaya coll dan tegas nya.

__ADS_1


__ADS_2