
Kini ayura telah kembali ke hotel karena hari juga sudah sore, iya memandikan kedua anak nya dan memberinya susu, lalu iya juga membersihkan diri sekaligus makan malam selagi kedua anak nya tertidur.
Namun lagi-lagi, pintunya di ketuk dari luar, karena ayura merasa terganggu dengan ketua pintu itu iya pun berjalan dengan kesal menuju ke arah pintu, untuk melihat siapa orang yang sedari tadi mengetuk pintu.
"Mau apa kau sedari tadi mengetuk pintu ku??? " tanya ayura dengan nada kesal nya, tanpa melihat terlebih dahulu siapa larang yang mengetuk pintu.
"Maaf nyonya saya hanya ingin mengantarkan pesanan anda" ujar staf hotel itu sembari membawa barang yang di pesan oleh ayura.
Ayura yang merasa malu hanya tersenyum sembari menerima barang pesanannya.
"Ya sudah kalo seperti itu saya tak akan ganggu istirahat anda lagi nyonya, silahkan menikmati, maaf tadi saya menggangu " Ujar staf itu sembari pergi untuk melakukan pekerjaan yang lain.
"Haduh... malu banget gue. Gue kira kedua cowok aneh tadi pagi lagi yang sibuk ngetik pintu gue, yang ternyata malah staf hotel yang nganterin makanan " ucap ayura mengingat kejadian barusan.
Ayura masuk baru saja hendak memakan makan yang iya pesan tersebut sedih terdengar ada ketukan pintu lagi, yang membuat acara makan ayura harus tertunda lagi, karena harus melihat siapa orang buang ada di balik pintu.
"Ganggu aja gak tau apa orang lagi mau makan??! " gerutunya sembari berjalan ke arah pintu.
Saat pintu di buka ayura terkejut ternyata orang yang ada di depan pintunya adalah anak buah madam, yang ingin menjemput paksa ayura untuk bekerja menjadi wanita malam lagi. Ayura dengan reflek menutup kembali pintu kamar hotel nya itu namun dengan sekuat tenaga di dora nong kembali oleh para Bodyguard madam.
Yang membuat ayura terjatuh ke lantai karena dorongan yang cukup kuat.
"Aaaggghhh...... Kalian keluar aku sudah bilang pada madam aku berhenti dari dunia malam, untuk hutang yang masih tersisa akan aku cicil membayarnya, cepat kalian pergi dari sini kalo tida aku panggil kan security " dengus aura yang kesakitan dan langsung mundur karena mereka ingin menghampiri ayura.
"Sebaiknya anda ikut baik-baik dengan kami nona, jangan membuat kami bertindak kasar dengan anda " ucap bodyguard.
"Aku tak mau sudah ku katakan pergi lah...!!!! " bentak ayura sari mengacungkan tangannya menunjuk ke arah pintu.
Karena mereka ribut membuat Galuh dan aji terbangun dari tidur nyenyak nya.
"Ahhh.... kan gara-gara kalian aku tidak akan bisa makan dan sekarang ank ku pada bangun pergi sana cepat pergi " ayura kesal dia mengamuk melempar barang yang ada di dekatnya.
Para bodyguard yang takut akan amukan ayura itu, mereka mundur dan pergi dari kamar hotel ayura.
"Sayang maafin bunda ya, udah buat kalian kebangun dari bobo nyenyak nya, sini-sini temenin bunda mamam ya " ayura meletakan si kembar di atas kasur dan iya duduk di sebelah mereka sembari, memegang piring yang berisi makan.
"Kalian anteng-anteng ya bunda mau makan dulu " ayura sudah mulai menyuap kan nasi ke dalam mulut nya namun iya di tentukan dengan suara ketukan lagi di balik pintu.
"Huh..... siapa pagi sih yang suka ganggu bener. bentar ya sayang-sayangnya nya bunda, bunda mau buka pintu sebentar mau liat siapa lagi yang ganggu kita " ucap ayura sembari menyimpan piring di atas nakas.
Lalu iya berjalan kearah pintu untuk melihat siapa orang yang ada di balik pintu.Ayura membuka pintu dan tampak lah wajah tampan di hadapan nya yang tak asing baginya, yang telah membuat iya kesal selama ini.
__ADS_1
"Ada apa ku datang kemari???! " tanya ayura dengan kesal saat melihat pria tersebut.
"Ayura aku datang kemari hanya ingin,melihat keadaan mu saja, tak di sangka ternyata kita tinggal satu hotel " ujar pria itu dengan tak sopan dia masuk kedalam.
"Wah ternyata hidup mu begitu nyaman bukan setelah kau mejadi jalang, apa pun yang kau mau bisa kau dapat kan dengan uang hasil kau tidur dengan pria "ucap yuda dengan melihat-lihat kamar milik ayura yang penampil nya cukup mewah.
Ayura hanya melihatnya dari ambang pintu dengan tangan di lipat di dada dengan tatapan sinis pada Yuda.
" Keluar..... di sini tak menerima sampah sepertimu "caci ayura memaki pada Yuda.
Yuda berjalan menghampiri ayura yang berasa di ambang pintu.
" Boleh saja, aku pergi sekarang, tapi aku ingin kau memberikan ku uang....!!! "ucap Yuda dengan berbicara di telinga ayura.
" Jangan bermimpi di siang bolong. kau kira kita masih ada hubungan dan kau kira aku akan memberikan uang secara suka rela seperti setahun lalu heh mimpi"caci ayura dengan nada sinis dengan mendorong tubuh Yuda.
"Jika kau tak ingin memberikan yang pada ku, maka aku ingin anak mu itu yang membayarnya " tunjuk Yuda pada kedua anak ayura yang berasa di atas kasur.
Ayura semakin kesal di buat oleh Yuda, dia pun berjalan ke arah kasur untuk mengambil kedua anak nya.
"Kau menginginkan anak ini lewati langkah Hi dulu mayat ku... !!! " bentak ayura sembari mengendong anak nya.
"Maka dari itu berikan uang padaku, aku tak meminta banyak hanya sebesar 100juta saja " ucap nya dengan enteng meminta uang dengan jumlah yang pantas tis pada ayura.
"Kau lihat dengan mata bagian mana aku terlihat seperti mesin cetak uang, hingga bisa memenuhi apa yang kau minta dan asal ucapkan " ketua ayura dengan memegang erat anak nya.
"Bukan kah tak sulit bagimu untuk menghasilkan uang sebesar itu, untuk apa kau bertanya aku melihat kau mesin cetak uang dari mana?? " ketua Yuda dengan tak ada rasa malu.
Ayura makin di buat kesal oleh Yuda hingga membuat dia menjadi tambah geram hingga tak sengaja memegang tangan aji terlalu erat hingga membuat nya menangis kencang. Ayura melihat tangan anak nya yang memar dia pun menyalahkan dirinya sendiri.
"Haduh sayang maaf kan bunda sayang.. maaf sayang... maaf" ucap ayura beberapa kali.
Yuda yang masih ada di sana hanya melihat sembari tertawa sinis melihat ayura .
"Pergi......!!!!! kau pergi ari sini pergiii...!!! " pekik ayura menyuruh Yuda pergi dari hadapan nya.
Yuda yang merasa dirinya telah di usir ayura dia merasa kesal dia pergi dari situ, ayura terus menenangkan anak nya yang sedang menangis karenanya yang memegang tangan nya hinga berbekas, belum juga lama yuda pergi angga susah datang ke sana.
Ayura yang masih kesal dengan kejadian sebelum-sebelumnya nya dia langsung menunjukan muka tak senang saat melihat angga.
"Kenapa dia menangis??? " tanya angga yang melihat aji masih saja belum diam dari nangis nya.
__ADS_1
"Bukan urusan mu, sebaiknya kau juga pergi tak usah menggangu hidup ku??!! " bentak ayura dengan kesal.
"Hei apa masalah mu hingga mengusir ku dari sini??! " angga yang merasa kesal karena baru saja tiba sudah mendapat tatapan tak enak dan di usir.
"Aku bilang pergi, ya pergi di sini kau tak di perlukan, dan yang terjadi disi ini tak ada urusannya dengan mu, sebaiknya kau keluar dan pergi " ketus ayura lagi sembari mengendong aji.
Angga yang tak mau membuat ayura semakin kesal padanya dia pun mengalah dan pergi, setelah kepergian angga ayura menaruh aji di atas kasur kembali dan iya dengan cepat berkemas barang untuk segera keluar dari hotel tersebut.
Setelah selesai berkemas iya langsung menuju ke meja resepsionis untuk menyerahkan kunci dan keluar dari hotel dengan semua barangnya dan kedua anaknya. Angga yang melihat ayura dari kejauhan dia mencoba mengikuti kemana perginya ayura.
Karena ayura masih belum mendapatkan tempat tinggal, iya pun memutuskan untuk menitipkan kembali Galuh dan aji di panti asuhan sampai iya mendapat kan tempat tinggal untuk mereka tinggali .
"Sayang untuk sementara kalian tinggal lagi di panti ya sampai bunda mendapatkan tempat yang layak buat kita bertiga tinggalin, dan bunda mendapat pekerjaan tetap" ucap ayura sembari melihat kedua anak nya.
Namun di saat baru saja ayura ingin berjalan masuk kedalam taksi iya di tantang seseorang hingga, hampir membuatnya terjatuh.
"Siapa sih...!!!? yang jalan kok gak pakek mata maen tubruk aja??!! " gerutu ayura kesal.
"Maaf mba, saya lagi buru-buru" ucap seseorang meminta maaf pada ayura.
"Heh... semudah itu hanya dengan kara maaf...!!! " ketus ayura. kesal..
"Tapi maaf mna saya benar-benar sedang terburu-buru sekali ini " ucap orang itu yang hendak pergi.
"Pergi sana...!! dan sekalian pergi saja sana ke neraka...!! " maki ayura dengan kesal kepada orang tersebut.
Ayura dengan kesal masuk kedalam taksi dan menyebutkan alamat tujuannya kepada sopir.Hari semakin larut karena pejalan lumayan jauh ayura yang merasa lelah iya pun tertidur di dalam taksi, hingga sampai lah mereka di tempat tujuan, si sopir merasa tak tega melihat ayura yang tertidur lelap, jadilah iya menunggu ayura terbangun.
Hingga Galuh terbangun dan menangis ayura baru terbangun dan melihat jika iya telah sampai di depan panti asuhan.
"Aah... maaf Pak saya tertidur " ucap ayura yabg tak enak pada siang sopir
"Iya mba tak apa, saya tadi ingin membangun jan tapi kasihan mba nya tidur nyenyak, kayaknya mbak nya capek " jawab sangat sopir dengan ramah iya pun membantu menurunkan barang ayura dari bagasi.
"Sekali lagi maaf ya pak, dan terima kasih sudah mau mengantar saya ini ongkosnya " ucap ayura meminta maaf lagi karena masih merasa tak enak.
.
"Mba.. tapi ini kelebihan " ucap sang sopir melihat jumlah uang yang di berikan ayura.
"Tak apa pak ambil saja semua, itu tanda Terima kasih saya dan maaf saya " ucap ayura dengan sopan.
__ADS_1
Sopir itu dengan rasa ragu untuk menerima unang itu namun ingin di kembalikan namun ayura juga tak mau menerima, sopir melihat ada kotak amal dia pun menyisip kan separoh uang yang di berikan ayura padanya ke dalam kotak amal tersebut.
Angga yang melihat ayura telah masuk ke panti asuhan, iya pun memutar mobilnya untuk kembali ke keduanya karena hati susah semakin larut.