Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
#Episode 02


__ADS_3

Ayura kini sudah sampai di depan gedung yang cukup besar tapi sedikit kuno, dan di sana tertera papan nama tempat tersebut yaitu PANTI ASUHAN BUDI DARMA dimana tempat ayura menitip kan anak nya di sana.


Ayura memarkirkan sepeda motornya di halaman panti asuhan, baru saja turun dari sepeda motor nya tiba-tiba ada seorang anak yang datang menghampirinya berlari dari dalam panti asuhan.


"Bunda...!!!! kok baru datang... " teriak anak itu sembari merangkul kaki ayura.


"Eehhh...."ayura terkejut karena tiba-tiba ada yang berteriak padanya dan merangkul kakinya.


Ayira melihat ke bawah dan terlihat seorang anak yang sangat imut berumur 5tahun di bawah kakinya dan basah karena terkena hujan.


" Wilona sayang kenapa keluar nak ini kan lagi hujan kenapa tidak tunggu bunda di dalam saja "ucapnya lembut sembari menggendong bocah tersebut untuk masuk.


" Aku kangen sama bunda "jawab anak itu dengan menampilkan wajah imutnya.


" Iya kan bisa tunggu bunda di dalam sayang "balas ayura sembari menurun jam si anak .


" Eh... ada neng ayura pantas saja wilona berlari keluar... "ucap Ibu panti yang baru datang untuk mengejar wilona.


" Iya bu... oh iya bagai mana kabarnya Galuh sama aji bu "tanya ayura prihal anak kembarnya yang iya titipkan di sana.


" Kabar meraka sehat neng.. cuman kemaren galuh sempat agak rewel mungkin karena cuaca panas "jawab ibu panti sembari berjalan kedalam.


" Oh iya neng ayu mana kok tak ikut neng "tanya ibu panti karena ayura datang sendiri.


" Iya bunda ibu mana?? "tanya si gadis polos yang ada di gandengan ayura.


" Oh.. itu bu ayu lagi kerja , jadi gak datang kesini, aku kesini juga karena kangen sama si kembar bu 🙂"jawabnya lembut.


Ibu panti hanya tersenyum dan mengambil wilona untuk di ganti bajunya basah. Sedangkan ayura dia pergi ke ruangan tempat di mana para bayi di simpan.


"Ehh...ibu yura mau liat si kembar ya ? " ucap suster menyapa saat melihat ayura di depan pintu.


"Iya Sus, bagai mana si kembar masih rewel?? " jawab di tempali pertanyaan kembali.


"Udah enggak bu, sekarang mereka sedang tidur, mungkin karena cuaca dingin, pada nyenyak, bangun tadi pas mau susu " jawab suster.


Ayura mengerti dengan apa yang di katakan suster dia menghampiri boks tempat tidur si kembar iya memandangi kedua anaknya, ada terlintas ingin mengurusnya sendiri tapi dia juga berpikir lagi karena rumah yang sekarang iya tempati itu tak layak bagi mereka.


"Sayang maafin bunda ya bukan bunda tak mau membawa kalian bersama bunda, tapi keadaan bunda juga sekarang masih sangat susah, nanti tiba saatnya kita bertiga akan hidup bahagia bersama ya " ucapnya lirih tanpa sadar air mata mengalir melewati pipi putihnya.


Ayura langsung menyeka air matanya namun tak sengaja ada air matanya yang terjatuh dan mengenai pipi aji ,yang tadinya aji sedang terlelap tidur dia pun terbangun seakan tau jika sang ibu datang.


"Ehh ank bunda bangun ya.. maaf ya kalo bunda ganggu bobok nya " ucap nya dan langsung mengambil aji untuk iya gendong dan di ajak bermain.


Bayi itu seakan tau kesedihan sang ibu dia pun berceloteh untuk membuat sang ibu tak lagi merasa sedih.


"Wah... lucunya tau ya aji lagi di gendong sama bunda...? " ucap sang suster yang kagum melihat bayi yang baru saja berusia 4bulan itu berceloteh.


Wilona yang sudah selesai berganti pakaian iya menghampiri ayura.


"Bunda kan tadi lona tanya kenapa ibu gak kesini kok bunda gak jawab sih..!! ?" ucap anak itu dengan menampakan muka cemberut merajuk ceritanya.


"Ahh masa sih apa bunda tak menjawabnya sungguh... " ayura menjawab dengan muka seakan terkejut dan dengan nada yang lembut.


"Hem.... 😤😤" jawab wilona kesal sembari melipat tangan dan membuang muka.


Sontak orang yang melihat tingkah wilona semuanya tertawa gemes melihat tingkah anak yang berusia 5tahun itu.




Hari sudah terang hujan sudah berlalu, rapat yang di hadiri angga dan dito pun sudah usai dan kini waktunya untuk makan siang.



"Ga gimana kalo tar malam kita ke bar sedap malam, buat cari hibur sekalian liat-liat cewek di sana siapa tau ada yang menarik " ajak dito sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.



"Tidak aku malas, buang waktu " jawab angga dengan singkat.



"Hei... jangan seperti itu dong, atau jangan-jangan kamu sudah berbelok ya gegara kejadian setahun lalu." ucap dito yang tanpa berpikir asal ceplos aja.


__ADS_1


'paakkk.... '



Satu tamparan mendarat di kepala dito yang lumayan cukup kencang.



"Aaauuuuuh....... sakit tau sembarang aja kau pukul kepalaku bagai mana kalo setelah itu aku menjadi idiot " rintis dito sembari mengusap kepalanya dan mengoceh.



"Makanya mulut tuh di gunakan untuk makan dan bicara yang benar, untuk masalah setahun lalu tak usah kau ungkit...!! " ucap angga dengan datar tanpa expresi apa pun.



"Ya elah makanya mau gak, tar malam kita ke sana ?? " tanya dito lagi.



Angga hanya memutar bola matanya malas lalu menyudahi acara makan siangnya tersebut.Sedangkan dito dia melihat sekilas kepergian angga dan terus asik makan.



Waktu makan siang kini sudah berlalu, dan waktunya bekerja lagi bagi mereka para karyawan, begitu juga dengan angga dia menunggu di ruang interview, satu demi satu calon karyawan masuk untuk di interview, sampai giliran nya ayura yang interview.



"Huh... semangat pasti kamu bisa jangan gugup yur.... " ayura menyemangati dirinya sendiri sebelum melangkah masuk.



Ayura pun melangkah dengan perlahan dan membuka pintu dengan pelan.



"Permisi..... " ayura masuk dengan sopan.




"Nama ayura miland, umur 22 tahun, terakhir bekerja di hotel Wt smart sebagai OB, lumayan bagus juga lalu kenapa anda ingin pindah kemari?? " resume milik ayura di bacakan oleh direktur HDR.



"Saya hanya ingin mencari pengalaman lain saja, di tempat baru pak" jawab nya dengan berusaha tenang.



Angga yang sedari tadi menunduk sembari membaca semua laporan yang di kirim kan ke email lewat ponselnya belum memperhatikan siapa yang sedang di interview.



Saat angga mendongak di terkejut karena wanita yang tadi pagi berdebat dengan nya di tengah jika karena sebuah motor.



"Hah... dia ternyata dia ingin bekerja di rumah ku , lihat saja pembalasan ku nanti, gara-gara kamu aku terlambat datang ke kantor " gumam angga dalam hatinya masih menyimpan dendam, sebab tadi pagi.



"Kamu di terima mulai besok pagi kamu datang ke alamat ini, dan tak boleh telah meski satu detik pun, kamu wajib datang jam 05:00 pagi sudah harus ada di depan rumah " jelas angga panjang lebar menjelaskan semau pada ayura.



Ayura tersentak kaget atas apa yang tugas yang di berikan padanya, kaget bercampur bahagia namun dia masih belum sempat melihat muka angga, tapi angga keburu keluar ruangan.



"Baik lah nona apa masih ada yang ingin anda tanyakan?? " tanya orang yang masih ada di sana.



"Ahhh .... iya apa saya bukan bekerja di sini??melainkan saya menjadi pembantu?? " tanya ayura pada orang tersebut.


__ADS_1


"Iya nona kami di sini sedang mencari tenaga kerja untuk menjadi pembantu pribadi di rumah presdir" jawab karang itu atas pertanyaan ayura.



"Dan ini silahkan tanda tangan disini nona " sekertaris di sana memberikan selembar kertas kontrak untuk ditandatangani.



Ayura sejenak berpikir Terima atau tidak tapi dia sangat membutuhkan undang untuk membesarkan anaknya, meskipun iya hidup dalam segala kecukupan tapi ayura tetap dalam prinsip nya kalo untuk menghidupi kedua anaknya jangan lah mengunakan uang dari hasil kerja nya menjadi wanita malam.



"Aahhh baik lah " ayura pun menandatangani surat kontrak kerja tersebut. dan mengambil kartu alamat rumah yang di berikan angga tadi padanya.



"Baik lah hari ini sampai disini anda bisa kembali nona " ucap sekertaris itu pada ayura.



"Iya terima kasih buk , pak saya permisi " ayura keluar dari ruangan itu dan berjalan ke arah luar untuk segera pulang.



Ayura dengan bergegas pulang untuk segera bersiap, bekerja sebagai wanita malam, mana malam ini dia telah di BOKING oleh seorang pengusaha muda.



Sesampainya ayura di rumah, di sana motor ayuna sudah terparkir manis di halaman.



"Ayu dah pulang ternyata, bagus lah aku juga harus segera bersiap untuk bekerja semangat " ucap nya sembari melangkah masuk kedalam rumah.



Baru saja masuk ayura melihat temanya yang tertidur di atas sofa lusuh di ruang tamu.



"Huh.. kebiasaan suka tidur di sini ini orang kayak gak ada kamar aja,Hai... yu pindah sana ke kamar pegel kalo tidur gitu..! " ayura menggoyangkan pelan tubuh ayu untuk membangun kanya biar pindah ke kamar.



"Emmhhhggg...... loe dah pulang yur..??? " ayu menggeliat dan mengucek matanya samar-samar iya melihat wajah ayura dan bertanya.



"Ya gue dah pulang, sana pindah ke kamar biar gak pegel " jawab nya sembari menyuruhnya pindah dia duduk di bagian dekat kaki ayu.



"Gak lah... oh iya kamu tadi ke panti ya?? kok gak ajak gue sih " ayu bangun dan duduk di sebelah yura dia merapikan rambutnya dan bertanya.



"Iya, tadi gue ke sana soalnya kangen sama si kembar, yu gue pengen deh bawak anak-anak pulang gitu liat tumbuh kembang dengan mata sendiri, kayaknya seru deh " jawanya dan iya menyampaikan keinginannya.



"Ya gue juga pengen yur, tapi kan loe bisa lihat keadaan kita sekarang, ini rumah buat kita berdua aja terasa sumpek apa lagi mereka, malah kasihan mereka gak bisa main bebas " ayu tak menyangkal akan keinginan ayura tapi dia berpikir dengan ke adanya sekarang.



"Bener sih yang loe bilang, udah ah aku mau mandi mau siap-siap, ketempat madam, soalnya udah ada yang BOKING nih buat malam ini" ayura membenarkan ucapan ayu dan iya teringat lagi untuk segera bersiap untuk kerja malam ini.



"Wah enak dong kalo udah ada bokingan " ucap ayu.



"Sama lo juga kali yu, udah ah gue duluan ya abis itu loe" ujar ayura sembari berjalan ke kamar mengambil handuk dan pergi mandi.



Ayuna hanya tersenyum dan iya pun mulai beberes dan menyiapkan roti untuk di makan sebelum berangkat dan memesan makan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2