Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 16


__ADS_3

Kini ayura melihat kedua anaknya dengan melemparkan senyum ringan karena keduanya sedang tertidur pulas.


"Mereka baru saja terlelap, karena habis menangis entah kenapa hari ini keduanya sangat rewel " ucap suster sembari merapikan tempat tidur bayi yang lain.


"Apa kah dia demam Sus?? " tanya ayura yang khawatir saat mendengar anak nya rewel.


"Tidak... tapi tak tau mengapa rewel," Jawab suster.


"Emh.... iya Sus, saya baru saja membelikan susu dan perlengkapan lainya, sepertinya untuk sebulan ini cukup, jika kurang suster cepat hubungi saya, agar saya bisa langsung membelinya lagi " ujar ayura memberi tahu suster jika kebutuhan si kembar sudah di beli oleh ayura.


"Iya bunda, nanti pasti akan saya kabari jika keperluan mereka ada yang habis " jawab sang suster.


Ayura keluar dari ruang bayi, dan mengobrol dengan ibu panti dan tak terasa kini hari pun sudah sore ayura bersiap untuk kembali ke rumah, pastinya di rumah juga ayu telah menunggunya.


Saat dalam perjalanan ayura melihat abang tukang gorengan iya pun menyempatkan untuk membeli beberapa gorengan untuk cemilan nya saat di rumah nanti.


"Mang... saya minta tahu... sama pisang goreng nya ya 20rb " pesan ayura pada mamang penjual


"Iya tunggu sebentar ya neng, mamang bungkusin dulu " jawab sang mamang sembari membungkus pesanan ayura.


"Mamang sudah lama ya jualan disini?? " tanya ayura pada si penjual.


"Iya neng, mamang sudah lama jualan disini, mamang kalo gak salah mulai jualan itu dari tahun 2000" ujar sang penjual menjawab pertanyaan ayura.


"Wah udah lama juga ya mang, saya sering lewat sini tempat mamang ini saya sering lihat suka ramai sekali,jadi terkadang aku liat juga dagangan mamang sudah habis jadi suka gak jadi beli " ayura banyak bicara dengan mamang penjual itu.


"Iya neng allhamdulilah, ada rezeki nya, oh iya ini neng gorengan nya " jawab si mamang sembari menyerahkan pesanan milik ayura.


"Oh iya makasih ya mang ini uangnya, ya sudah saya mau lanjut jalan semoga lancar ya mang jualannya" ayura menerima pesanan ya dan membayar lalu langsung berpamitan pulang.


"Iya neng terima kasih " jawab sang mamang sembari menerima uang pembayaran ayura.


Ayura kembali melanjutkan perjalannya untuk pulang, dengan mengendarai sepeda motor nya menembus keramaian jalanan kala itu yang mana waktunya jam pulang kerja, dan jalan sedang padat-padatnya.


"Aihhh... kena macet lagi soal banget deh " Gerutu ayura yang terkena macet.


Namun tiba-tiba ada menyenggol motornya dari samping yang membuat ayura hampir jatuh, ayura dengan kesal langsung mengedit kaca mobil yang menyenggol nya.


"oi.... keluar gak loe.... " teriak ayura


'DUK.... DUK.... DUK.. '


Perlahan kaca mobil pun turun dan nampak lah wajah si pengemudi, mobil tersebut dengan muka heran ya karena mobilnya di gedor..


"Turun gak loe...!!" maki ayura sembari menunjuk nunjuk.


"Turun..... " Ayura memaksa si pengemudi untuk turun.

__ADS_1


Dengan mau tak pau si pengemudi pun menyamping kan mobil nya karena tak mau membuat tambah macet jalan di kala itu dan iya pun turun dari mobil dengan elegannya.


"Oh... pantas aja loe ya yang nyetir mobil makanya, sukak sekali bikin orang mau celaka...!! " omel ayura saat sudah melihat dengan jelas siapa si pemilik mobil itu.


"Oh... kamu cewek galak, ada apa lagi nih hah... gak mau balik nih??! " ucap dito yang tau kalo itu adalah ayura.


"Loe... harus ganti rugi, karena loe dah nyerempet gue tau, gimana kalo gue tadi gak sempet nahan gue jatuh terus di lindes mobil lain heh...!! " ayura berbicara dengan kesal pada dito.


"Kan buktinya loe sekarang baik-baik aja gak usah cari keuntungan deh loe " balas dito.


"Heh... gara-gara loe barusan jiwa gue terus guncang tau , kenapa sih di dunia ini ini harus ada manusia kayak loe... gak mau tau pokonya loe harus ganti rugi..!! " ujar ayura yang tetap ngotot minta ganti rugi pada dito.


"Iya... iya gue ganti rugi, berapa emangnya?? " jawab dito malas.


Dia juga tak mau memperpanjang masalah, dan tak mungkin berdebat masalah sepele di tempat umum mana sekarang banyak orang yang ngeliatin mereka.


" Gak banyak cuman 10 jt aja "jawab ayura ringan.


" Hah.... gak sekalian loe pergi rampok aja bank sana, itu loe bukan minta tanggung jawab itu namanya pemerasan atau perampokan "Dito tercengang saat mendengar nominal yang ayura minta.


" Kalo gak mau ya udah aku bisa minta pak polisi yang di sebrang sana buat urus kamu "ujar ayura sembari menunjuk polisi yang sedang bertugas di bagian ujung sebrang jalan.


" Iya... iya tapi gue gak ada uang kes, mana minta no rek loe, biar gue tf "dito dengan kesal mengiyakan perkataan ayura dan meminta no rekening.


Ayura langsung memberikan nomor rekeningnya, Dito karena ingin cepat selesai masalah nya iya pun langsung mentransfer uang nya di saat itu juga.


" Dih siapa juga yang mau ketemu sama loe lagi cowok buldozer...!! "jawab ayura dengan sedikit meninggikan nada suaranya.


Ayura mau pun dito mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka, karena permata barusan dan macet akhirnya ayura sampai ke rumah hari sudah magrib.


" Asalamualaikum... !!!!! "teriak salam ayura saat membuka pintu.


" Waalaikumsalam.... gak usah teriak juga kali yur gue gak budek, eh dari mana loe magrib gini baru balik?? "ayu mengomel karena ayura berteriak, dan bertanya karena ayura baru kembali.


" Abis dari panti liat si kembar, sebenarnya sih gue balik masih agak siang ya tapi kan kena macet terus ketemu buldozer di tengah macet dia nyerempet gue "Ujar ayura menceritakan perjalannya pulang barusan.


" Hah ke serempet mana ada yang luka gak...???itu orang mau tanggung jawab gak?? "ayu yang panik memutar badan ayura untuk memastikan tidak ada luka sembari memberi pertanyaan.


" Pusing gue yu.. loe puter kayak gini, gue nya sih gak papa, aya bagai mana pun dia tetep harus tanggung jawab lah dia kan udah bikin mental gue terguncang "ucap ayura yang pusing karena badannya di puter-puter.


" Ya kan namanya juga panik denger loe ke serempet " ujar ayu.


"Eh loe malam ini ke tempat madam?? " tanya ayura mengganti topik.


"Lah iya lah.. kalo kagak ya mau kemana lagi, Itu kan kerjaan gue, kalo gak gitu mana bisa gue hidup mewah yur, napa loe mau balik lagi kalo mau ya ayok " jawab nya dengan simpel dan mengajak ayura untuk balik.


"Gak lah... gue mau di rumah aja, gue capek jadi jalang mulu " keluh ayura menolak ajakan ayu.

__ADS_1


"Ya elah biasanya aja loe nikmatin, ini tumben loe ngeluh capek?? loe dah dapet sugar dadi ya, gue juga mau dong?? " ujar ayu mendengar penolakan ayura.


"Sugar dadi palak mu yu, dah lah nih mau gak gorengan, gue mau mandi dulu abis itu geu mau ketemu orang yang jual rumah yang mau gue beli " ujar ayura memberikan gorengan dan pergi untuk mandi.


"Emh..... eh loe mau pindah nih jadinya dari sini loe gak mau gitu tinggal lagi ama gue???! " teriak ayu pada ayura yang sudah masuk kedalam kamar.


"Bukan gitu... gue mau nyoba hidup sana anak-anak gue, biar gue yang urus dan tau tumbuh kembangnya gitu di sini kan sempit gak mungkin gua jak anak-anak tinggal di sini " jawab ayura menjelaskan kan maksudnya.


"Oh... ya udah terserah loe ajalah " jawab singkat ayu.


Ayu pun bersiap untuk pergi ke club sedap malam untuk bekerja seperti biasa jadi jalang.


"Yur... gue pergi ya, jangan lupa pintu di kunci kalo mau tidur....!!! " ayu berpamitan untuk pergi pada ayura yang masih di kamar mandi.


"Iya... Hati-hati loe di jalan!!! " balas ayura teriak dari dalam kamar mandi.


Tak berselang berapa lama ayura yang baru saja selesai mandi, langsung mengambil baju di dalam lemari dan sekelas itu langsung berdandan.


"Emh... sudah lah sekedar ketemu sama pemilik rumah doang " gumamnya ayura keliar dengan riasan tipis di wajahnya namun terlihat sangat cantik.


Ayura memasukan ponsel dan dompetnya kedalam tas, iya pun pergi dan tak lupa mengunci pintu terlebih dahulu sebelum benar-benar pergi. Ayura pergi dengan mengendarai sepeda motor nya itu menembus angin malam yang dingin kala itu.


Kini ayura sampai di tempat janjian dengan si pemilik rumah yang ingin di jual padanya.


"Maaf bu aku telat karena di jalan agak macet. " ucap ayura yang merasa tak enak karena datang terlambat.


"Iya gak papa kami saja yang terlalu capai datang, mari silahkan pesan makan atau minum dulu santai saja, saya juga tak lagi buru-buru" ucap Ibu si pemilik rumah.


"Aahh iya " ayura pun memesan minuman terlebih dahulu.


"Oh iya bagain mana bu dengan kesalahan kita sebelum nya bu?? " tanya ayura.


"Sebaiknya anda melihat dulu kondisi dan lokasinya nona, agar anda tak merasa kecewa, tapi kalo menurut saya lokasi itu sudah sangat strategis " jawab ibu itu menjelaskan.


"Untuk masalah bangunan itu sangat kokoh, pastinya tak akan mengecewakan juga, dan seperti yang anda tau juga rumah itu tersedia 4kamar tidur 1kamar utama 2kamar anak dan 1kamar tamu " jelas secara rinci nya.


"Untuk ukuran dapur cukup luas karena 10×9 meter persegi, untuk kamar mandi di setiap kamar ada satu kamar mandi dan satu kamar mandi di bagian belakang untuk ukuran ruang tamu juga luas, di bagian halaman juga luas halaman belakang luas " panjang lebar ibubitu menjelaskan komisi rumah yang akan iya jual.


Ayura merasa puas saat mendengar kondisi rumah yang akan iya beli .


"Oh ok... besok siang saya akan datang ke lokasi untuk mengeceknya langsung boleh bu?? " tanya ayura untuk langsung melihat ke lokasi.


"Iya boleh nona, agar anda tau sendiri bagai mana kondisinya " jawab ramah ibu itu.


"Untuk masalah harga nanti kita bicarakan stelah besok singa saya mengecek ya bu, karena untuk sekarang saya tak membawa uang " jelas ayura.


"Iya ok " angguk sang ibu.

__ADS_1


Kini pembicaraan tentang pembelian rumah telah usai, keduanya mengobrol santai dan tak terasa hari sudah hampir larut malam, ibu itu juga sudah berpamitan pulang ayura juga tak mau berlama-lama di sana iya pun pulang juga, untuk beristirahat karena lelah telah melewati hari ini yang begitu panjang.


__ADS_2