Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 53


__ADS_3

Kini sudah tiga hari berlalu dari kejadian tersebut ayura juga sudah bersiap untuk pergi seperti kesepakatan nya beberapa hari lalu dengan tuan wiranto, di dana juga sudah ada evan dan ayu yang sudah di bebaskan, begitu juga Mia yang kini ikut tinggal bersama ayura di ruah itu.


"Bun... kita lama gak perginya...!?? " tanya Galuh pada ayura.


"Tidak sayang kalian hanya mengantar bunda saja... kalo bunda sekitar 1bulan sayang jadi kalian di rumah baik-baik nurut sama mamah ayu dan tante mia ya..? bunda usahain untuk cepat nyelesai-in kerjaan bunda " ujar ayura menjelaskan pada putri.


"Emg.... gitu ya berati bakal rindu dong Galuh sama bunda " ucap Galuh dengan sendu.


"Iya sayang kamu harus bisa maklum ya... bunda bukan pergi untuk selamanya kok.. nanti bunda juga pulang... karena gak mungkin kalian harus pindah sekolah cuman untuk sebulan sayang.. jadi kalian di sini aja ya.. bunda janji deh bakal cepet nyelesai-in pekerjaan bunda ok" ayura mencoba menenangkan putri nya dan memberikan pemahaman.


"Yur.... mobil nya udah siap.. oh iya aku ikut sama kamu kata ibu amber saya untuk ikut serta " ujar Mia yang mana kini iya juga sudah membawa kopernya.


"Ah... ok.. yok sayang kita berangkat " ajak ayura sembari menarik koper dan menggandeng tangan putri nya.


"Bunda.... aku di sini saja ya tak ikut.. akun juga akan telat ke sekolah nanti jika ikut bunda ke bandara " ujar wilona yang sudah siap untuk pergi ke sekolah.


Wilona masih diam tak menegur ibu kandungnya sejak kemaren ayu di bawa pulang oleh ayura.


"Eh... tapi nanti dengan siapa kamu ke sekolah sayang sialnya tante mia ikut juga... apa di antar sama mamah saja ...!??? " ujar ayura.


"Tidak....!!! usah bunda kalian pergi saja nanti aku bisa naik ojek di depan untuk ke sekolah " tolaknya yang tak mau di antar kan oleh ayu.


"Sudah yur... gak papa 🙂🙂" ujar ayu dengan tersenyum tipis, iya merasa sedih karena anak nya mengacuhkan nya sedari iya dulu diketahui menjadi wanita penghibur dan menggunakan obat-obatan.


Wilona semenjak itu tak pernah lagi menyapa ibu nya dan tak pernah mengunjungi nya saat ayuna berada di tempat rehabilitasi.


"Emh... sebaiknya jangan bunda gak mau kejadian lalu terjadi sama kamu sayang gimana kalo kamu nanti di antar sama kak evan ya, biar bunda tenang gak khawatir " ujar ayura.


"Emh baik lah bunda " jawab lona.


"Ya sudah kalian ke mobil dulu nanti aku menyusul " ucap ayura menyuruh yang lain ke mobil terlebih dulu .


Setelah yang lain menuju mobil ayura berjalan menuju ke kamar evan, karena evan juga baru pulang dari jogja tadi sekitar jam 03:10 malam jadi nya iya masih tidur sekarang ini.


"Evan....!!! " teriak ayura dari depan pintu kamar ayura.


Evan yang mendengar ada yang memanggilnya iya pun terbangun dan berjalan dengan mata masih merem, dan membuka pintu dengan wajah dan rambut acak-acakan.


"Ehmmm....!!! " ayura berdehem untuk menyadarkan evan.


"Emh... iya ada apa kak...?? " tanya evan yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Aku akan pergi dan ingat semua peraturan di rumah ini meski aku tak ada, dan nanti kau antar lona ke sekolah aku mau berangkat sekarang " ucap ayura


"Kakak akan pergi ke mana..?? mana mungkin mau ke kantor sepagi ini gak kaya bisa nya...? " tanya evan yang sembari mengucek matanya.


"Aku akan pergi ke kalimantan ada pekerjaan, nanti kalian di sini dengan teman ku dan seminggu lagi adit aka datang ke sini " ujar ayura menjelaskan pada evan.


"Emh... baik lah... oh iya kak si kembar ikut apa di sini?? " tanya nya.


"Dia di sini karena tak mungkin untuk pindah sekolah lagi jadi kau harus dengan benar menjaga, kalau tidak jangan harap kau bisa tinggal disini " ucap ayura sembari berjalan pergi.


Memang sekarang hari masih begitu pagi jam pun baru menunjukan pukul 05:45 pagi ayura harus ke bandara karena akan melakukan penerbangan pagi, dan pesawat yang iya tumpangi di jadwalkan terbang jam 07:00 pagi ini sedangkan dari rumah ke bandara menghabiskan waktu sekitar 55 menit perjalanan, maka dari itu ayura harus bergegas agar tak tertinggal pesawat.


"Hhhaaammm... emh tidur sebentar lagi saja lah ini juga masih terlalu pagi " gumam evan sembari menutup pintu dan kembali berbaring di tempat tidur.


Semua orang kini sudah pada pergi untuk mengantarkan ayura ke bandara kini di rumah tinggal evan dan wilona saja, wilona juga kimi berada di kamar nya untuk menyusun buku yang akan di bawanya hari ini, setelah itu iya turun ke bawah untuk sarapan, saat melihat di meja makan wilona belum melihat evan di sana.


"Kak... evan belum bangun ya...?? eh.. emang kak evan ada bukanya dia ke Jogja ya kan belum pulang...?? " tanyanya pada diri sendiri dan di jawab olehnya sendiri juga.


"Aaahh... pasti bunda lupa ya udah lah cepet aku sarapan udah itu ganti baju terus berangkat sekolah, kita jalan kaki saja hitung-hitung sembari menurunkan makanan yang akan ku makan " ucap nya pada diri sendiri.


Wilona dengan lahap menyantap sarapan yang terhidang di meja, dengan cepat karena iya sedang terburu-buru, saat selesai makan iya langsung kembali ke kamarnya untuk berganti baju, tak makan waktu lama wilona sudah selesai dengan rutinitas nya dan berjalan ke luar kamar sembari melihat jam di tangan nya yang sudah menunjukan pukul 06:45pagi .


"Haduh semoga aku gak telat lah...?? " gumam wilona dengan terburu-buru dan tak melihat ke arah depan.


'Bruuukkk..... '


"Aaawwww...... apa sih..... !!!! " jeritnya sembari ngedumel dan memegangi kepalanya.


"Ehh... lona kenapa jalan gak liat-liat nabrak kan....???! " ujar evan yang di tabrak wilona tadi.


"Eh... kakak kapan pulangnya..?? " lona mendongak dan melihat evan yang baru turun.


"Tadi malam.... kenapa kamu buru-buru gitu..?? " jawab nya sembari bertanya kembali karena melihat wilona yang sangat ter buru-buru.


"Aku mau ke sekolah kak takut telat... ini udah mau telat juga " ujar nya sembari berlalu.


"Tunggu... nanti kakak... antar sebentar kakak ambil kunci motor dulu " evan menghentikan lona dan dia kembali ke kamar nya untuk mengambil kunci mobil.


Karena evan ingat tadi sebelum ayura pergi iya meminta untuk mengantar ayura ke sekolah terlebih dahulu.


Wilona pun patuh iya duduk diam menunggu evan di kursi di teras rumah sembari menikmati udara pagi itu, yang mana baru saja terkena hujan tadi malam, jadilah ada bau khas tanah uap tanah yang habis terkena air hujan.


Tak berapa lama evan pun keluar dengan mengenakan jaket dan masih mengenakan kolor.


"Kak... serius mau anter aku dengan penampilan seperti itu...??? " tunjuk lona dengan pakaian evan

__ADS_1


"Memang kenapa..... ??? tak ada yang salah kan..?? " tanya evan dengan lugu nya.


"Iya sih kak gak salah.... tapi apa kakak tak malu masa seorang bujang tampan begini keluar cuman pakek kolor doang...?? " ucap wilona.


Evan mengabaikan perkataan wilona, karena evan orangnya yang tak terlalu memperhatikan penampilannya jika cuman untuk keluar sebentar, jadi apa saja baju yang iya kenakan ok, ok aja, jika menurutnya itu masih sopan.


"Ayok cepat nanti kamu telat... " ucap evan.


"Emh.... tapi jika mau di antar ini masih terlalu pagi kak, nanti saja dulu sebentar lagi.. kakak mau siap-siap juga silahkan, biar lebih kece gitu, biar para ladies terpaksa dengan ketampanan kakak😉😉" ucap wilona seperti orang yang sudah mengerti saja.


"Cih... masih bocil aja sok menceramahi aku yang sudah dewasa... ya sudah kalo gitu kakak mau siap-siap juga tar sekalian kakak juga mau ke kampus " ujar evan sembari berjalan masuk kembali untuk menuju ke kamar nya.




Sedangkan kini di rumah pribadi Angga, yang mana sedang berada di meja makan untuk sarapan, di sana juga ada gabriel yang ikut tinggal di sana karena mau tak mau harus membawa nya serta, karena bagai mana pun iya istri dah nya angga.



"Angga.. apa nanti bisa pulang lebih awal...??? " ujar gabriel membuka percakapan.



Angga hanya mengernyitkan alisnya menandakan bertanya, atas apa yang ingin istri nya katakan,



"Ini sebenarnya aku ingin mengajak mu untuk mengunjungi orang tua ku, karena tadi malam ibu menelpon kalo ayah sedang tidak sehat, dan menyuruh aku datang dengan mu untuk menjenguk... " jabar gabriel tentang niatnya atas pertanyaan nya tadi.



"Tak bisa aku sibuk kau pergi sendiri saja... " jawab angga dingin



"Kenapa sih kamu itu selalu begitu...??!! aku ini istri mu angga kenapa kau selalu bersikap dingin...???! " ujar nya yang mulai jengkel dengan sikap angga padanya yang beberapa hari ini selalu acuh tak acuh.



Itu malah membuat gabriel merasa jengah bagaimana tidak meski mereka hidup satu atap makan satu meja dan tidur satu ranjang, tapi sikap angga padanya bagaikan tak pernah menganggap gabriel ada di sana.



Angga dengan acuh menyudahi sarapannya dan mengelap mulutnya dengan tisu lalu beranjak pergi, dari sana menuju ke luar untuk ke kantor nya.




"Aaaagggghhh...... kenapa sih..... apa kurangnya gue coba.... kenapa gue harus kalah sama cewek murahan itu....!!!! "gabriel kesal iya menggebrak meja dan berteriak kesal hingga membuat para pelayan yang ada di sana terkejut.



Gabriel dengan amarah pergi menuju ke kamarnya, untuk bersiap dan pergi ke tempat keluarga nya, untuk menjenguk sangat ayah yang katanya kurang sehat, Angga yang sempat mendengar istri nya berteriak dengan kesal tadi dia hanya menoleh sekilas dan kembali melanjutkan jalannya, dan di luar sana bili sudah menunggunya.



" Selamat pagi tuan...??? "sapa bili sembari sedikit membungkukkan badannya dan membukakan pintu mobil intuk angga.



"Emh.... " jawab nya langsung masuk kedalam mobil.



Begitu juga dengan bili yang langsung masuk mobil dan duduk di belakang kemudi, iya menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan halaman rumah tersebut menembus keramaian kota bandung di pagi kala itu.



"Bili.. apa kamu tau pria yang tinggal di rumah ayura itu siapa....???! " tanya angga memecahkan keheningan.



"Pria yang mana tuan..?? " tanya ulang bili.



"Ada pria muda sepertinya masih sekitar usia 19tahun nan " jawab angga.



"Oh... itu adik tiri nona ayura tuan dia tinggal di sana karena dia sedang berkuliah di ITB, dia tinggal di tempat kakak nya karena itu juga dekat dengan kampus dan dia juga pas sekali ada ayura di sini " jelas bili .



Angga mengangguk mengerti dengan penjelasan bili , dan iya kini kembali fokus dengan iPhone nya mengerjakan tugas kantor dan melihat-lihat imel yang masuk.

__ADS_1



Tak terasa kini iyan pun sudah sampai di kantor nya dan di sana juga sudah ada dito, entah mau apa dia sepagi ini nongkrong di kantor angga.



"Hai... ga... " sapa dito yang langsung bangkit dari duduk nya.



"Hai... ada apa nih tumben pagi gini loe dah ada di sini aja...??? " jawab nya sembari bertanya.



"Gak ada... gue cuma mau ngasih kabar aja sama loe, penting sebaiknya kita omongin di ruangan loe aja " Ujar dito yang tampak serius.



"Emh.. " mereka pun berjalan menuju lift untuk ke ruangan angga.



Angga juga penasaran apa yang ingin di bicarakan oleh dito karena tampaknya sangat serius atas apa yang ingin iya katakan padanya, terdengar dengingan pintu lift yang menandakan meraka sudah sampai dan pintu pun terbuka.



Ketiga pria tersebut berjalan menelusuri koridor menuju ruangan angga dan di sana juga para karyawan yang berpapasan dengan mereka selingkuh melempar sapaan pada atasannya tersebut namun hanya di balas dengan anggukan oleh angga.



"Mau ngomong apa loe...!??? " tanya angga langsung tutup poin.



"Ya elah bentar gue duduk dulu, " ujar dito yang langsung menyambangi sofa dibuang tersebut.



"Gini ga gue mau tanya loe sama ayura dan kedua anak nya itu sebenarnya ada hubungan apa sih...??? serius gue gak paham, kenapa om wira sampai menculik mereka gitu.. dan sampai sekarang gue gak tau tuh ke adanya... soalnya pas tiga hari yang lalu aku ngikutin ayura namun di cegah sama bawahan bokap loe "dito mulai bertanya.



" Terus gue ya nerobos aja gitu pas di depan gedung seinget gue , gue di pukul dan udah itu gak inget lagi, pas bangun gue dah ada di rumah sakit aja gitu dan baru kemaren malem gue juga balik dari rumah sakit, gue hubungin ayura juga gak aktif handphone nya "sambung dito lagi.



Angga tampak terkejut dan geram atas apa yang di lakukan oleh ayah nya, dia tak menjawab pertanyaan dito iya langsung bergegas pergi ke luar kantor, dito di sana hanya melongok melihat itu iya bingung dengan reaksi angga yang sangat marah itu saat mendengar pertanyaannya tersebut, dito pun hanya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal dan berjalan keluar.



"Eh... tuan dito apa tuan angga ada didalam " tanya bili yang berpapasan dengan dito.



"Gak ada bil dia baru aja keluar, gak tau mau kemana saat udah denger omongan gue dia buru-buru pergi dengan emosi gue juga bingung kenapa.?." ujar dito yang masih bingung.



"Memang nya anda mengatakan apa pada tuan angga..?? " tanya bili dengan penuh selidik.



"Aku hanya mengatakan kalo anak ayura di culik oleh om wira " jawab dito dengan enteng.



Bili yang mendengar itu terkejut.



"Kapan di culik nya tuan...?? "tanya bili lagi.



" Udah tiga hari yang lalu lah, emang kenapa???? ;"jawab nya dan tanya ulang.



"Astagfirullah.... gak papah saya harus menyusul tuan muda tuan maaf saya tinggal " bili pun langsung bergegas untuk segara menyusul angga.



"Nah aneh kenapa sih nih orang, kan setau gue kalo angga memeng nyari ayura dulu kan tapi kan sekarang dia dah nikah, terus untuk apa lagi dong deketin ayura..?? " gumam nya dia bingung sendiri.



Dito yang masih bingung di kepalanya banyak sekali pertanyaan, dia pun memutuskan untuk kembali ke kantor nya dan menunggu kabar dari para orang-orang nya yang di suruh nya untuk memeriksa gedung dimana tempat terakhir iya melihat ayura.

__ADS_1


__ADS_2