Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 88


__ADS_3

Sedangkan kini Angga yang membawa mobil nya ke area perumahan yang cukup elit di kota bandung tersebut, karena hari juga masih cukup pagi jadul jalanan di perumahan tersebut masih terlihat sepi masih sedikit kendaraan yang iya jumpai.


Tak lama iya menghentikan mobil nya di depan pagar rumah berwarna coklat, iya keluar dari mobil dan berjalan menuju pagar tersebut.


Angga dengan perlahan membuka pagar besar itu, dan iya masuk saat masuk kebetulan, ayu keluar dari rumah.


"Asalamualaikum."


"Eh... waalaikumsalam, tuan Angga ada apa ya datang sepagi ini...?? " jawab ayu sembari bertanya karena tak seperti biasannya Angga bertamu pagi buta seperti ini.


"Apa ayura ada...?? " Angga hanya tersenyum dan bertanya prihal ayura.


"Ada... tapi seperti nya sih belum bangun, entah lah tadi malam dia pulang cukup larut, padahal dia baru aja pulih " jelas ayu.


"Oh.. iya mari masuk tuan...? " ayu mempersilahkan Angga untuk masuk kedalam.


Angga masuk, dan melihat ke sekeliling di dalam rumah masih tampak sepi, seperti nya anak-anak dan ayura masih belum bangun atau sedang bersiap.


"Tuan... anda mau saya buatkan kopi apa teh...? " tanya ayu dengan gaya bicara yang formal nya itu.


"Kopi pait aja yu.. " pinta nya


Ayu mengangguk dan berlalu ke dapur untuk membuatkan kopi pait.


'cklek.... '


Ayura berjalan lurus ke arah dapur tanpa melihat ke sekeliling.Dia berpapasan dengan ayu yang membawa segelas kopi di tangan nya.


"Tumben kamu minum kopi yu...?? " ucap ayura dengan muka heran nya.


"Ini bukan untuk ku yur, ini aku buat untuk Tuan Angga " jawab ayu sembari berjalan ke arah ruang tengah.


"Oh.. " ayura masih belum ngeh sama perkataan ayu, dia melanjutkan langkah nya ke dapur untuk membuat sarapan.


"Eh... siapa tadi yang ayu bilang...?? Angga...? hah.. mau ngapain dia sepagi ini di sini...?? " ucap nya masih dengan bingung saat baru ngeh.


"Ck... paling mau buat rusuh...?? sudah lah biar kan saja " ayura hanya asik ngedumel sembari mengambil bahan masakan yang akan dia masak .


"Yur kamu kenapa....?? kok ngedumel sama sayuran...? " ayu membuat ayura terkejut.


"Astaghfirullah.....! yu.. kamu kok bikin kaget orang aja untung gak punya riwayat mag aku....!? " ucap ayura terkejut, sembari menggerutu pada teman nya itu.


"Apa hubungan nya yur kaget sama penyakit mag....?? " tanya ayu bingung.


"Gak tau ah...? nih.. bantu gue keburu siang tar anak-anak telat lagi ke sekolah " pungkas nya sembari menyodorkan wortel dan bumbu lain nya.


"Auah... pusing gue ama loe yur.. biasanya kalo orang kaget gitu, bilang nya untung gue gak punya penyakit jantung, lah ini kok mag " gerutu ayu sembari mengambil wortel dan bumbu yang ayura sodorin ke dia.


Ayura hanya mengerinyitkan dahinya sembari menutup pintu kulkas.

__ADS_1


"Loe mau goreng apa itu yur....? " tanya ayu saat melihat apa yang ayura bawa.


Ayura melihat ke arah kotak yang iya bawa, lalu menoleh ke arah ayura yang duduk di kursi meja mini bar sembari mengupas wortel.


"Mau goreng sayap ayam " jawab nya singkat.


"Oh terus ini wortel mau buat masak apa.....? " ayu sembari menunjuk ke arah wortel.


"Itu kan ada sayur lain..? itu wortel mau di tumis aja campur toge yur.. " balas ayura.


Ayu mengangguk paham dan iya pun lanjut mengupas wortel, begitu juga dengan ayura yang sedang sibuk dengan kuali dan ayam nya yang sudah siap untuk iya masukan ke dalam minyak panas.


Sedangkan Angga yang sedang berada di ruang tengah, dia mulai merasa jenuh, iya pun berinisiatif untuk menghampiri ayura, karena iya tak tau kalo ayura ada di dapur dia pun berjalan , ke arah kamar ayura.


"Ayah.... mau kemana...? " seru suara anak kecil dari arah tangga.


Angga menoleh dan tampak lah gadis kecil yang sudah tampak rapi dengan seragam sekolah nya sedang menuruni tangga.


"Eh... kamu sayang...? ayah mau liat bunda...? " Jawab Angga sembari menunjuk pintu mamat ayura.


"Oh.... ya udah Galuh tinggal ke ruang makan ya ayah " gadis kecil itu melenggang menuruni tangga untuk menuju ke ruang makan.


Angga pun melanjutkan langkah nya, menuju ke kamar ayura.


"Bunda....?? bunda lagi masak apa...? " tanya gadis kecil itu sembari menggeser kursi.


"Bunda mau masak capcay sama goreng ayam, kamu mau sarapan apa nak....? " jawab nya sembari bertanya pada anak nya menu sarapan yang iya mau.


"Yu... aku titip ini, lagi goreng ayam, bentar lagi angkat " ayura langsung bergegas menuju ke kamar nya.


"Em... gak usah lari yur loe baru aja pulih....!! " ayu sedikit teriak karena melihat ayura berlari.


"Mah... bunda kenapa kok lari gitu...? " tanya gadis kecil itu.


"Entah mamah juga gak tau, mungkin ada yang mau di bicarakan dengan ayah kalian, yang cukup penting kali " jawab ayu dengan pertanyaan gadis kecil itu.


Galuh hanya mengangguk menanggapi jawaban dari ayu, tak berapa lama aji dan evan datang ke meja makan, mereka duduk di kursi mereka masing-masing dan meminum susu nya.


"Kak... kak ayura belum bangun ya..? " tanya evan karena dia belum melihat ayura saat dia keluar dari kamar, ya g biasanya ayura sudah sibuk bersama ayu di dapur.


"Sudah.. cuman tadi ayura balik ke kamar, soal nya ada tuan angga datang " jawab ayu sembari mengangkat ayam goreng .


Evan mengangguk dan dia berinisiatif untuk membantu ayu masak agar cepat selesai.


Sedangkan sekarang ayura dan Angga yang masih ada di kamar, mereka cekcok beradu mulut, entah lah apa yang membuat ayura kesal dan entah apa lah yang di sebut kan oleh Angga.


"Aku gak ada alasan buat... bermalam di rumah mu, apa nanti kata tetangga apa lagi di rumah mu kan ada istri mu untuk apa aku di sana.....!!!!!?, untuk di jadikan bahan olok-olokan orang....?! ck.... cukup ya hidup ku sudah hancur dan sekarang aku ingin hidup bebas....!? "ucap nya dengan kesal dengan penyataan Angga.


" Tapi kan aku tak ada perasaan dan sama sekali, gak cinta sama dia yur..! aku cinta nya sama kamu..! "jawab Angga sembari meraih tangan ayura.

__ADS_1


Ayura menepis tangan Angga, karena dia juga tak mau lagi berurusan dengan keluarga wiranto, tapi jika tujuan Angga ingin bertemu dengan anak-anak dia tak melarang nya, karena dia juga tau kalo Angga adalah ayah kandung anak-anak, dan dia juga tak mau membuat anak-anak benci dengan ayah nya atau tak mengetahui siapa ayah nya.


"Sudah lah sebaik nya tuan muda wiranto segera keluar dari rumah saya...! saya tidak menerima tamu...! " ucap nya sembari menunjuk pintu keluar.


"Yur.... aku itu cuman mau kita itu jadi keluarga yang utuh, apa kamu gak kasian sama anak-anak...?, pastilah di luaran sana teman-teman mereka bertanya pasal ayah anak-anak yur...?!, kamu pikirkan....? mereka mau jawab apa...? " ungkap Angga beruntun memberikan pertanyaan pada ayura.


Ayura sejenak merenung memang benar, terkadang anak-anak mengeluh dengan nya karena teman sekelas nya terkadang mengejek mereka jika mereka tak punya ayah.


"Itu bukan urusan anda tuan... toh selama ini anak-anak masih baik-baik saja.. ! " pungkas ayura lagi.


"Tapi yur pikir kan lagi dengan baik,....? kedapan nya...?, aku bisa yur untuk mencerahkan Gabriel... asal kamu mau kita hidup bersama, dan memberikan anak-anak keluarga yang utuh...?! " sanggah Angga lagi kepada ayura.


"Tidak perlu...! sebaik nya anda segara pergi dari sini selagi saya masih baik dengan anda, saya tidak perlu memberikan anak-anak keluarga yang utuh, hanya dengan saya merebut suami orang, saya juga masih sanggup untuk mencari ayah untuk anak-anak ..! " Jawab tegas ayura.


Tanpa aba-aba Angga langsung mendorong tubuh ayura ke tempat tidur, karena iya mulai geram dengan jawab ayura sedari tadi.


"Loe mau berbuat apa hah...?!! " ayura terus memberontak.


"Diam lah .....!!! bukan kah kau tak bisa ku ajak bicara dengan lembut....!!? " kecam nya sembari menindih badan ayura.


Meski sedari tadi ayura memberontak, namun sedikit pun tak membuat tubuh angga bergerak satu inci pun dari atas tubuh nya.


"Kurang ajar.......!!! "


'Pplaaakkkk...... '


Sebuah tamparan keras mendarat ke pipi Angga, saat tangan nya yang mulai tak diam di tubuh ayura, di bagian area bawah sana.


Sedangkan Angga dia hanya menyeringai akan hal tersebut, bukan nya iya melepas ayura namun iya kini makin jadi, tangan ayura di tekan ke atas dan Angga mengunci semua pergerakan ayura.


"Kau bajingan....!!! lepas....!!! " teriak ayura sembari terus berusaha agar lapas dari cengkraman Angga.


"Diam lah....!! bukan kah dulu pekerjaan mu seperti ini memuaskan semua nafsu birahi para pria, kenapa sekarang kau menolak hah...???! Ayura... kau sebaik nya nikmati saja permainan ku, dan aku akan bermain dengan lembut" ujar Angga di telinga ayura dengan suara barito


nya.


Ayura semakin kesal dan marah saat Angga mengungkit pekerjaan masa kelam nya dulu, dan iya juga menjadi teringat akan malam pertama bersama Angga, yang mana dia juga lah yang mengambil kesucian nya, tapi yang membuat ayura semaki marah adalah iya teringat, bagai mana iya bisa terjun ke dunia psk itu adalah ulah kekasih nya dulu.


Yang tega menjual nya ke salah satu mucikari, di kota bandung, saat mengingat itu membuat ayura kesal, namun di sela muka nya yang memerah, terlihat senyuman menyeringai yang penuh arti dari sudut bibir ayura.


Ayura kini tak lagi memberontak, yang membuat Angga menjadi heran dia pun menghentikan aksi nya yang sedari tadi meraba setiap inci tubuh ayura.


"Apa sekarang sudah tau dan ingat bagai mana cara untuk memuaskan ku....?? " tanya Angga pada ayura.


Angga mulai melonggarkan cengkeraman tangan nya ke tangan ayura, dan ayura kini mengangkat tangan nya dan mengalungkan tangan nya di leher Angga.


"Hah... benar yang tuan katakan... bukan kah ini pekerjaan ku selama ini... baik lah aku akan membuat anda pus tuan 😏😏tapi ingat setelah ini bayaran nya jangan kau lupa....?? " ucap ayura di telinga Angga yang membuat Angga merinding.


Kini gantian tangan ayura yang bermain di dada bidang milik Angga, membelai nya secara intens, yang mampu membangun kan gairah, namun Angga tak tau dengan siasat yang ada di dalam kepala ayura.

__ADS_1


Angga yang masih terdiam dan menikmati permainan ayura, dia terbuai dalam semua nya, dan kedua nya saling menautkan bibir mereka, namun kini ayura membalikan keadaan, membuat Angga yang terkapar di bawah badan nya.


__ADS_2