
Ayura menaiki tangga dengan tatapan yang sesekali mengarah ke angga yang ada di ujung tangga.
"Kenapa tuan??, apa anda juga ingin mencoba lagi karena tadi malam gagal??? " bisik ayura saat sudah di dekat angga.
"Jaga tingkah laku mu di hadapan bos mu nona...! " tegas angga dengan perkataan yang dingin.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA....... saya suka melihat wajah kalian yang telah memerah seperti tomat matang " tawa ayura menggelegar di rumah itu sembari berjalan, utuk menuju kamar angga dan membersihkannya.
"Sarapan sudah ada di meja, kalian hanya tinggal menekannya jangan khawatir aku meracuni kalian " ucap ayura lagi memberi tahu bahwa sarapan sudah ada.
Angga dan bili yang mendengar perkataan ayura barusan merasa di olok-olok oleh ayura angga pergi dengan kesal dengan muka nya yang masih memerah.
"Tuan kita langsung ke perusahan JK komforesion atau ke kantor terlebih dahulu?? " tanya bili untuk menghilangkan rasa canggung di antara mereka.
"Kita pergi kekantor dulu, masih ada berkas yang tertinggal di sana " ucap angga untuk menuju kantor terlebih dulu.
"Emh... emh... baik tuan"Bili merasa gugup saat melihat muka tuan mudanya.
" Kalian saya tunggu di rumah.....!!!!!! nanti kita bermain bertiga......!!!! "teriak ayura dari lantai atas masih saja sempat menggoda mereka.
Keduanya menjadi mempercepat langkah karena ngeri jika harus ada terlalu lama di rumah, dengan bergegas bili menegndarai mobil nya meninggalkan halaman rumah yang mewah tersebut.
Sedang kan ayura dia tertawa terpingkal-pingkla saat melihat keduanya keluar rumah dengan buru-buru.
" Ternyata seru juga membuat aku tak jenuh bekerja di sini memiliki majikan dan asisten yang kaku ku kerjain..... "ucap ayura sembari memegang perutnya yang sakit karena tertawa terus.
Sedangkan di dalam mobil menjadi sangat hening, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari angga atau pun bili, angga yang biasanya berisik kayak emak-emak rempong suka ngajakin rumpi tapi kali ini dia diam membisu.
" Aduhh.... kok aku ngerasa gak enak ya, meski nona ayura bukan wanita tuan muda tapi, aku merasa bersalah besar "gumam bili dalam hatinya sembari memiliki angga dari kaca spion.
"Bili.. untuk kebaikan mu sebaiknya kau harus jaga jarak dengan ayura dan jangan sering datang jika ada ayura di rumah, jika mendesak harus ke rumah sebisa mungkin menghindar darinya " angga akhirnya mengeluarkan suara dan memperingatkan bili agar lebih menjaga jarak.
"Baik tuan " jawab nya singkat karena iya juga sedang fokus menyetir.
"Oh ..... iya tadi malam melakukan apa saja dan sampai mana??? " tiba-tiba angga menanyakan perihal tadi malam yang terjadi dengan bili dan ayura.
"Ahh... emh... itu tuan.. ti... tidak... terjadi apa-apa antara saya dan nona ayura, ucapan nona ayura tadi dia hanya membual saja tuan jangan percaya " bili merasa gugup namun tetep menjelekan.
"Untuk apa kau gugup seperti itu, tak usah kau jelaskan secara rinci aku hanya penasaran saja" ucap nya yang padahal dalam hatinya ingin tahu lebih.
"Aduh... ke apa tuan malah menanyakan hal yang memerlukan tersebut??? " Lagi-lagi bili hanya bisa menggerutu di dalam hatinya.
__ADS_1
"Aku hanya bertanya saja, tak usah takut seperti itu , saya tau sifat mereka para wanita malam, memeng suka menggoda pria, jadi kedepannya kau harus bisa mengontrol diri saja agar tak tergoda " Lanjut angga.
"Kau bisa saja tuan, memperingati saya atau menasehati saya padahal anda sendiri pun tergoda dengan rayuan nona ayura tadi malam " Lagi-lagi bili hanya berbicara di hati, karena tadi malam iya sempat melihat angga dan ayura berpelukan dan berciuman di pinggir jalan hingga masuk kedalam mobil.
Karena bili tak mau menggangu tuan nya dia pun langsung berbalik dan kembali ke rumah, karena hari sudah malam juga dan badan sudah lelah.
"Iya.. tuan, kita sekarang sudah sampai " jawab bili sembari iya memberitahu kalo sudah sampai kantor bili turun b terlebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya.
"Kau tunggu saja di sini, saya hanya mengambil dokumen sebentar dan kita akan segera berangkat " ujar angga memerintahkan biki untuk tetap berada di sekitar mobil.
Bili mengangguk ibarat mengi iya perintah bos nya yang menyuruhnya tetap di sana, bili hanya berdiri di samping mobil.
Ayura yang sudah selesai membersikan semua seisi rumah itu iya pun memasak untuk makan siang nanti, karena iya tau pasti tuan mudanya akan kembali untuk makan siang di rumah.
"Hah... aku akan memasak apa???, emh... coba aku lihat dulu ada apa di kulkas, baru aku pikirkan akan masak apa?? " ucap nya pada diri sendiri sembari membuka kulkas dan melihat bahan apa saja.
"Ya... aku masak capai sama lauk nya ikan bakar dan ayam saus padang saja lah, yang simpel " ucapnya sembari mengambil bahan yang akan iya masak.
Kini ayura sibuk dengan semua bahan dan kompor , ayura memotong sayuran dan memisahkan semua jenis sayuran, dan iya pun menyiapkan Dessert, dua jam pun sudah berlalu masakan ayura kini sudah terhidang semua di atas meja, hanya tinggal menunggu majikanya pulang kerja saja.
"Ok.... sudah selesai dan hanya tinggal menunggu tuan yang aneh itu pulang saja" ucap ayura yang sudah selesai menyajikan semuanya.
"Anda sedang mencari siapa tuan??? " tanya ayura dengan dingin.
"Astaghfirullah.... " Angga terkejut saat mendengar pertanyaan ayura yang datang entah dari mana.
"Kau datang dari mana.... membuat orang jantungan saja muncul seperti hantu......!!!! " angga mengomel pada yaura yang membuatnya terkejut.
"Saya dari tadi ada di sini tian anda saja yang tak melihatnya, saya tanya anda sedang mencari apa?? " jawab ayura masih dengan dingin dan iya bertanya ulang.
"Bukan urusan mu..! " ketusnya lalu pergi.
"Oh... emang aneh di rumah sendiri, tapi tingkahnya seperti pencuri " gerutu ayura sembari membawa tasnya untuk segera pulang karena kerjaan nya di rumah itu sudah selesai.
"Hei... kau mau main pergi sanja apa kau sudah membuat makan siang!!! " pekik angga pada ayura.
"Makan siang anda sudah terhidang, jika anda masih banyak bicara itu akan segera dingin " ujar ayura masih dengan sikap dinginnya.
"Nah..... kenapa lagi wanita ini, sekarang bersikap dingin tadi sikap jalang nya keluar " gumam angga yang merasa aneh dengan perubahan sikap ayura.
"Bili periksa kenapa, orang itu jadi aneh seperti itu?? " perintah angga pada bili.
"Emh iya tuan... ehh bukanya itu lebih baik tuan jadi kita tak harus capek-capek menghindar darinya?? " jawab bili .
"Oh... iya ada benarnya juga kau bili, mending biarkan seperti itu saja, biar kita tak harus seperti orang yang di kejar hutang " ucap angga dan langsung duduk di hadapan meja makan.
Bili mengangguk dan ikut duduk untuk makan siang dengan angga, namun saat mereka hendak makan ada tamu yang tak di undang tiba-tiba masuk ke rumah tanpa permisi.
__ADS_1
"Hei.... kalian akan makan tanpa mengajak ku???! " ucap orang tersebut nyang nongol dari arah ruang tamu.
"Kau masuk ke rumah orang seperti kau masuk ke kandang ayam saja tanpa permisi " gerutu angga kesal.
"Wahh.... ada makanan enak nih tumben kamu masak banyak banget bil, lagi ada acara apa??? " ucap orang itu tanpa menghiraukan perkataan angga padanya.
"Ini bukan saya yang memaksa tuan, tapi pembantu baru yang telah tuan angga rekrut beberapa hari yang lalu " jelas bili.
"Hah... serius loe ngga rekrut pembantu, dia masih muda gak??? cantik ngga?? " orang itu mulai heboh sendiri dengan melempari angga pertanyannya.
"Itu bukan urusan mu... jika makan tak usah banyak bicara " ucap angga yang tak suka banyak suara saat di meja makan.
"Ok... tapi nanti jawab pertanyaan ku " celetuk orang itu lagi.
Angga tak menghiraukan ucapan orang tersebut dengan iya fokus dengan makannya, saat sudah selesai angga langsung meninggalkan meja makan dan pergi menuju ke kamarnya.
"Hem.... nyaman juga jika setiap hari aku pulang rumah sudah serapi ini, akan tambah betah " gumam nya dan langsung membanting badan ke kasur.
Sedangkan dua mahluk tadi yang masih ada di meja makan keduanya di tugas kan untuk membereskan semuanya jika sudah selesai.
"Bil... berati sekarang pekerjaan kamu udah berkurang dong, kalo di sini udah ada pembantu?? " tanya orang tersebut.
"Iya berkurang sih.. tapi ya terkadang tambah aneh saja kadang tuan muda memberi perintah, kadang harus mengikuti orang yang tak ada hubungannya " keluh bili dengan pekerjaannya sekarang.
"Oh... yang sabar aja lah, kalo gak aneh ya namanya bukan angga wiranto dong ya nggak?? " ujar orang itu.
"Kau bisa saja dit kalo tuan angga mendengar habis lah kau kena ocehannya yang panjang nya berkilometer itu " jawab bili sembari tersenyum tipis pada dito.
Ayura yang setelah pulang dari rumah angga iya langsung ke panti asuhan untuk bertemu kedua anak nya.
"Asalamualaikum.. " salam ayura saat datang ke panti asuhan.
"Waalaikumsalam oh neng ayura, pasti mau liat si kembar ya " ujar ibu panti yang sedang ada di depan halaman.
"Iya bu, ibu sedang apa tengah hari begini di halaman?? " jawab nya sembari bertanya pada ibu panti yang sedang melakukan apa di tengah hari yang panas ada di halaman.
"Oh ini neng ibu sedang mencari bola anak-anak yang tadi jatuh di sekitar halaman " jawab ibu panti sembari mencari barang yang iya cari.
"Oh ya sudah, saya bantu buk biar cepat ketemu " ujar ayura nawar kan bantuan pada ibu panti.
"Iya neng terimakasih, maaf ya ibu ngerepotin kamu " ujar ibu panti yang menerima bantuan ayura
"Gak kok bu, biasa aja saya juga kan lagi gak ada kerjaan " balas ayura.
__ADS_1
Kini keduanya sibuk mencari mainan anak-anak panti yang tadi terjatuh di sekitar halaman tersebut.