
Aturan kini sedang mengantri menunggu nomor antriannya di panggil, iya sangat cemas karena anak nya semakin panas badannya.
"Sabar ya sayang sebentar lagi, kamu akan segera di tangani oleh dokter biar gak demam lagi "ayura semakin cemas karena anaknya yang demamnya tak kunjung turun.
Tak lama terdengar lah nomor antriannya di panggil untuk memasuki ruang dokter, untuk segera memeriksakan keadaan anaknya.
" Mari bu ikut saya "ajak sangat suster menuntun ayura ke ruangan dokter.
" Emh... "jawab ayura singkat yang mengikuti suster tersebut dari arah belakang.
" Mari baring kan di sini bu anak nya "ujar suster tadi.
Ayura membaringkan anak nya di ranjang untuk di periksa oleh dokter, apa dan kenapa penyebab si baby demam.
" Ini sudah berapa lama bu?? "tanya dokter pada ayura.
" Ini dari jam 2malam dok, ada turun sebentar namun itu panasnya naik lagi "jawab ayura pada pertanyaan dokter.
" Emh... baik saya periksa dulu, anda tenang ya bu, ibu pasti pertama kali menjadi seorang ibu ya??? "ujar dokter sembari memeriksa tubuh Galuh.
" Iya saya baru pertama menjadi orang tua "jawab ayura,.
" Kalo boleh tau, suami anda di mana bu?? "tanya dokter menyinggung keberadaan sang ayah dari anak tersebut.
Di situ ayura tampak bingung harus menjawab apa, karena ayura juga tak tahu jelas siapa ayah dari anaknya tersebut , karena iya tah banyak sekali tidur dengan pria.
" Em.... emhh.... ayahnya sudah berangkat bekerja, "jawab ayura dengan agak sedikit ragu.
Dokter itu hanya tersenyum, melihat ayura yang sedikit bingung, dokter sudah dapat menebak pasti anak ini hasil dari hubungan terlarang di antara dua remaja, karena iya melihat ayura yang tampak masih muda dan seperti mahasiswi.
" Anak ibu hanya mengalami gejala.DBD gak papah jika ibu telat saja satu jam ini akan parah bu apa lagi ini bayi yang mengalaminya, untuk sekarang biar anak ibu di rawat saja di rumah sakit dulu " ujar dokter memberikan saran pada ayura saat telah mengetahui penyakit nya.
"Baik dok, kalo itu yang memang harus di lakukan , maka lakukan saja yang penting anak saya kembali lagi sehat " jawab ayura yang ada merasa lega dan masih ada rasa cemas akan kondisi anak nya.
Suster yang membantu dokter tersebut segera menyiapkan semua keperluan utuk perawatan Galuh, Galuh yang lelah menangis iya bisa tertidur saat selesai di periksa oleh dokter.
"Bu sebaiknya, anda lebih memerhatikan lagi tempat tinggal atau tempat tidurnya, karena mungkin ada nyamuk, karena anak ibu ini disebabkan oleh gigitan nyamuk,demam berdarah " dokter menyarankan ayura untuk lebih memerhatikan lagi keadaan anak nya.
Ayura hanya mengangguk tanda menjawab ucapan dokter padanya, ayura juga tahu betul bagaimana keadaan di panti, ya seperti itu lah karena suster penjaga di panti juga tak mungkin, hanya harus memerhatikan Galuh dan aji saja sedangkan anak yang lain di telantarkan.
"Oh iya Sus... nanti saya mau pergi sebentar, nanti saya tolong titip anak saya ya, karena urusan ini sangat penting tak bisa di tunda " ucap ayura meminta bantuan pada suster yang sedang merawat si sana.
"Iya bu. tak apa pergilah, anak ibu akan saya jaga " jawab sang suster dengan senyum ramahnya.
Ayura meninggalkan nomor telpon di atas meja samping tempat rawat anak nya, jika ada apa-apa pada anak nya suster bisa menghubungi nomor tersebut.
"Sus jika ada apa-apa telpon saya saja, di atas meja susah saya tinggalkan nomor telpon saya " ujar ayura sembari pergi keluar pintu.
Suster merapikan selang infus pada bayi mungil itu, suster tersebut sangat kasihan melihat Galuh yang mana masih bayi kulit halus nya harus di tusuk oleh jarum.
"Kamu malang sekali nak..., masih sekecil ini harus seperti ini, " ucap sang suster lirih sembari mengusap lembut kepala Galuh.
Angga yang tak dapat menemukan ayura iya pergi ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya dan bertemu dengan Yuda, selalu rekan kerja samanya kali ini, untuk membahas proyek yang sedang berjalan sekarang.
"Untung saja tuan muda mau untuk kembali kerja, dan tak melepaskan proyek ini kalo tidak kita akan rugi " gumam bili dalam hatinya,yang sedari tadi terus membujuk angga supaya mau menghadiri pertemuan tersebut .
"Sekarang proyek sudah berjalan sebagain, dan di sini kita masih membutuhkan dana untuk pasokan bahan bangunan, karena untuk menjamin bangunan akan kokoh kita harus membeli yang berkualitas tinggi " Yuda angkat bicara pasal proyek yang sedang berjalan.
"Sekitar berapa persen sekarang proyek yang sedang berjalan????, dan dana yang di butuhkan untuk penambahan juga seberapa banyak???? "timpal angga bertanya.
" Tidak begitu banyak tuan hanya sekitar, 1,5 ratus juta saja "jawab Yuda yang begitu enteng menyebutkan nominal uang yang cukup pesan tersebut.
Para penanam modal yang lain terpelongok atas apa yang di ucapan kan Yuda barusan, karena nominal tersebut tak terbilang sedikit, bukan kah, baru beberapa minggu yang lalu mereka memberikan modal dengan sebanyak 1,3 ratus jt, lalu itu semua ke mana perginya semua uang tersebut.
__ADS_1
"Tuan.... bukan kah dua minggu yang lalu kita baru saja menambah modal 1,3 ratus jt , lalu ini modal untuk apa lagi??? " tanya rekan yang lain yang merasa ada yang aneh.
"Begini tuan uang modal yang kemaren, susah di gunakan untuk biaya pembelian tanah di bagian samping utara untuk memperluas, jadi untuk menambah bahan bangunan, masih kurang " jawab Yuda menjelaskan.
"Apa.... ini tidak cukup banyak memakan modal, baru saja berjalan sudah habis sebanyak 1,6M, saya tau proyek ini memang akan menguntungkan nantinya bagi kita, tapi ini juga sudah sangat menguras, apa lagi sekarang perusahaan saya sedang kurang stabil" yang lain ikut menimpali merasa akan ada kerugian besar dalam pekerjaan ini.
Proyek besar ini memeng Yuda lah yang bertanggung jawab, atas semuanya sedangkan angga hanya bertugas untuk mengawasi dan memantau ke adaan di lokasi hanya untuk beberapa kali saja.
Angga hanya mendengarkan para seniornya yang sedang berdebat masalah biaya yang di minta oleh Yuda barusan, bili yang ada di sebelah angga pun merasa memang sepertinya ini ada yang tak beres, karena baru saja berjalan sudah memakan cukup besar modal awal.
"Tuan apa ini tak cukup mencurigakan??? " bisik bili bertanya pada angga.
"Diam saja kita lihat, bagai mana mereka bertindak dan kita lihat siapa saja yang ada di dalam nya " balas angga berbisik pada bili.
"Ok.... mungkin pembahasan kali ini kita sudahi dulu sampai disini" Yuda menyudahi pertemuan tersebut.
"Tapi tuan ki masih belum menemukan jalan akhir, apa kita harus menambah modal apa kita mecari jalan lain saja, agar tak menuju ke jalan yang merugikan bagi semua??? " ucap salah satu investor .
"Saya rasa cukup, jika ada pendapat lain dari kalian masing-masing bisa mengajukan nanti antar kan saja berkas pengajuan pada saya, karena sekarang saya masih ada pekerjaan yang tak bisa saya tinggal " ucap Yuda menutup pertemuan tersebut.
"Tuan angga apa menurut anda,??? bukan kah anda adalah investor terbesar dalam proyek ini kenapa, sedari tadi kami lihat anda hanya diam saja??? " tanya mereka yang melihat ke arah angga, yang tak seperti biasanya hanya diam.
Bili melihat tuanya yang pergi iya pun ikut pergi, karena sudah tak ada lagi yang ingin di bahas.
"Bili apa kamu sudah temukan ayura membawa anaknya ke rumah sakit mana???! " tanya angga pada bili.
"Ternyata tuan masih saja ingat saya kira anda sudah lupa " ucapnya dalam hati.
"Belum tuan saya belum mendapat kabar dari, orang yang saya suruh untuk mengecek semua rumah sakit " jawab bili.
"Pekerjaan mu lambat sekali " ketus nya.
"Maaf... " balas bili.
Saat angga melihat ke luar jendela mobil iya tak sengaja melihat Yuda dengan Gabriel sedang berbincang berdua di restoran.
"abu janda kah itu orang yang sering datang ke vila dan berdebat dengan cewek bodoh ya?? " gumam angga yang masih terdengar samar di telinga bili.
Semenjak ada ayura bili jadi sering datang pagi-pagi ke rumah angga , jadi iya tak tahu drama pagi di rumah angga, beberapa hari belakangan ini, yang mana iya juga sibuk dengan pekerjaan yang di berikan boleh angga semakin hari semakin banyak.
__ADS_1
"Tuan bukan kah itu nona ayura??? " ujar bili menunjuk ke arah ujung jalan yang terlihat ayura sedang berjabat tangan dengan seorang wanita paruh baya.
"Mana?? ikuti dia" tanya angga dan langsung menyuruh bili untuk mengikutinya.
Bili langsung mengikuti apa yang di perintahkan tuanya iya menghampiri ayura dan memberhentikan mobil nya di pinggir jalan. Bili turun dan langsung membukakan pintu mobil untuk angga.
Angga keluar sembari merapikan jas nya, iya menghampiri ayura dan langsung menarik lengan ayura.
"Ahhh.... Hai anda jangan sembarang tarik orang dong....!!! " jerit ayura.
Ayura menepis tangan angga dengan kasar hingga terlepas, ayura melihat ke arah orang yang menarik nya.
"Ada apa tuan, saya sedang ada pekerjaan, jadi tolong jangan mengganggu " ujar ayura.
Ibu yang ada di hadapan ayura hanya diam melihat ayura barusan ditarik.
"Kamu ikut Saya....!!!! "tegas angga.
" Iya sebentar saya belum selesai....!!! "balas ayura dengan ketus.
" Maaf Bu.... bos saya sepertinya ada yang ingin di bicarakan, jadi semua sudah Dil ya bu, saya tunggu kedatangan ibu besok "ujar ayura dengan ramah pada ibu paruh baya tersebut.
" Iya nak silahkan, iya nanti ibu siapkan semua surat dan Sertifikat rumah ini, besok saya serahkan pada anda "jawab ibu itu dengan ramah pula.
Ayura pun bersalaman dengan ibu tersenut dan ayura langsung mengikuti angga, masuk kedalam mobil.
" Ada apa tuan??? apa yang ingin anda bicarakan??? "tanya ayura dengan datar.
" Kau dari mana mendapat nomor bili..?? "tanya angga dengan dingin.
" Aku kira pertanyaan apa, itu tak penting saya masih harus ke rumah sakit , jadi saya duluan "ujar ayura yang hendak membuka pintu mobil.
" Saya antar kan "angga memberi tawaran untuk mengantarkan .
" Tak usah nanti saya merepotkan anda "Jawa ayura masih dengan baik.
" Saya bilang saya akan antar, maka akan antar jadi diam, bili cepat jalan "ucap nya dan langsung memerintahkan bili untuk jalan.
Bili langsung menginjak gas melaju ke arah rumah sakit di mana tempat anak ayura sedang dirawat sekarang.
__ADS_1