
Angga yang di abaikan begitu saja oleh ayura dia menjadi sangat kesal , iya pun berjalan ke arah restoran untuk sekedar membeli kopi, dan nongkrong karena di kantor dia tak ada pekerjaan.
"Heh.. ternyata kau lari kesini wanita sialan.. " gerutunya lalu mengambil pesanan dan duduk di hadapan ayura yang sedang makan.
Ayura tak merespon kalo ada orang duduk di hadapannya dia tetep fokus dengan makanan di meja.
"Jika kau tak menginginkan lagi pekerjaan itu, sebaiknya kau besok tak usah datang, namun kau susah menandatangani kontrak kerja, maka harus membayar pinalti " cetak angga lagi .
Namun ayura tak sedikit pun bergeming, dia hanya tetep saja fokus dengan makanannya.
"Sejak kapan aku tanda tangan kontrak dengan lelaki mesum ini, idih aneh, gila kali ya, aduh sayang muka tampan tapi gila " gumam ayura dalam hatinya sembari sedikit melirik ke arah angga.
"Kau bisu apa tuli, sedari tadi saya mengajak kau bicara tapi hanya diam saja...!!! " ketusnya yang mulai kesal karena di cuekin.
"Kalo sedang makan diam jangan banyak bicara ,kalo tida kau akan mati karena tersedak " ayura pun angkat bicara karena sudah merasa geram sedari tadi mendengar orang di hadapannya terus mengoceh.
Angga tercengang atas ucapan wanita di hadapannya, dia pun menjadi diam sembari memandangi wajah cantik dan sembap ayura.
Angga merasa sangat familiar dengan wajah ayura saat iya pandangi dengan lekat, tapi iya lupa kapan mereka pernah bertemu.
"Kenapa?? aku cantik bukan hingga kau tak berpaling dari memandang ku " ucap ayura dengan rasa percaya dirinya yang tinggi.
"Idih.....terlalu percaya diri anda " sangkal angga iya pun bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan restoran tersebut.
Ayura hanya memanyunkan mulutnya, saat menanggapi perkataan angga, kini ayura melambaikan tangan memanggil pelayan untuk meminta bill makan yang iya makan tersebut.
"Ini mba sisa nya ambil saja "ayura memberikan buku bill dan bangkit dari duduk nya untuk segera kembali ke rumah sakit lagi.
Ayura berjalan sembari pikirannya melayang entah kemana, hingga dia tak sengaja menabrak seseorang.
" Ehh... kalo jalan liat-liat dong jangan asal tumbur aja....!! "maki seseorang yang membuat ayura teler sadar dari lamunan nya.
" Ehhh.... maaf.. maaf kakak saya tadi sedang tidak fokus maaf sekali lagi "ucap ayura sembari menundukkan kepalanya.
" Heh emang dengan kata maaf aja bisa balikin baju gue jadi bersih lagi hah...! "cerca nya, yang mana bajunya terkena tumpahan jus.
Ayura melihat ke arah baju nya yang terkena jus.
" Ahhh... maaf kakak, kakak nya mau saya ganti rugi berapa nanti saya ganti tapi maaf saya sekarang sedang buru-buru nanti jika ada apa-apa tinggal hubungi nomor saya di sini "ayura memberikan selembar kartu namanya .
" Heh kau mau lari dari tanggung jawab, emang cewek kampungan kayak lo mampu buat baju malah gue hah, kamu tau tidak baju ini harganya 15juta "ucap wanita itu asal bicara.
Ayura meneliti dengan seksama baju itu, meski iya sering berpenampilan sederhana namun iya tau tentang semua model dan merek baju ternama, dan iya dapat membedakan yang kw dan ori.
" Maaf kakak kalo saya tak salah tebak baju kakak ini cuman seharga 500ribu saja, ini barang kw kakak jangan mencoba memeras saya hanya dengan baju murahan seperti ini "ayura yang tadinya sabar kini iya pun mulai kesal .
Orang-orang di sana langsung banyak yang berbisik, sari menatap wanita di hadapan ayura.
Wanita itu mulai marasa malu, karena ketahuan berbohong, namun tiba-tiba dari arah belakang datang seorang pria menghampiri wanita itu.
__ADS_1
"Ada apa ini sayang?? " tanya pria itu pada si wanita.
Ayura yang sudah hendak pergi mendengar suara pria itu merasa sangat familiar, dan iya jadi merasa darahnya mendidih seketika, iya berjalan terus tanpa menghiraukan lagi.
"Ini sayang bajuku dikotori oleh wanita jalang itu " ucap si wanita menunjuk ke arah ayura.
Ayura mendengar perkataan itu iya pun tambah emosi dan menghentikan langkahnya, namun iya rak berbalik badan.
"Kenapa apa iya tak mau meminta maaf padamu sayang?? " ucap si pria lagi.
"Iya sayang dia tak mau ganti rugi, dan dia juga mengatai kalo baju ini itu barang palsu yang harganya murahan, sayang aku kesal " rengek wanita itu dengan manja
Si pria berjalan ke arah ayura yang sedari tadi hanya diam dan tak berbalik sama sekali.
"Heh maba, kau harus ganti rugi baju tunangan saya kotor karena anda... !!? " ucap si pria dengan menepuk pundak ayura.
Ayura menghela napas menahan emosi dan berbalik, pria tersebut terkejut ternyata itu adalah ayura sang mantan kekasihnya yang sempat iya jual dulu.
"Ayura... " gumam pelan si pria.
"Ya ini aku, kenapa terkejut buka ??, aku kekasih yang kau jual ke rumah prostitusi dan sekarang aku harus membayar semua hutang mu pada madam yang kau pinjam 100milyar itu, apa kah sekarang kau hidup bahagia di atas penderitaan ku " tukas ayura yang emosi sembari tersenyum miring.
"Heh... ternyata emang wanita jalang, kau harus menganti rugi atas apa yang kau lakukan " ucap si pria lagi yang bukanya simpati atau merseyside bersalah, ini malah minta uang ganti rugi.
"Hahahahahahah... ganti rugi, ucapan mu sangat lucu sekali, ingat lah Yuda halim jika ingin ganti rugi, harus nya aku yang meminta ganti rugi padamu aku menjadi pelacur itu gara-gara kamu...! masa depan ku hancur berantakan itu juga gara-gara kamu, dan kini hanya masalah baju yang terkena jus, itu bisa kau cuci tapi masih minta ganti rugi " syura tertawa namun sembari meneteskan air mata dengan menahan emosi.
" Ambil itu di situ ada uang sebesar 100juta , pin tanggal lahir ku...!!! "ucap aturan dengan emosi dan pergi begitu saja.
Semua orang yang melihat itu jadi meras jijik terhadap pasangan itu, dan meraka membubarkan diri pergi ke tujuan meraka masing-masing.
" Sayang kamu mengenal wanita jalang itu, Apa kah yang iya katakan itu benar dia salah kekasih mu??? "tanya si wanita pada Yuda yang penasaran.
" Sudah lah Gabriel sayang tak usah di pikirkan ucapan wanita jalang itu, mana ada aku mau menyukai wanita jalang seperti dia, dulu itu dia yang mengejar ku, ya terpaksa aku menerima perasaanya "ucap Yuda dengan mencoba menghilangkan rasa kecurigaan di hati kekasihnya itu.
" Oh begitu, ya susah lah yok kita pergi ganti bajumu yang udah kotor ini "ajak nya sembari menarik lembut tangan Gabriel.
Ayura berjalan sembari mengemban kesedihan yang cukup salam dan rasa kesal yang sudah ada di puncak kepala, dia berjalan dengan perlahan menuju ke ruang rawat putrinya.
Suster yang di titipi oleh ayura untuk menjaga aji dia masih ada di ruangan tersebut s mari menggendong aji yang hendak tertidur.
"Sus sini biar aku saja, yang gendong oh iya itu di meja ada makanan untuk suster tanda Terima kasih saya yang udah mau bantu saya jaga aji " ucap ayura sembari mengambil aji dari gendongan sangat suster.
"Iya baik lah bunda, iya sama-sama, ya juga ucap terimakasih bunda udah membelikan saya makan " ucap si suster ramah sembari memberikan aji pada pangkuan bundanya.
"Kalo begitu saya pamit bunda, untuk kembali bekerja lagi " ucap sang suster berpamitan untuk bertugas lagi.
Dan di jawab anggukan dari ayura, Saat melihat putra dan putrinya tertidur sangat lelap seketika rasa sedih dan emosi mulai sedikit mereda di kepala ayura, dia tersenyum bahagia melihat keduanya.
"Cepat sembuh sayang, Besok kalo Galuh udah istirahat cukup kita jalan-jalan ya bunda ajak kalian jalan-jalan liat kupu-kupu sama bunga yang cantik " ayura mengelus lembut kepala sang putri sembari berbicara lembut.
__ADS_1
Baby Galuh menggeliat, yang membuat ayura merasa senang lagi karena pikirnya, Galuh merespon ucapan iyang iya katakan barusan. Ayura menaruh aji di boks baby yang tersedia di sana untuk menidurkan nya. dan iya pun duduk di samping boks baby. sembari memandangi wajah bersih dan polos akan nya itu.
Angga yang sedang duduk m ng hadapi semua berkas yang harus iya tinjau tiba-tiba ada suara ketukan pingin dari balik pintu.
'Tok... tok... tok... tok. . '
"Masuk" serunya menyuruh orang yang ada di balik pintu untuk masuk.
"permisi tuan, saya telah mendapatkan semua informasi tentang orang ya g ingin anda dari selama ini tuan " ucap si asisten sembari menyerahkan berupa amplop coklat.
"Oh... ya terimakasih Bili, kau bisa kembali bekerja lagi ini ini biar aku sendiri yang membacanya " angga merasa senang karena dia telah mendapat kan apa yang iya cari selama ini.
Angga perlahan membuka amplop coklat yang di berikan oleh bili padanya , dan membaca satu-persatu semau data orang yang iya cari selama setahun lebih ini. Alangkah terkejut nya angga mengetahui wanita di malam itu ternyata orang yang tadi pagi iya ajak bicara di restoran.
"Hah tak mungkin wanita ini kan, sungguh mengejutkan ternyata iya juga seorang wanita malam " gumam nya pelan.
Lalu angga bergegas untuk pergi dari ruangan yang untuk mencari keberadaan ayura sekarang.
"Bili apa kau tau sekarang gadis itu di mana?? " tanya angga pada si asisten.
"Saya melihat terakhir ada di club sedap malam, dan tempat tinggalnya dan di daerah yang lumayan kumuh, di sana iya tinggal berdua dengan temanya, dan iya juga sering mondar-mandir ke sebuah panti asuhan tuan " jawab bili dengan detail.
"Oh... ayo bil kita, lihat wanita itu " ajak angga pada bili.
Bili hanya mengangguk dan bangkit dari kursinya untuk mengantar tuan mudanya itu. Kini keduanya menuju ke arah panti asuhan untuk menemuinya dia berharap kalo ayura berada di sana.
__ADS_1