
Rudi menghubungi nomor telpon, yang serasa menurutnya orang itu bisa di minta bantuan untuk membawa pria di hadapan nya itu pulang. Setelah menghubungi orang tersebut dia pun menunggu orang nya datang.
"Tuan....!!! " suara seseorang yang dari arah pintu masuk.
Rudi yang masih ada di sebelah Angga dia pun melihat ke arah suara, yang iya dengar dan tampak lah pria kekar yang ada di ambang pintu.
Yang sedang berjalan ke arah nya, Rudi dia hanya bisa menerka dalam hati apa kah itu orang yang iya hubungi tadi, Ya ternyata di ponsel Angga tak banyak nomor kontak yang tertera di sana, Rudi menemukan nomor Bili ada di urutan paling atas.
"Bagai mana...?! " tanya Bili saat sudah ada di dekat Rudi dan Angga.
Rudi... melihat sebentar ke arah... Angga yang tertunduk di meja.
"Dia sepertinya baru saja tertidur tuan karena sedari tadi teman anda meracau tak jelas " jawab Rudi.
"Oh.. terimakasih karena telah... menjaga nya, saya akan membawa nya kembali dan di dalam kartu ini ada uang... untuk membayar yang pria ini beli, dan kata sandi nya 19*********" Bili memapah badan Angga setelah iya memberikan kartu pada Rudi dan memberi tahu sandi kartu tersebut.
Bili memapah nya dengan perlahan, Angga yang terbangun lagi dia kembali mulai meracau, dengan tak jelas kembali, Bili sangat prihatin dengan keadaan tuan muda nya tersebut, entah masalah apa yang membuat dia kacau seperti sekarang ini.
Namun Bili juga bingung apa kah masalah ini ada sangkutan nya dengan ayura, kerena sedari tadi yang bili dengar nama ayura lah yang tuan muda nya itu sebut, dan nama sangat istri.
"Apa sebenernya masalah anda tuan, sampai anda melampiaskan nya pada minuman begini, yang menyiksa badan sendiri " gumam bili masih dengan memapah, untuk menuju mobil.
"Tak perlu tau kau bila... " sontak bili kaget karena seakan Angga ini sudah sadar dan menjawab gumaman bili, yang padahal Angga ini masih teler mabuk berat.
Bili dengan cepat memasukan tuan muda nya itu ke dalam mobil, dan dia juga langsung bergegas masuk ke mobil,karen dia juga masih ada pekerjaan di kantor yang belum selesai, dan keburu di telpon oleh orang bar untuk menjemput Angga yang sedang mabuk berat.
Sedangkan sekarang di kantor ayura, yang mana dia sedang mengadakan meeting dengan seorang kelen, yang cukup penting bagi perusahaan yang iya naungi saat ini, namun tiba-tiba ponsel nya bergetar menandakan ada penggilan masuk pada ponsel nya tersebut.
Ayura mengacuhkan panggilan itu, dan terus saja ponsel nya berdering tak berhenti, hingga membuat rapat yang sedang iya pimpin harus di hentikan sejenak, karena ayura untuk menjawab panggilan terlebih dahulu.
"Maaf tuan saya, jawab telpon sebentar...? " ucap nya pada si kelen.
"Dia silahkan nona jawab saja dulu seperti nya penting. " jawab kelen nya itu.
Ayura meminta Mia untuk mendorong nya keluar sebentar, untuk iya mengangkat telpon.
"π·πππ...? "
sapa ayura saat layar ponsel nya sudah menunjukan penerimaan panggilan.
"π·πππ πππππππ πππππ, πππ πππππ πππ ππππππ ππππ ππ’πππ...?? "
Ucap orang di sebrang telpon.
"ππ ππππππ πππ’π πππππππ... πππ ππππ πππππ πππ ππππππ πππππ...?? "
Jawab Ayura dengan nada suara yang datar.
"πΌπππ π±π.. ππππ ππππ ππππππππππ, πππππ πππππππππππ ππππ ππππ, ππππ ππππ ππππ π’πππ πππππππ π΄πππ ππππππ πππ ππ ππππππ ππππ ππππππ, πππππππ πππππππ "
Jabar sang penelpon, dengan apa maksud dia menelpon ayura,
Ayura di buat kesehatan saat mendengar kabar itu, apa lagi pikir nya yang di perbuat evan.
"π΄π... πππππ πππ’π ππππ ππππππ "
"π±πππ πππ ππππ ππππππ, ππππ ππππππ ππππ πππππππππ π ππππ ππππ ππππ, πππππππ ππππππππππππ "
__ADS_1
Orang di sebrang telpon pun, berpamitan dan langsung mematikan panggilan nya.
Ayura yang baru saja selesai menerima, telpon tersebut ayura terlihat sangat kesal, dia langsung memanggil Mia yang tak terlalu jauh dari nya untuk kembali masuk, dan melanjutkan meeting yang sempat terhenti.
"Maaf tuan saya... baru selesai menerima telpon " ucap nya dengan sungkan pada kelen nya itu.
"Iya tak apa nona... " jawab nya dengan sedikit tersenyum.
"Ya udah mari kita lanjut lagi pembahasan yang tadi sepat tertunda " ayura kembali mengambil berkas yang tadi.
Ayura menjelaskan semua masalah dan apa semau isi dari kerja sama mereka, dan menjelaskan keuntungan dan kerugian yang mungkin akan mereka dapat nanti nya juga.
Dan setengah jam sudah berlalu, meeting pun sudah selesai, ayura kini sedang menuju mobil untuk ke kantor polisi melihat apa yang sudah adik tiri nya itu lakukan, sampek bisa datang ke kantor polisi hari ini.
"Mia... jika nanti ada pekerjaan yang perlu saya tangani kirim saja lewat e-mail saja, dan untuk pertemuan nanti malam tolong kamu saja yang mewakili, saya ada urusan keluarga jadi tak bisa ikut " ucap nya pada Mia sang sekertaris, dan dia juga membatalkan pertemuan nanti malam.
"Baik bu... saya akan melakukan seperti yang ibu katakan, dan saya juga akan menyampai kan pada yang lain jika ibu tak bisa hadir " jawab nya sembari disertai anggukan dari Mia.
Setalah itu Mia menutup pintu mobil, dan mobil pun melaju dan ikut berbaur dengan kendaraan lain, begitu juga dengan Mia yang langsung kembali ke dalam untuk menuju ke ruangan kerjaan nya karena masih ada pekerjaan yang harus iya kerjakan juga.
Ayura menatap keluar kaca jendela mobil, iya melihat keramaian jalanan ibu kota.
Namun berbeda keadaan di kantor polisi, evan yang terlihat cemas akan dirinya, apa lagi ini ayura yang akan datang ke sana dia udah bisa membayang kan semarah apa nanti ayura padanya, apa lagi ini lagi-lagi berurusan dengan polisi.
"Soga kakak... nanti bisa mengerti... dengan kondisi ku saat itu, kenapa aku bisa seperti ini dan kakak membantu " gumam nya gusar, karena iya tau tak mungkin lah sang kakak mau lembut padannya.
"Heh... apa kakak mu itu tak peduli dengan mu....?? ini sudah cukup lama... kenapa belum datang juga....??! " celetuk orang yang berada tak jauh dari nya.
Evan hanya menatap datar pada orang tersebut.
"Iya nak apa kah... kakak mu akan datang atau tidak...?! " tanya petugas polisi pada evan.
"Sudah lah pak... mungkin dia emang anak yang di buang... hahahah" caci pria yang seumuran dengan evan , dan tertawa.
"Kakak saya sedang bekerja pak... jadi mungkin beliau, masih ada rapat " jawab evan sembari mengarah ke arah petugas polisi.
"Ok... kita tunggu sebentar lagi... apa dia datang atau gak... kalo gak... kamu harus di penjara, dan kita liat pembelaan seperti apa yang kaka mu itu bisa lakukan ππ" cemooh nya meremehkan .
Dan tak berapa lama ayura pun sampai dia masuk ke dalam kantor polisi, dengan bantuan sopir yang mendorong kursi roda nya karena dia masih belum bisa berjalan dengan normal. Evan melihat itu dan menghampiri kaka nya itu.
"Pak biar saya saja...?! " ucap evan yang ingin mengambil alih kursi roda ayura.
"Gak usah. ...! " tegas ayura menolak.
"Biar saya aja den... " supir itu hanya tersenyum dan membalas evan dengan lembut.
"Pak... ini sebenarnya kenapa...? " tanya ayura sembari melihat pria yang berusia dengan evan.
__ADS_1
"Begini mona... adik anada ini sudah mencuri dan memukuli tuan muda Bambang " ujar polisi itu.
Dan emang pemuda itu juga ada beberapa memar sama kaya evan.
"Nona adik mu itu berani...ingin mencelakai anak kami... maka dia harus di penjarakan....!!! kami tak mau...!!! nak berandalan seperti dia membuat onar di luaran sana....!!!! " ucap orang tua remaja itu dengan nada geram nya.
Ayura melirik ke arah remaja itu dan kemudian melirik arah evan, yang kini sedang tertunduk, karena dia sudah tau pasti lah mana ada kakak nya itu akan membantu nya dia hanya pasrah, apa aja entar keputusan sang kakak.
"Oh lalu anda ingin saya berbuat apa...??! " tanya ayura dengan acuh.
"Saya ingin anda menganti rugi, atas mental dan biaya pengobatan putra saya...! " ucap nya..
"Berapa...??! " tanya ayurt lagi singkat.
"Untuk biaya pengobatan saya minta 50 jt, dan untuk kerugian mental.. 100jt ... bisa...??! " ucap nya yang seperti nya enteng sekali mengucap kan nominal angka tersebut.
"Oh... apa kah kalian berniat meminta ganti rugi atau ingin merampas saya....??? ingatlah nyonya tuan kita masih di kantor polisi...?, "ucap ayura yang dengan seringai nya.
" Itu semua tak sepadan dengan.... apa yang di alami putra Kami nona... kami hanya meminta jumlah kecil, jika anda tak mampu maka biarkan berandal ini mendekam di penjara ...!!! "ucap nya meremehkan ayura.
" Oh... siapa bilang saya tak mampu..... tapi saya juga ingin meminta.. pada tuan nyonya.. untuk ganti rugi.. karena adik saya juga terluka... lihat lah muka nya yang sudah seperti samsak tinju dan seperti nya tangan nya juga patah "ucap ayura panjang menjelaskan keadaan evan yang emang sudah babak belur.
" Saya tak mau tau... itu pantas dia dapat kan karena dia lah yang berniat mencelakai anak kami... dan mencuri barang nya.....! "kekeh nya
" Pak... saya tanya pada kalian semua.... di sini yang pantas meminta ganti rugi dari pihak mana... anda bisa melihat nya dengan jelas...?! "ucap ayura kepada para polisi yang ada di sana.
Para polisi... menjadi bingung, emang yang seharusnya mendapat uang pengobatan itu adalah evan karena terlihat jelas tangan nya patah, dan badan banyak luka kayak habis di keroyok, cuman untung nya masih sadar dan bisa di bawa ke kantor polisi.
Sedangkan pihak lain mereka termasuk orang yang berkuasa di kota tersebut, mereka juga tak mau menyinggung nya kalo tak mau di keluarkan dari kepolisian dengan cara tak terhormat.
"Em... begini nona sebaik nya anda berikan saja apa yang mereka minta.... dan semua masalah akan selesai... " ucap salah satu polisi pada ayur.
"Hahahah........ jika memeng.. kekuasaan dan kekayaan bisa, membuat hukum memihak penjahat... maka ingat lah... penjahat seperti ku akan lebih banyak di luaran sana.. " entah apa yang di pikiran ayura dia... malah tertawa sangat kencang.
"Sudah lah.. toh aku juga tak butuh adik yang sok jago... jika kalian ingin mengurung nya lakukan saja. " setelah mengatakan itu dengan tak berperasaan ayura meminta sopir nya untuk membawa nya keluar dan pulang.
Evan.. sudah tak terkejut lagi akan sikap ayura, tersebut.. dia hanya biasa saja karena dia juga sudah menduga, apa yang akan dia dapat kan.
"Nona apa kita tak membantu den evan... dia kasian non... ? " ucap sang sopir yang kasihan melihat keadaan evan tadi.
"Sudah lah pak.. biar kan biar dia tau.. suruh siapa membuat masalah.. " ucap ayura yang acuh.
"Tapi non bagai mana juga cuman nona keluarga nya di sini, kalo nona membiarkan nya begitu aja, Bila-bila den evan depresi terus nanti dia ada niat bunuh diri " jabar supir itu lagi.
"Sudah lah pak tak usah banyak bicara..! aku sedang pusing, Bpk anatar saya pulang saja " seloroh ayura yang masih saja tak peduli.
__ADS_1
Sopir itu hanya bisa dima, karena tah lah nona nya itu sangat sulit untuk di bujuk jika menyangkut masalah evan apa lagi sopir itu bekerja dengan ayura terhitung masih baru, jadi belum tau bagai mana sikap ayura terhadap evan.