
Angga yang sudah tak bisa menahan lagi emosinya sesampai nya iya di rumah utama keluarga wiranto iya menendang keras pintu utama.
'Bbbrraakkkkkk.........!!!! '
Membuat seisi rumah terkejut saat mendengar ada suara keras dari bagian depan dan berlari untuk melihat apa yang terjadi begitu juga dengan nyonya wiranto dan gabriel yang ternyata ada di sana juga.
"Papah.... di mana....!!! " tanya angga dengan geram.
"Papah di kantor ada apa angga... sini duduk dulu ini istri ku juga ada di sini, apa kamu mau jemput istri kamu ya...?? " tanya sangat ibu.
Angga hanya melirik malas pada gabriel dan iya kembali keluar lagi dari rumah tersebut.
"Astagfirullah.... kenapa sih nih anak kok gak sopan banget.. eh.. sayang kalian apa lagi berantem kok angga gak ada nyapa kamu...? " guama nya dan teringat sesuatu lalu bertanya pada menantunya.
"Emh... emang seperti itu mah sikap mas angga sama riel selalu acuh dan dingin, dari pertama nikah kan mamah tau sendiri mas angga terpaksa... udah lah mah biarin aja udah biasa itu mah. " imbuh gabriel sembari meneguk teh nya.
"Hais.... kalian kan sudah menikah mana boleh seperti itu... anak ini emang susah kali lah di bilangin, sabar ya sayang pasti nanti dia bakal berubah kok seiring berjalan nya waktu " sang ibu mertua mencoba menenangkan menantunya itu.
Gabriel hanya tersenyum kecut, iya pun berdiri dari duduk nya dan hendak pergi.
"Mah... aku dah lama nih di sini... aku mau pamit dulu ya..?? riel juga mau jenguk papah katanya kurang sehat...??? asalamualaikum" ujar gabriel sembari menyalimi tangan mertuanya.
"Oh iya sayang.... waalaikumsalam .. Hati-hati di jalan " Nyonya wiranto menjawab salam dan mengantarkan menantunya itu ke depan pintu.
Kini gabriel pun melajukan mobil nya menembus keramaian jalan raya di siang itu untuk menuju ke kediaman utama keluarga Wilas, tapi sebelum itu iya mendapatkan dulu untuk mampir ke YD. kolegs entah apa yang mau dia lakukan di sana.
Angga dia tak langsung pergi ke kantor sang ayah namun iya pergi menuju ke rumah ayura untuk memastikan keadaan Anak-anak nya, apa kah ada di sana atau masih menjadi sandra oleh ayahnya.
Saat sampai angga hanya melihat pemuda yang hendak pergi sepertinya iya seorang mahasiswa.
"Asalamualaikum.. " ujar angga mengucap salam.
"Waalaikumsalam.. ada yang bisa saya bantu tuan..?? " tanya remaja itu.
"Saya mau tanya apa di rumah ada orang....??? " tanya angga dengan sopan.
"Oh... ada sebentar ya tuan akan saya panggilkan dulu " ujar remaja itu sembari berjalan masuk ke dalam.
"Kak... di taman ada tamu tuh...?! " teriak remaja itu di dalam rumah .
"Tamu siapa van...???! " ada sahutan dari lantai atas .
"Aku juga gak tau... " teriak evan lagi.
Saat itu yang ada di rumah hanya ada evan dan ayu, dan yang lainya sedang tak ada si kembar dan wilona juga sedang bersekolah dan kebenaran evan juga akan berangkat kuliah di saat itu.
"Mana tamunya van...??? " tanya ayu yang sudah turun.
"Di depan kak... " jawab evan sembari berjalan ke luar.
"Tuan masuk saja kakak saya ada di dalam " evan menyuruh angga untuk masuk kedalam.
Dan evan pun berangkat ke kampusnya karena waktu juga sudah cukup siang kala itu.
"Asalamualaikum... " salam angga
"Waalaikumsalam... eh... tuan angga pasti cari ayura ya... maaf nih tuan ayura gak ada di rumah baru saja tadi pagi iya pergi...? " jawab ayu dan saat melihat siapa tamunya iya mengenalinya.
"Emh... kalo boleh tau kemana ya...? " tanya angga.
"Aduh aku lupa nanya kemana ya ayura pergi๐๐ nanti deh saya coba telpon kalo dia udah sampek dan saya tanyakan dia di mana tuan " ujar ayu sembari cengengesan.
Sebenarnya ayuna bukan tak tau ayura pergi kemana tapi iya sudah di beritahu ayura jika angga bertemu dengan nya atau mencarinya ke rumah tersebut agar ayu tak memberitahukan keberadaan dan kemana ayura pergi, jika bertanya tentang anak-anak juga, iya bilang anak-anak ikut dengan ayura.
"Oh... baik lah kalo seperti itu... oh iya apa ayura pergi dengan anak-anak?? " tanya angga lagi.
"Tidak ayura haya pergi dengan teman nya " jawab nya.
__ADS_1
"Apa anak-anak ada di disini...?? " tanya angga sembari pandangan menelusuri setiap ruangan di rumah tersebut.
"Tidak ada... ayura hanya menitipkan evan adik nya pada saya di sini selanjutnya tak ada lagi yang iya pesan pada saya tuan " jawab ayura yang tentunya berbohong pada angga.
Angga menjadi tampak cemas mengetahui anak-anak tak bersama ayura dan tak ada juga di rumah, iya pun langsung bangkit dari duduk nya dan pergi tanpa pamit terlebih dahulu, iya main nyelonong pergi gitu aja.
"Kasian sekali tuan angga, tapi bagai mana lagi ayura juga berpesan agar tak memberi tahu kan pada tuan angga jika si kembar ada di sini.Tapi jika diberi tahu kasian juga mereka yang harus terkena imbasnya hanya gara-gara masalah orang tua nya. " gumam ayu.
"Mungkin begini lebih baik, memang mungkin dari dulu seharusnya kita kenal dengan tuan angga. "ucap nya lirih sembari berjalan menuju kamarnya kembali.
Angga yang mendengar penjelasan ayuna tadi dia semakin emosi dan bergegas menuju ke kantor sang ayah untuk menanyakan keberadaan anak kembarnya, karena angga mengira mungkin anak-anak masih ada di tangan ayah nya untuk mengancam ayura, atau mengancam dirinya agar patuh.
"Si tua bangka itu awas saja jika terjadi apa-apa pada anak ku jangan harap aku akan menuruti semua perkataan mu... " Gumam nya geram.
Angga terus menyetir mobil menerobos ke ramaian kota tersebut hinga kini iya pun sampai lah mobil angga di pelataran kantor dengan gedung yang cukup mewah nantinggi.
Angga turun dari mobil dengan amarah yang sedang mengelilingi kepalanya, hingga di sapa oleh para karyawan di sana yang berpapasan dengan aya angga tak menjawab satu pun iya berjalan cepat untuk menuju ke ruangan sang ayah.
"Maaf tuan... anda tidak bisa ke sana sekarang tuan sedang ada tamu " ujar sekertaris ayahnya yang menghentikan angga di Koridor.
"Minggir...!! " bentak angga.
"Tidak bisa tuan muda tuan besar sedang ada tamu saya harap untuk tuan bersabar dan menunggu di ruang tunggu sejenak " ujar sekertaris itu lagi membujuk angga.
Angga yang tak menunggu iya menepis sekertaris itu hingga bergeser dari tengah koridor, dan iya melanjutkan jalan nya untuk masuk ke ruangan ayah nya.
'Bbbrraakkkkkk.........!!!! '
Angga menendang pintu ruangan tersebut yang membuat semua orang ayng ada di dalam terperanjat begitu juga dengan tuan wira, angga masuk dengan emosi iya tanpa memperdulikan tamu ayahnya iya langsung berjalan dan mencengkram kerahasiaan baju sang ayah.
"Lepas...... ..!! " ucap tuan wira pada angga.
"Kau katakan dimana anak-anak ku baru akan kun lepas...!! " ujar angga yang masih mencengkram kerahasiaan baju ayahnya.
Tuan wira melambai kan tangan nya mengisyarat kan pada para tamu untuk keluar dahulu, dan mereka mengerti lalu keluar dari ruang tersebut. Yang di antarkan oleh sekertaris nya untuk keluar ruangan.
"Heh.... kau tak tau di mana mereka itu bagus berati dia tahu diri juga rupanya " senyum sinis sembari menepis tangan angga kasar dan merapikan dasinya.
"Apa maksud perkataan mu....!!!! " ucap angga lagi yang susah tak sabaran itu.
'Pppaaakkkkkk..... '
"Yang sopan jika berbicara dengan orang tuan.....!!! " sang pelaku yang menampar angga.
Angga mengusap kasar sudut bibirnya yang berdarah sebab tamparan sang ayah yang cukup keras padanya.
"Apa kah pantas anda di sebut orang tua....??? aku begini pun itu karena aku tak pernah kau ajar kan sopan santun, yang aku tau hanya bertindak kejam dan sombong terhadap orang itu semua yang aku pelajari...!!! jadi jika ingin bertanya siapa yang mengajariku maka intropeksi diri " ujar angga
"Kurang ajar....!!!! " tuan wira sudah mengangkat tangan nya lagi hendak melayangkan tamparan lagi pada angga.
"Kenapa berhenti.... ini... tampar aja lagi tampar....!!! Bukan kah aku sudah menuruti kemauan kalian lalu kenapa masih mengganggu dia dan anak-anak, hah....!!!! " teriak angga yang meluap kan emosinya.
"Hais... sudah lah anak itu sudah di bawa oleh wanita murahan itu mungkin sekarang mereka juga di bawa pergi... " tuan wira tak jadi menampar iya menghela napas dan mengatakan bahwa anak-anak sudah di bawa oleh ayura.
"Ayah jangan menipu ku.... ayura tak pergi dengan mereka dia hanya pergi sendiri.... jadi cepat katakan di mana mereka....??? " ujar angga yang tak percaya dengan sang ayah.
"Apa aku terlihat berbohong.... untuk apa aku menyimpan anak ****** seperti itu.... dia telah membawanya hari itu juga dan dia juga telah mengambil uang dari ku sebanyak 10M kau tau" ujar tuan wira dengan datar dan serius.
Angga yang mendengar itu pun percaya tak percaya, dan langsung pergi untuk memeriksa kembali, jadwal dan dengan siapa saja ayura pergi kini angga menjadi bingung karena tadi kata ayuna anak-anak tak ada ikut dengan ayura dan tak ada juga di sana , lalu sekarang anak-anak ada di mana, hingga angga berpikir ayura begitu tega menelantarkan anak-anak mereka begitu saja, dan untuk apa ayura uang sebanyak 10m .
Angga berjalan dengan gontai nya iya tak tau harus memulai dari mana mencari anak-anak nya tersebut karena masih belum menemukan petunjuk keberadaan terakhir mereka di mana.
Setelah tak mendapat kepastian yang jelas angga pun kembali mengendarai lagi mobilnya menembus keramaian kota tersebut dengan tak tau arah tujuan, yang padahal sebenarnya iya di kantor sedang sangat banyak pekerjaan yang menantinya, tapi iya memikirkan kedua anak nya yang tak tau sekarang di mana, jadi hilang minat nya untuk bekerja.
"Sebenarnya ayura pergi ke mana...??? dan iya menyembunyikan anak-anak di mana...?? kenapa iya tak memberi tahu ku kalo anak-anak di culik dan kini iya juga pergi begitu saja...???! " semua pertanyaan itu angga lontarkan dengan terus memandang ke arah jalanan.
"Apa kau tak menganggap ku sebagai ayah dari anak ku yur.... sampai hal seserius ini kau taka ada memberi tahu ku sama sekali...???? aaagghhh.... sial..... loe pergi kemana sih.....!!! " ucap nya geram sembari sesekali memukul setir mobil.
__ADS_1
Sedangkan kini ayura yang sudah sampai di tempat tujuan dia langsung pergi menuju ke rumah yang telah di siap kan eh pihak kantor untuk tinggal sementara ayura dan Mia di kalimanatan.
"Huh.... capek... " keluh Mia sembari membanting tubuhnya di sofa .
"Bereskan barang mu... setelah itu kita langsung pergi ke acara fashion show yang di selenggarakan kita tak boleh telat. " ujar ayura mengingat kan.
"Ya elah yur istirahat dulu kali capek nih lagian kita ke sana juga kan tar sore... acara baru mulai juga tar malam... ngapain buru-buru" ujar Mia yang masih membaringkan tubuh nya di sofa.
"Terserah kau... aku akan ke lokasi untuk mengecek semua persiapan kita untuk acara nanti... ingat kau juga harus melihat semua persiapan pekerjaan mu Mia " ujar ayura mengingatkan kembali.
Yang mana Aw. kolegs juga ikut dalam penyelenggaraan fashion show yang di adakan oleh desainer ternama di Asia dan itu di adakan di Kalimantan.
"Ahhh.... iya aku lupa... " jerit Mia yang langsung terbangun dan menarik kopernya menuju kamar untuk segera di bereskan dan lergibke lokasi.
Ayura yang sudah siap kini berjalan keluar untuk segera pergi.
"Yur....!!!! tunggu gue... nebeng....!!! " teriak mis dari kamar nya.
"Lah bukan ya tadi gak mau...??? " gumam ayura saat mendengar teriakan mia.
Ayura sembari menunggu Mia iya melihat ponsel berminat untuk memberi tahu orang rumah jika iya sudah sampai di kota tujuan , tapi saat iya melihat ponselnya tenyata ponselnya mati karena kehabisan batari, jadi ayura memutuskan untuk tar malam saja menghubungi mereka, kini iya mengisi daya dan meninggalkan ponselnya di kamar.
"Ayok gue dah siap... '" Ucap Mia yang sudah rapi dan pas berpapasan dengan ayura yang baru keluar dari kamar nya.
"Emh.... oh iya mi nanti aku akan langsung cek ke bagian model dan persiapan lainya, nanti kamu langsung melihat ke bagian depan saja "
ayura memberi tahu tugas nya.
"Lah.. yur itu perasaan tugas aku deh... kamu kan di sini sebagai perwakilan pimpinan cabang...?? tugas ngecek mah tugas aku kali yang sekertaris ini " tanya nya agak sedikit bingung kenapa ayura ingin mengecek.
"Tak apa... aku hanya ingin memastikan saja semuanya lancar mi, kalo kamu mau ikut aku juga tak masalah...? toh acara juga masih lama akan di mulainya " tutur ayura.
Mia hanya mengangguk paham dan iya juga memutuskan untuk ikut ayura saja mengecek semua persiapan model dari perusahaan dan semua baju yang akan di tampil kan nantinya. Ayura uang sedari tadi berbicara sembari menyetir iya hanya tetap fokus dengan jalan yang cukup padat, sebelum mereka berdua ke lokasi tempat di adakan nya fashion show ayura singgah dulu di salah satu rumah makan padang untuk mengisi perutnya yang sudah lapar karena hari juga sudah menunjukan waktu makan siang.
__ADS_1