
Tak terasa hari ini adalah hari dimana angga akan segera menikah dengan wanita pilihan keluarga nya... yang mana biasanya sang mempelai pengantin akan merasa gugup, di kala detik-detik menuju acara sakral ijab kobul namun berbeda dengan, angga dia terlihat biasa saja bahkan tak berekspresi sama sekali dengan wajah datarnya.
Iya duduk di hadapan penghulu dan tuan wilas sebagai wali sah dari gabriel, sedangkan para tamu yang menghadiri acara itu merasa deg.... degan anak hal itu.
"Ingat jangan sampai kau mempermalukan keluarga angga, kalo tidak ingat lah wanita itu dalam kendali ku...!!! " bisik tuan wiranto pada angga mengingatkan.
Angga hanya menyunggingkan bibir nya dengan senyuman kecut di bibir nya, saat mendengar perkataan sangat ayah padanya, entah apa tujuan sangat ayah menyetujui perjodohan kali ini, angga juga belum tau pasti apa penyebab nya.
Semua acara dan tatanan acara satu persatu sudah berlalu dan kini tiba saat nya pengucapan ijab kobul, yang kini langsung di lakukan oleh tuan wilas sendiri, angga dengan malas menjabat tangan calon mertua nya itu.
"Saya nikahkan dan kawin kan putri saya yang bernama Gabriel Wilastri dengan engkau, dengan maskawin sebesar 25 U$ dolar dan emas seberat 500gram tersebut " ucap tuan wilas sembari menjabat tangan calon menantunya.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Gabriel wilastri binti wilas dengan maskawin tersebut di bayar tunai " dengan lancar angga mengucap kan janji suci tersebut.
**𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘯𝘪𝘩 𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘢𝘶𝘵𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘶𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘫𝘢𝘣 𝘬𝘰𝘣𝘶𝘭 𝘯𝘺𝘢, 𝘴𝘰𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘨𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘶 𝘨𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 😁😁😁𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘮𝘢𝘬𝘭𝘶𝘮 𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘶𝘵𝘢𝘶𝘢𝘯 𝘢𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘢𝘫𝘢... 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘭𝘭𝘺 𝘢𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘱𝘰𝘴𝘪𝘴𝘪 𝘪𝘫𝘢𝘣 𝘬𝘰𝘣𝘶𝘭 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘨𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘮𝘢𝘬𝘭𝘶𝘮 𝘢𝘫𝘢 😁😄 𝘰𝘬 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪.
◦•●◉✿Heppy Reading ✿◉●•◦
Semua tamu dan aksi seketika mengucap kan kata
"Sah..... "yang cukup bergema di seisi ruang terus dan penghulu pun memanjatkan doa untuk pasangan yang baru saja resmi menjadi suami istri itu.
Dan kini saat nya mereka memasang cicin di jari manis pasangan mereka, dan kini Gabriel juga mencium punggung tangan pria di hadapannya yang kini telah sah menjadi suaminya, begitu juga dengan angga mencium kening Gabriel yang telah sah menjadi istri nya.
Dan kini acara pun semakin meriah para tamu silih berganti berdatangan di acara resepsi yang cukup megah dan di siarkan langsung di salah satu siaran televisi swasta.
Banyak tamu dari kalangan pembisnis dan para petinggi dan kerabat yang hadir di acara pernikahan angga dan Gabriel ini, namun angga sebagai mempelai pria dia terlihat cuek di atas pelaminan sana dan malah tampak sibuk sendiri dengan ponselnya.
"Angga kamu itu harus menghargai dong jangan asik sibuk sendiri gitu...!! " ujar Gabriel yang kesal sedati tadi di cuekin angga.
"Tak usah mengganggu ku ini kau dan mereka yang sepakat untuk mengadakan ini jadi kalian saja tak usah libatkan kan aku....!!! " ketus angga dengan muka bete dsn dingin nya.
"Ini acara pernikahan kita.. kamu jangan seperti ini dong...!! " Gabriel makin kesal saat mendapati jawaban dari angga suaminya itu.
Angga tak peduli dengan Gabriel yang susah kesal, dan kini keriuhan di bagian tamu karena ada kedatangan tamu dari perusahaan yang cukup berpengaruh juga di sana siapa lagi kslo bukan pemimpin perusahan grup Malik. Yang takut lain pemimpin nya adalah Dito malik.
Kini yang membuat para tamu undangan terkejut adalah, pemilik grup Malik itu hadir tak hanya sendiri melainkan dengan pasangan nya dan tiga anak nya.Yang membuat mereka semua tercengang karena pasalnya tak pernah ada kabar pernikahan dari pemilik perusahaan Malik tersebut namun sekali muncul langsung membuat semua terkejut.
"Ayura.... !!! " gumam Gabriel yang melihat kedatangan ayura dan dito, yang masih terdengar oleh angga.
Angga yang mendengar Gabriel bergumam nama ayura dia pun langsung ikut menatap ke arah tatapan Gabriel menatap.
"Ayura datang dengan dito...!!! " gumam angga dalam hatinya saat melihat ayura datang dengan merangkul tangan dito.
"Sial kau dit... ingin merampas milik ku... awas saja kau lihat nanti....!! " decak kesal angga dalam hatinya saat melihat mereka.
"Perasaan aku tak mengundang wanita itu kenapa iya datang ke sini??? jangan bilang dia mau mengacaukan pernikahan ku?? " gumam Gabriel dalam hatinya melihat geram ke arah ayura.
Penampilan ayura tampak elegan dengan dress putih sebatas lutut. dan begitu juga dito yang mengenakan baju yang senada dengan ayura.
Dan di ikuti oleh putri kecil nya yang mengenakan gaun putih senada dengan bundanya.
huuh
Begitu juga dengan putranya yang tampak sangat tampan dengan jas nya, namun iya masih menampilkan wajah dingin nya seperti tak peduli dengan keramaian di situ.
Yang di ikuti oleh wilona sebagai putri angkat ayura iya juga tampil dengan dress putih selutut nya yang tampak sangat anggun.
Semua tamu terpesona dengan penampilan mereka.
"Ayok kita beri selamet sama kecuali mempelai... " ajak dito pada ayura.
__ADS_1
"Sebentar aku ingin bicara dengan anak-anak dulu " ucap ayura , lalu ayura berjongkok di hadapan si kembar.
"Sayang.... kalian tunggu di sini ya dengan kakak kalian bunda akan ke sana sebentar untuk mengucapkan selamat pada mereka... kalian jangan pergi sembarangan. " ucap ayura yang berpesan pada si kembar.
"Aku ikut bun aku juga mau memberi selamat pada ayah " ucap Galuh seperti ada rasa kecewa dalam katanya.
"Serius... tidak mau menunggu di sini saja??? "tanya ayura memastikan.
"Iya bun kami ikut " sahut aji.
"Iya bunda kita ikut bunda saja " sahut wilona juga.
"Ok... baik kalo gitu ayok kalian duluan " ayura pun setuju dan kini iya menggiring ketiga anak nya di depan mereka untuk naik pelaminan.
Saat mereka berjalan hendak menghampiri kedua mempelai, ayura di hentikan oleh seorang wanita paruh baya.
"Berhenti jangan berani melangkah lagi....!!! " ucap nya yang menghentikan langkah ayura.
Ayura berhenti dan menatap orang yang menghentikan nya dan menarik semua anak-anak ke arah belakang nya.
"Saya tak pernah mengundang wanita seperti mu.... kau tak punya malu sekali datang ke mari dan membawa anak-anak mu ingin menghancurkan acara pernikahan anak ku kah...!!! " ketus orang itu hingga menyita perhatian semua para tamu undangan.
"Tante.... ayura datang dengan ku... dia adalah pasangan ku tante... " ujar dito dengan serius.
"Maaf nyonya.... saya memeng tak berniat datang kemari... tapi saya menghormati teman saya... dan saya kesini tak ada niat untuk menghancurkan .... tapi itu anda sendiri yang akan menghancurkan acara bahagia mereka dengan membuat keributan sendiri.... jadi jika di sini terjadi keributan salahkan anda jangan saya... karena saya datang kesini dengan niat baik, saya juga tak berminat untuk menghancurkan rumah tangga yang baru terjalin beberapa jam saja. "ucap ayura dengan wajah datarnya.
Semua tamu menjadi saling berbisik satu sama lain , saat mendengar pembicaraan keduanya barusan.
" Dit.... aku dan anak-anak pulang dulu kau lanjut kan saja, dan titip salam untuk mereka semoga selalu bahagia dalam pernikahan "ucap ayura yang hendak melangkah pergi.
" Berhenti......!!!! "teriak seseorang yang kembali menghentikan langkah ayura.
" Jika kamu sudah datang kemari..... kenapa ingin pergi apa tak ada yang ingin kau sampaikan...??! "ucap orang tersebut yang tak lain adalah angga yang memanggil ayura.
" Maaf tuan saya tamu yang tak ada undangan.... dari pada saya mempermalukan diri saya sendiri lebih baik saya yang pergi "Jawa ayura.
" Ya bagus jika kau sadar diri.....!!! "ucap wanita paruh baya itu lagi.
Angga menghampiri anak-anak nya dan iya berjongkok di hadapan keduanya dengan tatapan muka sendu nya merasa iya bersalah.
" Sayang... maaf kan ayah yang membuat kalian kecewa... terutama kamu boy... maaf kan ayah ayah terpaksa melakukan ini ayah tak mau kalian celaka... jadi untuk kali ini tolong maafkan ayah "gak kuasa angga menahan air matanya iya tertunduk dan menangis sembari memegang tangan kedua anak nya.
" Sudah ayah... jangan menangis... aku tau... kehadiran kami memang bukan di dasari atas cinta... kami tak apa... sebaik nya ayah jangan menangis lagi... kami sudah senang jika kami juga sudah tau siapa ayah kandung kami "ucap Galuh sembari menagkup kedua pipi sang ayah .
Semakin lah para tamu berbisik ria karena mendapat kan gosip yang terhangat dari keluarga ternama.
" Ternyata tuan muda sudah memiliki anak dan istri sebelum nya kenapa kita semua tak tahu... mungkin kah itu pelacur yang mencoba naik keranjang tuan muda untuk panjat sosial... "begitulah sebagian gosip mereka.
" Entah lah.... tapi sepertinya mereka tak di restuin dari keluarga besar wiranto, makannya harus terpaksa berpisah... "bisik-bisik di antara para tamu.
" Angga.... sudah biarkan mereka pergi lihatlah para tamu mulai bergosip dan menggunjing... dan kamu juga kenapa sih harus menampakan diri di acara ku ini hah... dasar wanita ******.....!!!! "gabriel menarik angga untuk kesamping nya dan iya oun memaki ayura.
" Diam.....!!!!! "Sontak semuanya terdiam saat tuan besar wiranto angkat bicara.
" Kau wanita sialan ikut dengan ku....!!! "ucap tuan wiranto menunjuk ke arah ayura.
Dan iya berjalan terlebih dahulu ke arah belakang gedung.
" Dit... aku titip anak-anak dulu aku akan melihat apa yang ingin iya sampaikan "ucap ayura sembari berjalan.
" Yur.... Hati-hati... "ucap dito.
Dito sedari tadi hanya bisa diam karena tak tau akar permasalahan nya kenapa keluarga angga membenci ayura, dan iya juga merasa bersalah pada ayura karena iya mengajak ayura ke sana hingga membuat ayura mendapat cacian dan makian di hadapan banyak orang.
Kini ayura sudah sampai di belakang gedung dan di sana sudah ada tuan wiranto yang menunggu nya.
"Apa yang ingin anda bicarakan tuan...??? " tanya ayura dengan datar.
"Akun ingin kau pergi darimu kehidupan anak ku dan kau tinggalkan kota ini " ucap tuan wiranto langsung ke inti.
__ADS_1
"Maaf tuan.... apa gak anda mengusir saya dari kota ini.... oh... tentang masalah anak tuan itu jangan salahkan saya... saya tak pernah mendekatinya tapi dia lah yang selalu mencari ku... " jawab ayura dengan heran.
"Kau tak mau pergi makan jangan salahkan aku jika anak-anak itu akan menjadi korban nya " kecam tuan wiranto lagi.
"Tuan..... bagaimana pun anak-anak adalah masih keluarga dan darah daging keluarga wiranto... tapi jangan harap saya akan pergi dari kota ini dan jangan harap juga kalian bisa mengambil mereka.... tuan belum di beritahu bukan oleh tuan muda jika mereka adalah cucu kalian "ucap ayura dengan menahan emosi karena telah membawa-bawa anak-anak dalam masalah ini.
" Cih.... jangan berani-beraninya kau menipu ku...!!! aku tak akan percaya jika bocah itu masih keturunan keluarga wiranto... apa lagi ibunya seorang wanita malam seperti dirimu.... kau hanya mengaku-ngaku bukan...!!! "tuan wiranto sedikit terkejut saat mengetahui fakta nya jika si kembar adalah cucu nya namun iya tak percaya semudah itu.
" Ingatlah segera pergi dari kota ini atau mereka yang akan menerima akibat keegoisan mu.... aku tak hanya berucap semata ingat itu....!!! "ucap tuan wiranto sebelum iya beranjak.
Ayura terdiam semua perkataan tuan wiranto terngiang-ngiang di pikirannya tapi iya juga tak mungkin untuk pergi dari sana, tapi iya juga harus bagai mana.
" Aaaaaagggggghhhhh......... "
'Prakkkkk....... '
Ayura berteriak melepaskan semua amarahnya dan membanting pas bunga yang ada di dekatnya.
"Sial kau angga.... kau telah menghancurkan ketenangan ku......!!!!! biadap.....!!!!! " umpat ayura sembari tertunduk.
Ada orang dari belakang yang sedari tadi melihat dan mendengarkan percakapan ayura dan tuan wiranto, iya terlihat sangat kasihan pada ayura karena nasib nya yang, sangat buruk kali ini.
Pria itu menghampiri dan menepuk pundak ayura , yang membuat ayura mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menghampiri nya, saat sudah melihat siapa ayura buru-buru menyeka air mata nya.
"Yur.... maaf tadi aku mendengar semua percakapan mu dengan tuan besar.... kamu harus sabar ya... kalo bisa sebaiknya kamu juga segara pergi dari kota ini karena tuan besar tak pernah bermain-main dengan perkataan nya itu... aku takut terjadi sesuatu dengan kalian " ucap orang itu sembari ikut duduk di sebelah ayura.
"Cih.... aku juga tak selemah itu...... aku mau tinggal dimana itu urusan ku.... toh dia juga buka raja atau presiden yang seenak nya menyuruhku pergi dan menetap " jawab ketus ayura.
"Yur.... sebaiknya kamu pikirkan kehidupan anak-anak... " ucap pria itu lagi.
"Sudah stop bili.....!!!! jangan mendesak ku juga untuk membenci mu.....!!!!" ucap ayura dengan nada yang meninggi.
Bili hanya bisa diam saat ayura membentak nya barusan, karena iya juga sadar jika iya juga terlalu mendesak ayura.
Ayura menangis dalam diam saat mendengar ucapan bili yang ikut mendesaknya untuk pergi dari kota tersebut. Ayura pun kini beranjak dari sana karena tadi iya telah mengirim pesan pada dito untuk pulang terlebih dulu dan dia akan segar menyusul.
Dengan langkah yang gontai ayura terus berjalan perlahan menyisiri gelapnya jalan kala malam itu, sedangkan bili hanya bisa diam dan melihat ayura yang perlahan menghilang di kegelapan malam kala itu.
Kini ayura sudah sampai di rumah nya dan mencoba terlihat seperti tak terjadi apa-apa padanya, di sana juga masih ada dito yang menemani meraka dan juga evan yang sedang bermain dengan anak-anak.
"Yur... kamu udah pulang.... tuan wiranto tak melakukan apa-apa dengan mu kan...?? " tanya dito khawatir.
"Tak ada... " jawab singkat ayura.
"Kamu pulang lah ini sudah malam " ucap ayura yang menyuruh dito untuk pulang.
"Ayura... maaf kan aku ya, ini semua salah ku yang tetep memaksa kamu untuk ikut dengan ku ke acara nikahan angga maaf yur maaf... " ucap dito yang merasa bersalah.
"Sudah tak apa.... memang mereka tak suka dengan ku sejak lima tahun lalu.... hinaan seperti itu susah biasa bagiku tak ada masalah, sudah pulang lah " jawab ayura santai.
"Kalian juga tidur lah ini sudah malam " ayura menyuruh anak-anak untuk segara tidur karena hari sudah semakin malam.
__ADS_1
Semua yang ada disitu pun beranjak dan menuju ke kamar masing-masing untuk tidur , ayura hanya termenung di ruang keluarga, sedang memikirkan semua perkataan tadi, iya juga bingung harus berbuat apa karena iya juga tak mau anak-anak menjadi korban karena keegoisan nya, Sembari termenung iya menyesap rokok hingga tak tahu dia sudah habis berapa batang rokok yang di hisap nya.