Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 51


__ADS_3

Ayura menghampiri Yuda dan menarik merah baju nya dengan kasar dan penuh amarah.


"Jika buka kamu lalu siapa...!!!! akun tau dan aku yakin itu kamu jadi jangan harap kamu bisa lolos... segera beritahu aku dimana kau sembunyikan anak-anak atau kau akan habis di tangan ku "ayura yang tak bisa lagi berfikir jernih yang sudah sangat terbakar emosi.


" Yur.... sabar yur... jangan sampai kau membunuh orang nanti jika kamu di penjara siapa yang akan mencari anak-anak....?? "dito yang melihat itu mencoba melerai dan menenangkan ayura.


" Lepas.....!!!! "Ayura menepis tangan dito dan lalu pergi keluar.


" Yud.... kamu sebaiknya segera serahkan saja anak ayura... aku jangan mencari masalah..??? aku juga tak tau ada dendam apa di antara kalian, sebaik nya kamu jangan berbuat yang aneh-aneh"saran dito sembari membantu yuda yang tadi di hempas ayura.


"Aku tak atau apa-apa sungguh, apa lagi masalah anak.. anak apa...???? aku sepanjang hari ini ada di kantor dan belum ada keluar dari sini ..! " Jawa yuda yang memeng tak tahu apa-apa.


"Baik lah kalo kau tak tau apa-apa, kalo begitu aku kan segera menyusul ayura... takutnya iya kenapa-kenap mengendarai dalam ke adaan marah. " dito pun berpamitan untuk segera pergi mengejar ayura.


"Ya pergi lah " jawab nya.


"Heh... mengesalkan...!! eh.. tapi memeng pria di dalam video tadi dari belakang sangat mirip dengan ku...??? sebenarnya siapa dia yang mau menjebak atau menyertakan aku dalam masalah yang sama sekali tak ada hubungan nya dengan ku " gumam Yuda dia juga mulai berfikir siapa orang tersebut, yang membuat ayura mengira Yuda yang telah membawa anak-anak nya.



Kini di tempat anak-anak yang mana kini mereka sedang asik duduk dan makan di sebuah restoran yang mewah, di sana kedua nya tampak menikmati makan dan pria dewasa yang ada di hadapan nya itu senang melihat kedua anak kembar itu makan dengan lahap.



Saat kedua nya sudah selesai makan, mereka pun kembali melihat dengan tatapan serius pada pria di hadapannya.



"Om... sebenarnya tujuan mu apa membawa kami ke mari...??? " tanya aji



"Tidak ada om hanya ingin mengajak lain jalan-jalan saja " ujar pria itu lembut.



"Sudah lah om tak usah banyak basa-basi lagi..?? sebenarnya siapa yang menyuruh kalian untuk menjemput kami berdua ...??? setau ku bunda tak memiliki teman sepertimu...???? dan aku juga sudah melihat dan tau siapa saja teman dan orang yang dekat dengan bunda, jadi jangan coba-coba untuk membohongi kami....!??? "ujar aji menjabarkan.



Aji ini akan yang pintar dia tak panik atau merasa takut padahal kini iya sedang diculik, berbeda dengan Galuh meski iya terlihat tenag namun sebenarnya iya sangat takut.



" Nasib kalian seperti ini, hanya bisa salahkan saja pada bunda mu....!!! "pria itu mulai menunjukan sifat aslinya.



Kini keduanya ditarik keluar dari restoran tersebut dan di bawa masuk ke dalam mobil.



" Om... lepaskan kami....!!!! "teriak galuh.



" Diam lah.....!!!!! kalo tak mau diam aku lempar kalian dari sini keluar....?!!! "bentak pria itu karena Galuh mulai terus mengeluh dan memberontak.



Sontak Galuh menjadi diam badannya gemetar karena rasa takut nya iya memegangi lengan baju adik nya dengan sangat kuat, tapi sang adik dia malah terlihat tenang meski dalam situasi seperti itu.


__ADS_1


" Kak... diam lah jangan berisik biarkan aku berpikir bagaimana caranya agar nanti kita bisa kabur "bisik aji pada Galuh, Galuh baru kali ini mendengar aji memanggil nya kakak sebab bisanya tidak.



Galuh hanya mengangguk dan mengerti dengan rasa bahagia di akui kakak, dan kini iya sudah tenang kembali , Pria yang di depan memerhatikan dua bocah itu dari kaca kecil di depan nya yang berada dibatalkan kepala, dia merasa heran kenapa bocah itu bisa tenang.



"Anak yang cukup aneh... " gumam nya saat melihat aji.



"Tak usah melihat ku seperti itu...!!! " celetuk aji yang merasa iya di perhatikan sejak tadi.



Pria itu hanya mengerutkan dahinya dan kembali fokus dengan jalanan kembalinya, dan tak berapa lama mereka pun sampai di depan gedung yang cukup mewah namun terlihat sangat usang dan sepi tidak terlihat siapa pun di sana.



"Turun.....!!! " perintah pria itu pada si kembar



Si kembar menuruti dan turun dari mobil mengikuti pria tersebut dari belakang, aji mengamati area sekitar untuk mencari celah agar nanti iya bisa kabur.Namun sepertinya sangat sulit untuk bisa kabur karena iya melihat banyak sekali kamera pengawas di sekitar gedung itu.



Kini si kembar di masukan ke dalam kamar dan di kunci dari luar.



"Bagai mana..?? " tanya seseorang dari belakang.




"Sudah biarkan saja tak usah kau pikirkan itu.. sekarang kau pergi untuk awasi pergerakan wanita itu...!!!? " perintahnya.



"Siap tuan... " iya pun langsung pergi setelah mendapatkan perintah baru lagi.



"Ini akibat kau membangkang dan tetap keras kepala, aku tak pernah bermain dengan ucapan ku... " gimana nya dengan nada yang sedikit mengejek.



"Dek.... bagai mana ini... aku takut bunda akan khawatir dengan kita dan dia jadi sedih.. aku tak mau bunda sedih karena kita dek...!! " keluh Galuh yang merengek pada adik nya itu.



"Mana ku tau....??? sudah lah kita sekarang ikuti saja apa mau om itu... aku lelah aku akan tidur sebentar " ujar aji dengan acuh dan membaringkan tubuh di kasur yang ada di kamar tersebut.



"Heh.... dasar es balok... mana ada perasaan...!!! " Rutuk nya kesal dengan sikap sangat adik tersebut.



"Sudah... jangan menggerutu terus sebaiknya kau juga tidur... " sahut aji yang mendengar omelan Galuh.

__ADS_1



Galuh hanya menoleh dengan muka bete pada aji iya kembali memalingkan wajahnya menghadap ke arah jendela kamar tersebut, iya terbayang akan wajah panik dan khawatir sang bunda, dia merasa sedih namun dia juga sekarang tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah dan menunggu ada orang yang datang dengan baik hati untuk membawa mereka ke bundanya.



Sebenarnya aji juga sangat cemas akan bundanya, iya tau jika bundanya yang panik itu jika putus asa maka akan menyakiti dirinya sendiri, aji hanya bisa berharap jika semua yang iya khawatir kan tak akan terjadi.



Aji berpura-pura terpejam saat dia melihat kembaran nya itu juga yang mulai ikut berbaring di sebelah nya untuk ikut tertidur.



Sedangkan di tempat ayura yang kini sudah berada di rumah dia merasa depresi karena kedua anak nya masih belum di ketahui di mana keberadaan nya, dan tak ada kabar juga dari si penculik.


"Bunda makan dulu.. bunda pasti lapar...? " ujar lona yang menemani ayura.


"Iya yur kamu makan dulu... tenang aja kita pasti bakal nemuin di mana si kembar.. tuan dito juga sudah mengerahkan semua orang dan mencari melalui koneksi nya, jadi kita harus sabar ya " timpal Mia.


"Kalian saja yang makan ya.. bunda belum laper... " ujar ayura dengan tersenyum pada wilona.


"Tapi bunda..... " ucapnya ter putus..


"Udah makan lah nanti bunda juga akan makan, bunda ada pekerjaan dulu sebentar " ujar ayura sembari beranjak dari meja makan.


"Sudah lah sayang kita makan saja dulu, nanti tante bujuk bunda mu itu untuk makan " ujar Mia menyuruh wilona untuk segera makan.


Mereka makan dengan tenang seperti biasanya jika sedang makan di meja makan tak ada suara selain sendok dan garpu yang beradu dengan piring, sedangkan ayura kini sedang ada di kamar nya, iya mengambil laptop dan sebotol anggur untuk menemaninya , ayura duduk di kursi balkon dan membuka laptop nya di sana iya melihat imel dari kantor pusat, iya pun membuka dan membaca imel tersebut.


Setelah melihat imel ayura baru teringat siapa saja orang yang telah mengancam dia dengan anak-anak nya, kini iya kembali menutup laptop nya untuk pergi menemui mereka, yang pertama yang ingin ayura temui adalah bili kalo setelah itu baru lah iya akan menemui gabriel.


"Lihat lah.... jika memang benar itu kalian....!!!" gumam ayura dengan kesal.


Saat iya turun ke bawah iya melihat dito yang ada di sana juga yang sedang duduk dan berbicara dengan Mia.


"Yur... loe mau kemana....!??? " tanya Mia yang melihat ayura yang hendak pergi.


"Pergi sebentar ada urusan loe tolong jagain lona ya...!! " ucap ayura sembari sedikit teriak.


"Mia saya akan mengikuti ayura... saya takut ada terjadi sesuatu padanya..?? " ujar dito sembari bangkit dari duduk nya untuk segera menyusul ayura.


"Iya tuan silahkan..." ujar Mia mempersilahkan dito untuk mengejar ayura.


Mia hanya melihat kepergian mereka dari ambang pintu, dan dia kembali masuk ke dalam dan menutup pintu.


"Tante... bunda mau pergi kemana??? "tanya wilona yang tadi melihat dari jendela kamarnya


" Entah tante juga tak tau... ya sudah kita di rumah tunggu mereka kembali saja ya semoga nanti bunda dan tuan dito bisaa membawa si kembar kembali dengan selamat " ujar mia yang iya juga tak tahu ayura akan pergi ke mana.


Wilona mengangguk dan kembali ke kamarnya begitu juga dengan mia iya kembali masuk ke kamar yang sudah tersedia di sana, sedangkan dito terus mengikuti mobil yang di kendarai oleh ayura dari belakang, namun ada yang membuat dito sedikit bingung ayura mengarahkan ke arah kapolres, tapi dito langsung mengerti mungkin iya akan melaporkan tentang anak nya yang di culik jadi iya tau khawatir lagi, namun masih mengikuti.


"Ais... merepotkan... aku juga bisa lupa kalo ktp dan semua surat mobil dan SIM di tahan di kapolsek " decak ayura kesal mengingat telpon dari kepolisian tadi saat sebelum iya beranjak dari depan layar laptop nya.


Ayura memarkirkan mobil nya di halaman kapolres dan masuk kedalam untuk menebus semua surat mobil dan barang yang tertahan sebagai jaminan, iya kena tilang tadi .


Dito dia hanya menunggu di dalam mobil yang terparkir tak terlalu jauh dari mobil ayura, dia akan menunggunya di sana saja tak berniat untuk ikut masuk kedalam.


"Selamat siang Pak...?!!! " sapa ayura pada polisi yang sedang berjaga sore itu.


"Iya siang bu...??? ada yang bisa saya bantu...??? " ujar polisi tersebut.


Ayura pun mengutarakan maksud kedatangan nya ke sana dan mengambil surat tilang nya dan mengambil kembali surat -surat dan KTP milik nya, setelah itu ayura langsung kali ke dalam mobilnya, iya tak ingat akan kasus anak nya yang di culik dan tak melapor padahal iya sudah berada di dalam kantor polisi, saat ini.

__ADS_1


__ADS_2