
Hari sudah berganti pagi kembali... Anak-anak sudah ayu antar kan ke sekolah mereka, kini iya bersiap untuk mengantarkan makanan untuk Adit yang ada di rumah sakit, dan melihat keadaan ayura.
Saat baru saja ayu membuka pintu iya terkejut ternyata di depan pintu sudah ada Mia, yang juga baru sampai , dan baru saja hendak menelan bel pintu.
"Eh... Mia... ada apa... nih sepagi ini tumben..?? " tanya ayu.
"Begini kak... aku mau mengambil beberapa berkas yang di bawa bu... ayura kemarin... " ujar Mia.
"Oh... masuk aja mi... kamu cari aja di ruang kerja ayura... aku mau siap-siap ke rumah sakit , kamu mau ikut gak..? " pinta nya sembari menawarkan untuk ke rumah sakit bareng.
"Kayak nya aku belum bisa kak... soal nya di kantor banyak banget kerjaan, tar pulang kerja aja lah baru aku ke rumah sakit, sekarang gimana keadaan bu ayura...? " jawab nya sembari sedikit berpikir...
"Saat tadi malam aku tinggal sih. .. dia masih belum sadar kan diri mi... tapi gak tau kalo sekarang " ucap nya dengan sendu.
"Em. " Mia hanya mengangguk dan berjalan menuju ruang kerja milik ayura, begitu juga dengan ayu dia segara menghidupkan mesin mobil dan menyusun barang yang akan di bawa ke rumah sakit nanti.
"Kak.... evan berangkat ya... " ucap evan saat melawati ayu.
"Eh... van kamu mau kemana...?? bukannya kata kamu hari ini gak ada jadwal kampus...? " seloroh nya mengingat tadi malam kalo evan mengatakan gak ada jadwal ngampus hari ini.
"Aku mau kerja kak.... soal nya kan... masih banyak keperluan yang harus di bayar kak.. kalo gak kerja... mana bisa aku terus bergantung sama orang " jawab nya sembari mengambil tangan ayu dan mencium punggung tangan nya.
"Oh... ya udah hati-hati... "
"Ok.. "
Evan mengendarai motor nya dan pergi melejit meninggalkan perkarangan rumah ayura, berbaur dengan para pengendara lain.
"Kak... aku juga pergi dulu ya.. ini berkasnya usah ketemu... " ujar Mia yang sudah keluar dengan beberapa lembar map di tangan nya.
"Oh... iya tiati.. jangan ngebut... " ucap nya.
"Ya.. asalamualaikum "
"Waalaikumsalam "
Ayu sebelum dia pergi tidak lupa untuk mengunci pintu terlebih dahulu, dan semua jya sudah iya periksa, dan sudah semau.. kini ayu pun tancap gas.. untuk segera berbaur dengan kendaraan lain di jalan, yang mana emang pagi ini agak sedikit padat, entah lah di bandung akan ada acara apa.. yang membuat jalanan sedikit padat dan ada beberapa titik juga yang mengalami kemacetan padat merayap.
Perjalanan yang harus nya ayu tempuh dengan sekitar tiga puluh menit kini iya baru sampai ke rumah sakit dengan waktu yang cukup lama, ya itu satu jam tiga puluh menit.
Ayu berjalan menyusuri koridor.. rumah sakit dan iya melihat Adit di ujung lorong sedang menerima telpon, entah dari siapa, dia juga tampak terlihat sedikit panik.
Ayu... tak mau menggangu Adit jadi dai langsung masuk untuk melihat ke dalam, dan pemandangan yang sama seperti semalam yang ayu lihat, di sana tampak ayura yang masih terbaring belum sadarkan diri, dengan berbagai.. alat medis menempel di tubuh nya.
"Asalamualaikum... yur... gimana kabar kamu pagi ini... udah ada perkembangan...?? aku belum bisa bawak anak-anak kesini... maaf ya.. tapi nanti siang aku janji bakal bawa anak-anak, buat jenguk kamu, jadi aku minta kamu cepet sadar ya " Ayu mencoba mengajak bicara ayura yang mana tak mungkin mendapat respon dari orang yang lagi koma.
"Eh... kak ayu udah datang...?? " tanya Adit yang sedikit terkejut karena iya tak tau kalo ayu sudah datang.
"Iya... kamu pasti belum sarapan kan.. itu kakak bawakan sarapan buat kamu dit.... makan lah " jawab ayu sembari menunjuk rantang makan yang iya simpan di atas meja dekat sofa.
"Iya makasih ya kak usah bawain aku makanan " ucap nya.
"Oh iya kak... aku mau ngomong nih..! " ucap Adit dengan sedikit ragu..
"Ngomong aja dit... emang kenapa...? " ujar ayu
"Begini kak.. di kantor lagi ada masalah dikit aku di minta sama tuan malik untuk kembali ke kantor.. " ucap nya.
"Oh... ya udah kamu pergi aja, di sini kan ada kakak... nanti evan juga kesini... buat jaga ayura... " ayu menanggapi dengan tenang dan hanya tersenyum lembut pada Adit.
"Maaf ya kak lagi-lagi aku repotin kakak buat jaga anak-anak sama kak ayura " ujar nya sedikit sungkan.
"Iya gak masalah... kok.. kamu mah bilang gitu kaya dengan siapa aja sih dit... kita ini kan teman ya harus saling membantu" seloroh ayu.
Adit hanya membalas dengan senyuman, dia melanjutkan makan nya dalam diam sedangkan ayu, mencari kesibukan nya sendiri sembari melihat ponsel nya yang sedari tadi bergetar... banyak sekali pesan masuk.
Ayu sedikit terkejut saat mendapati pesan dari rudi... sebab sudah sangat lama iya tak pernah ada kontak dengan rudi apa lagi, semenjak iya di tempat rehabilitasi, karena iya tersandung kasus narkoba... beberapa tahun belakang, dan baru bebas beberapa bulan ini, dan ikut dengan ayura.
"Rudi... tumben sekali nih anak... ada apa..?? " gumam ayu saat melihat salah satu kontak pesan yang masuk ke ponsel nya.
"𝘈𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮 𝘺𝘶... 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘪𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘢𝘺𝘶𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘬𝘦𝘤𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘢𝘯 𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘦𝘯...?? 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘩𝘰𝘢𝘹 𝘢𝘫𝘢..?? "
Isi pesan yang iya Terima dari rudi.
"𝘞𝘢𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮... 𝘳𝘶𝘥... 𝘪𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘢𝘺𝘶𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘬𝘦𝘤𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵, 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘦 𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘮𝘢, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘪𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘬𝘦𝘤𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱 𝘱𝘢𝘳𝘢𝘩... 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘥𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘪𝘮𝘱𝘪𝘵, 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘶𝘴𝘶𝘬 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘵𝘢𝘬, 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 "
jelas ayu membalas pesan rudi , dengan menjelaskan luka yang di alami ayura.
__ADS_1
Ayu kembali melihat pesan lain dan di sana juga terlihat ada pesan dari bili pagi ini.
"𝘠𝘶... 𝘨𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘢𝘺𝘶𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨...??? 𝘢𝘱𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘫𝘶𝘢𝘯...? "
Isi pesan singkat bili yang ayu lihat.
"𝘔𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪.. 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘭.. 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘫𝘶𝘢𝘯, 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘺𝘶𝘳𝘢 𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱 𝘭𝘦𝘭𝘦𝘩 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘢𝘯 "
Balas ayu, dengan pertanyaan dari bili.
Setelah ayu membalas semua pesan masuk padannya, kini iya melihat lagi ada pesan video yang masuk ke pasan singkat nya, yang membuat ayu penasaran, dan membuka nya .
Saat melihat video itu ayu tampak menjadi tak senang, dan terlihat juga iya menahan amarah dengan, sedikit mengeratkan genggaman tangan nya di ponsel.
"Kak... kak.. kak ayu...! " Adit menepuk pundak atau karena sedari tadi iya memanggilnya namun tak di respon oleh ayu.
"Eh... iya ada apa dit.....? " tanya ayu yang sedikit terkejut.
"Kak ayu kenapa...?? ada masalah..? " tanya Adit sembari meneliti raut wajah ayu.
"Gak ada... cuma lagi kepikiran aja sama masalah evan... tempo hari " ucap ayu.
"Emang evan ada masalah apa kak..? " Tanya Adit yang tak tau menau tentang masalah evan yang di cari polisi tempo hari.
"Hah... dia di curigai... menggunakan obat-obatan dan menjadi pengedar... untuk masalah pengguna.. sudah terbukti dia tidak menggunakan, namun untuk masalah pengedar dia masih dalam masa pengawasan, karena masih belum ada bukti kuat yang menunjukkan evan bersalah " jelas ayu.
"Hah... tuh bocah... berani juga berbuat begitu...??! " Adit yang mendengar itu jadi kesal sendiri.
Pasal nya iya tau kalo adik tirinya itu tak pernah, punya pergaulan yang bebas... jadi iya yakin evan gak akan terjun ke dunia seperti itu, apa lagi iya tau kalo kakak nya dulu juga karena terlalu bebas hingga terjun ke dunia psk, tapi untung lah sekarang dia suah tak seperti itu lagi.
"Sekarang di mana bocah itu kaka?? " tanya Adit yang dengan emosi nya.
"Tadi dia bilang mau kerja paruh waktu.. tapi kakak juga gak tau kerja apa.. " jawab ayu.
Adit hanya diam dia menatap sang kakak yang masih terbaring, dia tau pasti lah sangat kakak sangat marah terhadap evan yang tersandung kasus narkoba, apa lagi memang ayura juga tak suka akan evan dan ibunya.
Sedangkan sekarang di kantor polisi, yang mana angga sedang mencari informasi, tentang masalah kecelakaan ayura kemaren.
"Ini memang ke salah ibu ayura sendiri, karena mengendari mobil nya dengan kecepatan di atas 160km/jam , yang jelas itu sudah melanggar peraturan lalulintas " jelas polisi itu pada angga.
Angga masih tak yakin.. kalo itu memeng cuman kecerobohan ayura semata, dia yakin kalo itu pasti ada pemacu yang membuat ayura melakukan itu, tapi dia juga tak tau apa itu, jadi untuk sekarang dia hanya dima saja tak mencari lebih lanjut lagi, dia hanya bisa menunggu ayura sadar dan menanyakan nya langsung.
"Oh.. ok.. kalo seperti itu, terimakasih atas informasinya," ujar angga sembari menjulurkan tangan nya.
"Ya sama-sama tuan " polisi itu menyambut ukuran tangan angga.
Angga keluar dan menuju ke parkiran menuju mobil nya untuk segara iya kembali ke kantor karena masih ada pekerjaan yang harus iya kerjakan.
Tak butuh waktu lama angga memarkirkan mobil nya di basemen kantornya, yang ternyata di saja juga ada bili yang hendak pergi keluar.
"Pagi tuan... " sapa nya pada angga.
"Em... kau mau ke mana..? " tanya angga penuh selidik.
"Saya... akan pergi menuju ke pabrik tuan untuk memantau beberapa pekerja " jawab bili.
__ADS_1
"Em."
Angga melanjutkan langkah nya begitu juga dengan bili yang melanjutkan jalannya, untuk menuju mobilnya, dan meninggalkan kantor untuk menuju pabrik.
Namun berbeda dengan Gabriel yang sekarang sedang bersantai di, rumah dengan berjemur di bawah matahari pagi sembari menikmati semilir angin yang menghembus menyapu lembut kulit putih milik nya.
"Nona... sarapan yang Anda minta sudah siap " ujar salah satu pelayan di rumah itu.
"Em.... oh iya mba.. apa tuan sudah pergi..?? " tanya nya.
"Tuan sudah pergi dari tadi nona " jawab pelayanan itu.
Gabriel bangkit dari duduk santai nya dan berjalan menuju ke, ruang makan untuk menyantap sarapan paginya kali ini.
"Em.. sepertinya aku harus memastikan ke rumah sakit kalo wanita itu masih selamat... meski pun aku ingin dia cepat mati.. tapi aku juga masih memiliki hati, membunuh orang itu dosa, apa lagi jika ketahuan.. maka aku juga akan mendekam di hotel rutan " gumam Gabriel di sela makan nya.
Dia mempercepat sarapannya, karena iya akan bersiap untuk ke rumah sakit untuk memastikan keadaan ayura sekarang.Setelah selesai sarapan gabriel langsung bergegas menuju kamar nya.
Sedangkan kini evan uang sedang berada di Caffesof... yang tak berada jauh dari tempat rumah ayu dulu dia sedang membersihkan kan meja, setelah pelanggan pergi.
"Hai...van kamu hari ini gak ngampus...?? " tanya seseorang yang tak lain adalah teman satu kampusnya.
"Hai.. juga bil... gak nih aku lagi gak ada jadwal untuk hari ini, kami sendiri aja nih..? " jawab evan sembari tersenyum dan melihat hanya gadis itu sendiri.
"Gak kok van... aku tadi bareng tari sama bambang, tadi si tari ke toilet dulu, si bambang.. lagi nunggu temen nya di parkiran, oh.. iya gimana proses masalah kamu ..? " jawab nya sembari bertanya prihal evan yang terkena kasus narkoba.
Gadis itu adalah nabila teman satu kampus bahkan satu jurusan dengan nya, sebenarnya gadis itu tertarik dengan evan namun evan, tak menanggapinya, karena iya tau kalo teman nya juga suka akan gadis manis tersebut.
"Masih dalam proses.. " jawab nya singkat dengan senyum kecut nya.
Ya nabila tau tentang masalah evan tersebut, karena saat itu... sempat terdengar oleh nya karena, rumah nabil bersebrangan langsung dengan rumah ayura.
"Ehem.... asik nih...? " dehem seseorang yang mengejutkan evan dan nabila.
"Eh.. Tio.. loe toh yang ditunggu bambang...? " tanya nabila saat melihat Tio.
"Yoi... eh... ada evan juga nih... " Bambang mengamati seragam yang di kenakan evan dan dia pun tersenyum miring dengan penuh arti entah lah apa yang mau dia lakukan.
"Oh... evan ternyata kau bekerja disini... tolong dong.... gue pesan minuman.. gpl..? " ucap nya dengan nada sombong.
"Kamu memang cocok dengan seragam seperti ini... cunguk desa.... haha" bambang menghina evan, sedangkan evan dia hanya diam karena baginya hinaan seperti itu sudah biasa baginya.
Apa lagi kalo itu keluar dari mulut bambang evan juga tak tau apa masalah nya dengan bambang hingga dia terus saja membully nya mau di kampus atau pun di luar kampus jika bertemu dengan nya, sedangkan Tio dan dua gadis itu hanya diam memandangi itu, karena tak berani membantu.
__ADS_1
Pernah sekali Tio membantu evan tapi alhasil bambang malah menghajar nya, jadi sekarang Tio tak mau melakukan apa pun dia hanya dia meski kasihan dengan evan.